The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 147 — Keputusan Shen Nong



Tidak lama setelah Lian Haocun selesai mengamati ruangan tersebut, Shen Nong kembali sambil membawakan nampan yang membawa empat teh. Shen Nong memberikan teh itu kepada Lian Haocun dan kelompoknya, lalu duduk di hadapan mereka bertiga.


Lian Huanran memegang cangkir teh yang terbuat dari gerabah, lalu menyesap teh yang di berikan Shen Nong. Begitu juga dengan Long Yuan dan Shen Nong, mereka berdua melakukan hal yang sama. Hanya Lian Haocun satu-satunya yang diam dan tidak bergerak untuk menyentuh cangkir teh tersebut.


Suasana terasa sangat hening dan sunyi sampai Shen Nong membuka mulutnya untuk berbicara.


Shen Nong berkata, “Aku menyetujui tawaran kerja sama-mu, dan akan menerima adik kembarmu, Lian Huanran sebagai muridku secara resmi.”


Lian Haocun mengernyitkan keningnya dan bertanya, “Apa maksudmu?”


Dengan nada tenang, Shen Nong menjawab, “Sesuai dugaanmu, ku ingin mengangkat Lian Huanran sebagai muridku secara resmi, dan menganugerahinya pangkat tertinggi di antara murid-murid Sekte Serigala Giok, murid tetua. Tetapi tentu, aku juga akan mengetes adik kembarmu terlebih dahulu dengan sebuah test, serta memastikan, kalau dia memang memiliki dua elemen yang diperlukan untuk menjadi seorang alkemis, serta bakat menjadi seorang alkemis.”


Lian Haocun, “Apa kau bisa memberikan jaminan kalau Huanran akan aman bersama denganmu?”


‘Bagaimana pun, tidak sedikit murid-murid Sekte Serigala Giok yang menginginkan posisi murid tetua.’ Lanjut Lian Haocun sambil terus mengamati ekspresi dan gerak-gerik Shen Nong.


Shen Nong menganggukan kepalanya yakin, lalu berkata, “Ku yakin bisa menjamin keamanan adik kembarmu, ditambah, ku tidak memiliki murid lain seperti beberapa tetua lainnya, jadi tidak akan ada persaingan yang perlu dicemaskan.”


Ketika Shen Nong menawarkan penawaran seperti itu, tidak bisa dipungkiri, baik Lian Huanran mau pun Long Yuan merasa terkejut. Apalagi, berdasarkan laporan yang diberikan oleh Chao Bence, dikatakan Shen Nong adalah seorang tetua yang tidak berminat untuk memiliki murid, sehingga kesempatan untuk menjadi murid Shen Nong sangat kecil. Meski itu mungkin saja, karena tidak ada satu pun murid di Sekte Serigala Giok yang memiliki potensi untuk menjadi alkemis.


Lian Haocun, “Kami akan mempertimbangkan tawaran tersebut, sekarang, kita perlu membahas mengenai distribusi pil obat ajaib.”


Akhirnya, Lian Huanran mau pun Long Yuan hanya bisa berdiam di tempat sambil menunggu diskusi Lian Haocun dan Shen Nong selesai. Setelah hari sampai subuh, Lian Haocun dan kelompoknya menjanjikan pertemuan tiga hari lagi di paviliun Shen Nong yang minimalis. Kemudian Lian Haocun dan kelompoknya pergi, namun mereka tidak kembali ke asrama, mereka bertiga malah pergi ke Taman Meza.


Setelah membuat pelindung di sekitar mereka, Lian Haocun berkata, “Apa kau akan menerima penawaran tetua itu?”


Lian Huanran tidak langsung menjawab, dan balik bertanya, “Bagaimana menurut Kakak?”


Lian Huanran tentu mengetahui jikalau ia berhasil lolos tes yang disediakan Tetua Shen Nong untuknya, dan menjadi murid tetua, ada berbagai macam tantangan yang akan ia hadapi. Dan tentunya, ia juga akan mendapatkan beberapa keuntungan. Lian Huanran mempertimbangkan semua hal yang akan ia hadapi dan dapatkan, lalu berkata dengan penuh semangat, “Aku akan mencobanya!”


Long Yuan tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, sudah diputuskan! Ayo kembali ke asrama, hari sudah mau pagi...”


Lian Huanran menganggukan kepalanya menyetujui, dan mereka pun memulai perjalanan kembali ke asrama. Mereka masuk dari pintu depan gedung asrama, lalu berjalan menuju kamar asrama mereka. Bagaimanapun hari sudah pagi, jadi wajar jika ada beberapa orang yang berkeliaran, sehingga tidak ada yang akan menduga kalau mereka pergi di tengah malam.


Setelah memasuki kamar asrama mereka, Lian Haocun dan kelompoknya disambut oleh Yun Shao yang sudah terbangun, dengan rambut acak-acakan, Qian Wenwu yang masih tertidur di kasur miliknya, dan Bai serta Cheng yang juga masih tertidur dan saling menempel satu sama lain.


Lian Haocun dan kelompoknya membersihkan diri mereka, lalu mulai beristirahat. Bagaimanapun, mereka mendapatkan libur istirahat satu hari setelah menyelesaikan misi pertama mereka.


Sambil mengeringkan rambutnya yang basah, Yun Shao bertanya, “Bagaimana? Apa kalian sudah menyelesaikan urusan kalian?”


Lian Huanran menganggukan kepalanya, sambil berbaring menatap Bai dan Cheng.


Masih sambil mengeringkan rambutnya, Yun Shao berkata, “Hmmm, bagus lah... Kalau kau membutuhkan bantuan, dan jika itu masih dalam batas kemampuan ku, katakan saja.”


Lian Huanran menengok ke Yun Shao, dan mengatakan ‘terima kasih’ sambil tersenyum. Yun Shao menganggukan kepalanya, lalu berbagai jenis topik mengalir bagai air.


Saat Lian Huanran, Yun Shao dan Long Yuan saling bercakap-cakap, Lian Haocun memikirkan kembali perubahan tiba-tiba sikap Shen Nong, yang menurut Lian Haocun sangat aneh dan janggal.


Ditambah, Shen Nong yang mereka temui di awal-awal, dengan Shen Nong yang berada di paviliun, memiliki gestur mau pun kebiasaan yang berbeda. Seakan-akan, di tubuh tersebut, terdapat dua jiwa seseorang.


Meskipun Lian Haocun sudah memutar otak untuk mendapatkan petunjuk mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan Shen Nong, ia tidak dapat menemukan titik terang, sehingga, Lian Haocun hanya bisa menghabiskan waktunya untuk berkultivasi sambil berpikir.


Setelah hari menjelang siang, Lian Haocun, Lian Huanran, Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu sepakat untuk pergi ke arena. Bagaimanapun, mereka tidak memiliki sesuatu lainnya yang harus dilakukan. Tentu, binatang ajaib kembar kecil tersebut, juga ikut bersama mereka.