
Lalu Shen Wenhuan diikuti Chao Bence berjalan agak menjauh dari Lian Haocun dan Lian Huanran. Lian Haocun menggunakan otaknya untuk memperkirakan apa yang ingin disampaikan Shen Wenhuan dengan serius.
Sementara Lian Huanran mengajukan pertanyaan langsung, “Kakak, untuk apa mereka berbicara jauh-jauh dari kita?”
Lian Haocun menggelengkan kepalanya tidak tau.
Shen Wenhuan membuat penghalang di sekitar dirinya dan Chao Bence. Setelah memastikan bahwa Lian Haocun dan Lian Huanran tidak bisa mendengarnya, Shen Wenhuan berkata,
“Tuan Chao, apa Tuan Chao bisa mengabulkan salah satu permintaan saya?”
Chao Bence mengangguk dan memperkirakan permintaan apa yang diinginkan Shen Wenhuan di dalam pikirannya.
Shen Wenhuan berkata dengan tegas, “Saya tau bahwa Tuan Chao pasti akan selalu melindungi Haocun dan Huanran dan saya percaya Tuan Chao bisa melakukannya.
Jika terjadi sesuatu saya nanti, saya mohon agar Anda memprioritaskan Haocun dan Huanran terlebih dahulu dan selalu menjaga mereka dengan sepenuh hati. Apa permintaan ini bisa diterima?”
Chao Bence menghela nafas panjang dan berkata, “Jadi maksudmu walaupun nyawamu dalam bahaya, kau ingin aku memprioritaskan kedua bocah itu dulu? Apa Penatua Shen tau?
Kalau kedua bocah itu mendengar ini, mereka akan sangat marah dan saya pasti akan korban yang disalahkan jika sampai terjadi sesuatu pada Penatua Shen.”
Shen Wenhuan tau mengenai hal tersebut jadi ia meminta maaf, “Saya tau permintaan saya agak egois, Tuan Chao. Tapi menurut saya mereka berdua lebih penting dari pada nyawa saya sendiri."
Mata Shen Wenhuan memancarkan ketegasan, kasih sayang keluarga dan beberapa emosi positif lainnya sehingga membuat Chao Bence sedikit tertegun.
Lalu Shen Wenhuan melanjutkan perkataannya, "Jadi saya harap jika terjadi sesuatu pada saya nanti, Tuan Chao bisa selalu menjaga Haocun dan Huanran."
Chao Bence menatap mata Shen Wenhuan yang tegas, penuh kasih sayang dan memiliki keinginan melindungi. Sejenak hati Chao Bence melembut.
'Bocah-bocah itu sangat beruntung memiliki Guru yang baik seperti ini.' Batin Chao Bence.
Chao Bence mengangguk menyetujui perkataan Shen Wenhuan sebelumnya.
Shen Wenhuan tersenyum lega dan berkata, “Kalau begitu saya akan berjalan paling depan seperti sebelumnya dan Anda berada di dekat Haocun dan Huanran. Oh dan ini,”
Shen Wenhuan memberikan sebuah cincin penyimpanan. “Di dalam cincin penyimpanan ini ada sedikit koin emas dan beberapa hal yang mungkin akan berguna bagi Haocun dan Huanran di masa depan.”
Tanpa malu-malu, Chao Bence mengambil cincin penyimpanan tersebut dan menyimpannya. Karena punggung Shen Wenhuan membelakangi Lian Haocun dan Lian Huanran, mereka tidak bisa melihat dengan pasti apa yang dilakukan Shen Wenhuan. Apalagi di sana agak gelap karena tidak ada api dari Lian Haocun.
Shen Wenhuan berkata ‘Terima kasih’ sebelum mereka keluar dan menuju Lian Haocun dan Lian Huanran yang sudah menunggu. Lalu mereka bercakap-cakap singkat sebelum mereka menuju ke ‘Penginapan Ruga’.
Angin berhembus semakin kencang saat mereka melangkah lebih dekat ke ‘Penginapan Ruga’, 'Penginapan Ruga' seakan-akan memberikan salam sambutan kepada mereka berempat. Shen Wenhuan berjalan paling depan dan membuka pintunya. Terdengar suara gemerincing bel pertanda bahwa ada orang yang masuk.
Tanpa diduga, tempat itu sama seperti penginapan pada umumnya. Hanya saja tidak ada tamu di dalamnya dan hanya pelayan-pelayan yang membersihkan meja dengan telaten dan hati-hati.
Salah satu pelayan perempuan yang berparas cukup cantik menyambut mereka berempat dengan senyuman dan mempersilahkan mereka untuk masuk, “Selamat datang, Tuan-tuan. Silakan masuk ke dalam.”
Tidak ada yang aneh dan segalanya tampak normal, namun hal inilah yang memicu kejanggalan dan keanehan di hati Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence.
Aula penginapan itu memiliki beberapa meja kayu bundar dengan kursi-kursi di sekitarnya. Terdapat delapan meja kayu bundar dengan empat kursi yang mengelilingi setiap meja. Interior aula penginapan tersebut cukup bagus.
Terdapat juga meja resepsionis beserta resepsionis yang bertugas menerima tamu penginapan. Pelayan membawa mereka berempat ke meja resepsionis dan berbasa-basi sedikit lalu pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Resepsionis tersebut menanyakan kebutuhan mereka masing-masing per orang dengan sopan dan ramah. “Jadi tuan-tuan sekalian memesan tiga kamar. Apa tuan-tuan sekalian ingin makan sekarang? Atau mau mandi? Kami bisa menyiapkan air hangat untuk tuan-tuan sekalian jika tuan-tuan sekalian ingin mandi.”
Shen Wenhuan sebagai pemimpin kelompok menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tolong siapkan makanan saja. Berapa harganya?”
Resepsionis menjawab dengan fasih, “Empat belas koin emas.” Shen Wenhuan mengeluarkan empat belas koin emas dan meletakkan di meja resepsionis.
Resepsionis mengambilnya dan menyimpannya lalu berkata dengan suara aneh yang sangat berbeda dari sebelumnya dan penuh peringatan, “Oh iya, tuan-tuan sekalian. Di kamar nomor lima yang terletak di pojok kanan terdapat tamu VIP. Jadi saya harap tuan-tuan sekalian tidak mengganggunya.”
Shen Wenhuan mengangguk mengerti dan pergi tanpa berkata apa-apa diikuti oleh Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence.
Wajah lembut resepsionis segera berubah, digantikan oleh senyum misterius aneh tertera di wajahnya.
Begitu juga pelayan-pelayan lainnya, mereka secara selaras menengok ke tempat Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence pergi dengan senyum misterius yang aneh seperti di wajah resepsionis.
Shen Wenhuan tidak menyadari hal tersebut karena ia pergi terlebih dahulu namun Lian Haocun menyadarinya begitu juga Chao Bence yang berwajah serius.