The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 194 — Teka-Teki



Kedua orang yang sebelumnya bertarung, langsung berlari dengan kecepatan penuh ke arah yang sama, melarikan diri dan meninggalkan Lian Haocun untuk menghadapi monster raksasa api sendirian. Lian Haocun menatap monster raksasa api di hadapannya, yang disebut Fotias.


‘Meski tampak susah dikalahkan, untuk mengalahkan Fotias, tidak sesulit itu. Di tambah, realm ini memiliki batas tingkat kultivasi untuk yang ingin memasuki realm ini, sehingga seharusnya tingkat kultivasi Fotias ini juga tidak terlalu tinggi, ditambah ini masih area luar hingga harusnya monster-monsternya tidak terlalu sulit.’ Batin Lian Haocun sambil mengingat cara mengalahkan Fotias dari buku yang ia baca saat masih kecil di Sekte Langit Biru, yang sekarang hanya tinggal nama.


Ketika Lian Haocun sedang berpikir cara untuk mendekati mata Fotias, Fotias tiba-tiba menggeram sangat keras dan mengeluarkan lava dari mulutnya! Lalu, ia menundukkan kepalanya dan menembakkan lava yang sangat panas itu ke Lian Haocun! Lian Haocun bereaksi dengan cepat, dan berhasil menemukan celah di antara ‘banjir’ lava itu, sehingga tubuhnya tidak mendapatkan bekas luka bakar baru.


Lian Haocun tentunya tidak akan tinggal diam setelah diserang, setelah semburan lava dari Fotias selesai. Lian Haocun melompat ke arah mata Fotias! Di kehidupan sebelumnya, tentunya, Lian Haocun tidak akan bisa melompat setinggi 8 meter lebih, namun dengan bantuan Qi Spiritual, lompatan Lian Haocun berhasil mencapai mata Fotias yang memiliki ketinggian lebih dari 8 meter.


Tepat saat matanya bertatapan dengan mata Fotias, Lian Haocun mengeluarkan pedang hitamnya, Jianheng, dan menebas mata Fotias secara horizontal! Fotias yang tidak menduga akan mendapatkan serangan mendadak semacam itu, kehilangan keseimbangannya sesaat dan hampir terjatuh, sayangnya, dalam waktu singkat, Fotias berhasil mendapatkan keseimbangannya kembali dan tidak terjatuh.


Lian Haocun tidak melewatkan kesempatan saat Fotias kehilangan keseimbangan, ia bergerak luar biasa cepat di udara, dan menebas Fotias dari atas, samping kanan, samping kiri dan bawah. Dengan pedang Jianheng yang tajam, tercetak banyak luka di tubuh Fotias, ada yang dalam, dan ada yang dangkal.


Karena ukuran tubuhnya yang luar biasa besar, Fotias tidak bisa melakukan apa-pun terhadap Lian Haocun yang bergerak seperti cheetah, namun bertubuh seperti semut. Ditambah, mata Fotias yang biasanya digunakan untuk menentukan posisi lawan, dilukai oleh Lian Haocun sehingga Fotias tidak bisa menentukan posisi tepat Lian Haocun, apalagi menyentuhnya!


Ya, kelemahan Fotias terletak di kedua matanya. Kedua matanya memiliki kemampuan khusus untuk langsung mengunci lokasi seseorang yang ia targetkan, sehingga mau secepat apa-pun targetnya berlari mau pun bergerak, Fotias bisa menentukan lokasi spesifiknya dan menyerangnya!


Namun, kedua mata ini dihancurkan oleh Lian Haocun, sehingga Fotias yang sebenarnya tidak bisa diremehkan kekuatannya, ibarat daging di talenan yang menunggu di cincang sekarang. Lian Haocun tidak berniat membuang waktu untuk berurusan dengan Fotias.


Sehingga setelah membutakan mata Fotias, Lian Haocun menyerang Fotias tanpa henti, akhirnya setelah sekian lama bertahan, Fotias yang tingginya mencapai lebih dari 8 meter itu, terjatuh ke lava! Karena tak kuasa menahan serangan pedang penuh Qi Spiritual dari Lian Haocun.


Akan tetapi, yang tidak Lian Haocun duga, Fotias yang sangat besar itu tiba-tiba berubah menjadi batu kristal! Untungnya, tepat sebelum batu kristal itu hampir terhanyut lava, Lian Haocun menangkapnya. Lian Haocun hanya melihat batu kristal yang tampak indah, serta mengandung Qi Spiritual sekilas, sebelum menyimpannya di cincin penyimpanannya.


Kemudian Lian Haocun menjawab beberapa pertanyaan khawatir yang dilemparkan Lian Huanran bertubi-tubi melalui transra setelah Lian Huanran memastikan pertarungan Kakaknya telah usai. Pasalnya, Lian Huanran mendengarkan suara pertarungan dari transra Kakaknya, walaupun Lian Haocun sudah menggunakan Qi Spiritual untuk mengisolasi suara di sekitarnya, Lian Huanran dengan cepat mengetahui kalau Kakaknya sedang bertempur melawan sesuatu.


Lian Haocun menjawab pertanyaan cemas Lian Huanran, “Tidak perlu khawatir, Kakak baik-baik saja.”


Setelah mencari selama kurang lebih empat puluh lima menit, Lian Haocun berhasil menemukan pintu di tempat yang tidak terlalu mencolok. Lian Haocun mengeluarkan pedangnya, Jianheng untuk berjaga-jaga, dan dengan waspada, memutar kenop pintu. Terdengar suara deritan pintu, yang menandakan pintu telah berhasil dibuka, Lian Haocun mengamati apa yang ada di dalam ruangan sekilas, lalu menutup pintu di belakangnya.


Akan tetapi, tanpa diduga, pintu yang berada di belakang Lian Haocun tiba-tiba menghilang tanpa jejak! Menyadari pintu yang baru saja digunakannya untuk memasuki ruangan tersebut menghilang tanpa jejak, Lian Haocun tidak tampak panik, malah, ia menjelajahi ruangan tempat ia berada dengan hati-hati dan penuh ketenangan.


Daripada di sebut ruangan, lebih tepat untuk mengatakan kalau itu adalah gua yang tidak terlalu besar, dalamnya tidak terlalu luas, dan terlihat seperti gua yang sudah ditinggalkan cukup lama. Lian Haocun menjelajahi gua secara singkat, dan menemukan batu yang diukir berbentuk bintang, serta memiliki angka '6’ di balik ukiran bintang tersebut, di suatu tempat yang tidak terlalu mencolok. Jikalau mata Lian Haocun tidak jeli, mungkin ia tidak akan menemukannya.


Untuk sementara waktu, Lian Haocun menyimpan batu berukiran bintang itu, dan melanjutkan penjelajahannya. Lalu, Lian Haocun menemukan pintu yang tampak sangat mirip dengan pintu yang ia gunakan untuk memasuki gua itu. Namun, terdapat enam kotak yang berisikan nomor acak, yang seharusnya tidak ada di pintu tersebut. Lian Haocun mengotak-atik keenam kotak tersebut, dan menemukan ia bisa mengganti angka yang berada di dalam kotak tersebut.


Lian Haocun memikirkan petunjuk yang didapatkan setelah menjelajahi gua, dan memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai hal yang harus ia lakukan untuk membuka pintu. Kemudian, Lian Haocun dengan sangat teliti menjelajahi gua lebih dalam.


‘Terdapat enam kotak, berarti, seharusnya ada enam ukiran batu juga.’ Batin Lian Haocun sambil mencari ukiran batu lainnya di dalam kegelapan, dengan bantuan elemen apinya.


Setelah mencari hampir satu setengah jam, Lian Haocun berhasil menemukan semua ukiran yang berada di gua tersebut. Terdapat ukiran dengan lambang lingkaran yang memiliki angka '7’ di bagian belakang batunya. Ada juga, ukiran yang menggambarkan benang yang sangat berantakan, dua pedang yang beradu, bunga yang mekar, dan api yang membara. Semua ukiran memiliki angka yang berbeda-beda di belakangnya.


Pedang yang beradu memiliki angka '8’, ukiran api yang membara memiliki angka '2’, ukiran bintang memiliki angka '6’, gambar benang yang berantakan memiliki angka '4’, ukiran lingkaran memiliki angka '7’, dan ukiran bunga yang mekar memiliki angka '5’.


‘Benar-benar angka yang tidak berurutan', pikir Lian Haocun sambil melanjutkan pekerjaannya.


Setelah mencari sekeliling gua untuk terakhir kalinya, Lian Haocun mengumpulkan semua ukiran batu itu, dan kembali ke tempat ia menemukan pintu dengan enam kotak berisikan angka yang berbeda. Dalam perjalanan, otak Lian Haocun tidak berhenti berpikir untuk memecahkan teka-teki ini.


‘Seharusnya, semua ukiran batu ini melambangkan sesuatu, tapi, apa yang mengurutkan mereka?’ Batin Lian Haocun berpikir cara memecahkan teka-teki, hingga ia bisa segera memasuki area tengah keluar.