The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 202 – Tes: Rencana Gila (6)



Cerberus mengambil dua menit penuh untuk berpikir, lalu menggertakkan giginya dan berkata, “Baiklah. Aku akan bergabung denganmu untuk menghancurkan arena gladiator.”


Lian Haocun berkata, “Keputusan yang bagus.”


“Kalau begitu, mari kita lanjutkan ke rencana.” Lanjut Lian Haocun, lalu, ia mulai menerangkan rencananya ke Cerberus.


Ketika mendengarnya, Cerberus merasakan keputusasaan menghampirinya. ‘Apa-apaan itu!? Mencuri kunci setiap sel dari para prajurit? Apa mungkin kita bisa melakukannya tanpa disadari oleh mereka!? Dan, rencana ‘penuh lubang' macam apa ini!? Kalau semudah itu untuk melakukannya, tentu ku gak akan tertahan di tempat ini selama bertahun-tahun!’


Ya, Lian Haocun berencana untuk mencuri kunci setiap sel, yang dipegang oleh para prajurit. Lalu setelahnya, ia akan menugaskan Cerberus untuk membuka setiap sel sesuai dengan kuncinya dan memilih salah satu gladiator dari sel tersebut untuk diberikan peta rute untuk melarikan diri, serta memimpin pelarian.


“Tunggu, tunggu, kenapa kau sangat yakin rute pelarian yang kau berikan ini sangat benar? Ditambah, siapa yang membuatnya? Apakah itu kau?” Cerberus memutuskan untuk mengesampingkan rencana gila Lian Haocun, dan mencari tau sumber peta rute pelarian yang ditunjukkan Lian Haocun ke dirinya.


Lian Haocun menjawab dengan nada dingin, “Aku tidak perlu menjawabnya, kau hanya perlu mempercayai kalau peta rute itu benar.”


Kali ini, Cerberus tidak menyerah begitu saja, ia balik membalas Lian Haocun, “Bagaimana bisa? Rute ini pertaruhan hidup dan matinya para gladiator itu! Bagaimana bisa ku memberikan rute pelarian yang tidak jelas asal usulnya ini?”


Lian Haocun mengernyitkan dahinya, lalu berkata, “Aku yang membuatnya. Dengan keberadaan ku di sini, kau jelas bisa menyimpulkan kalau aku bebas berkeliaran di luar sel.”


Implikasinya, karena Lian Haocun bebas berkeliaran, ia mengingat seluk beluk tempat ini dan menggambar beberapa rute pelarian yang paling cocok untuk setiap sel. Meski Cerberus tidak pernah mengenal Lian Haocun, Cerberus memutuskan untuk mempercayainya. Bagaimanapun, Lian Haocun berdiri di depan Cerberus saja sudah membuktikan ‘keaslian’ rute pelarian tersebut.


Walaupun sebenarnya, Lian Haocun membuat peta rute tersebut berdasarkan ingatannya di kehidupan sebelumnya. Sebenarnya, Lian Haocun sudah merencanakan hal ini sedari kemarin, sehingga saat 'mini Lian Haocun' dan para gladiator lain tertidur, Lian Haocun mulai membuat peta rute pelarian. Tentunya, Lian Haocun tidak bengong semalaman saat itu.


Meski begitu, ada pertanyaan lain di hati Cerberus, ‘Mengapa dia tidak melarikan diri sendirian saja? Apa untungnya membebaskan kami?’


Rencana Lian Haocun tampak gila memang, namun rencana ini dibuat karena Lian Haocun yakin akan keberhasilannya. Bagaimanapun, semakin cepat rencana itu diselesaikan, semakin cepat pula nasib-nasib tragis para gladiator di arena ini diangkat. Dan, memungkinkan ‘mini Lian Haocun' untuk memiliki kehidupan normal.


“Ngomong-ngomong, bagaimana caraku keluar? Ku tidak bisa menghancurkan sel ini ataupun gembok sel-nya.” Ujar Cerberus.


Lian Haocun, “Tidak, ku masih belum selesai. Ada satu hal lagi yang perlu kau setujui.”


Cerberus tampak bingung, ‘Ternyata itu belum semuanya?’


Lian Haocun, “Membunuh Dewa Perang, Ares.”


Cerberus membelalakkan matanya, jikalau Cerberus adalah Gladiator terkuat di arena, maka Ares adalah gladiator terkuat lainnya, namun bedanya, Ares menikmati hidup di koloseum ini. Ares sangat menyukai pembunuhan, dan seringkali menyiksa lawannya atau bahkan mempermalukan mereka. Akan tetapi, tentunya, julukan yang dimilikinya sebagai dewa perang, menggambarkan betapa kuatnya Ares.


Maka dari itu, Cerberus terkejut mendengar perkataan Lian Haocun. Karena, Ares bukanlah sosok yang bahkan bisa ia remehkan. Meski Cerberus tidak mengetahui seberapa hebat Lian Haocun dalam bertarung, ia merasa seharusnya Lian Haocun tidak lebih kuat dari Cerberus. Pasalnya, Cerberus tidak pernah mendengar nama Lian Haocun, maupun rumor-rumor mengenai dia dari para prajurit yang berjaga.


Alasan Cerberus mempercayai Lian Haocun semata-mata karena Lian Haocun bisa berkeliaran bebas dan berhadapan dengan Cerberus sekarang, serta karena tekanan yang ia rasakan dari Lian Haocun. Namun bukan berarti, Cerberus yakin akan kemampuan bertarung Lian Haocun.


Melihat ekspresi ragu-ragu Cerberus, Lian Haocun mengetahui pikiran Cerberus. “Aku bisa mengalahkan Ares, tidak perlu khawatir, dan pastinya ku tidak akan menarik perhatian para penjaga juga.”


Cerberus hanya tidak mengetahui, seberapa kuat keterampilan bertarung Lian Haocun. Bahkan Lian Haocun di puncak kehidupan pertama-nya saja sudah mampu menandingi Ares. Jikalau julukan gladiator terkuat pada masa ini dipanggil Ares dan Cerberus, maka julukan Lian Haocun adalah Zeus, Poseidon, dan Hades. Ya, Lian Haocun memiliki tiga julukan berbeda pada masa nya, karena gaya bertarung Lian Haocun yang berbeda-beda dalam menghadapi lawannya.


Cerberus, “Tunggu, kalau begitu, untuk apa ku membunuhnya?”


Lian Haocun, “Siapa yang mengatakan kau yang membunuhnya? Aku yang akan melakukannya, ku hanya mengatakannya kepadamu supaya kau tidak hanya menunggu dan bermalas-malasan.”


Cerberus, “..” Ku tidak akan malas-malasan, jadi kenapa kau bertanya kalau pada akhirnya kau sudah mengambil keputusan untuk membunuhnya?


Cerberus ingin mengatakannya langsung, namun mengingat tekanan yang ia rasakan sebelumnya, Cerberus tidak berani membuka mulutnya.


Lian Haocun tidak memedulikan pemikiran Cerberus lagi, dan melemparkan 'beberapa' kunci sel yang ia dapatkan saat mengelilingi koloseum. Lebih tepatnya, puluhan kunci yang dilemparkan ke Cerberus. Cerberus menduga bahwa ⅘ kunci sel yang harus ia dapatkan, sudah didapatkan oleh Lian Haocun.


“Kalau begitu, carilah beberapa kunci sel yang belum kudapatkan dan berikan semua peta rute ini sesuai dengan nama sel yang kubuat di peta-nya. Jangan sampai ada kesalahan. Lalu, kita akan bertemu lagi di tempat ini. Sampai jumpa.” Ujar Lian Haocun sambil menunjuk suatu tempat di peta rute pelarian, kemudian, ia menghilang begitu saja.


Di saat bersamaan, gembok yang sudah menyegel sel Cerberus untuk waktu yang lama, hancur. Melihat gembok yang hancur di lantai, Cerberus merasa sedikit rumit. Namun, Cerberus segera melaksanakan apa yang ditugaskan oleh Lian Haocun.


Di saat bersamaan, Cerberus mencoba menghindari para prajurit yang berjaga. Tentunya, Cerberus tidak sebagus itu dalam bersembunyi, sehingga beberapa kali Cerberus terpaksa membunuh prajurit yang berhasil mengetahui keberadaannya, dan menyembunyikan mayat mereka.


'Merepotkan!' Dengus Cerberus sambil menarik mayat prajurit yang baru saja ia bunuh.


Sementara di sisi lain, perjalanan Lian Haocun menuju sel Dewa Perang, Ares, berlangsung tanpa halangan. Segera, Lian Haocun bertatap muka dengan Ares. Tentunya, Ares merasa terkejut dengan sosok yang tiba-tiba muncul di depan sel nya. Lalu, Ares tertawa terbahak-bahak, dan melontarkan berbagai penghinaan kasar kepada Lian Haocun, meski ia tidak mengetahui siapa Lian Haocun.


Lian Haocun menatap Ares dengan tatapan dingin, yang membuat bulu kuduk Ares terdiri. Lalu, Lian Haocun memberikan tekanan sekuat Golden Core Formation Stage kepada Ares, lalu, melingkupi Qi Spiritualnya di sekitar mulut dan hidung Ares, sehingga Ares tidak dapat bernafas.


“Ini sebagai balasan atas orang-orang yang telah kau permalukan selama ini.” Kata Lian Haocun dengan nada sedingin es di kutub utara.


‘Dan, sebagai balasan karena kau telah mempermalukan ku di kehidupan sebelumnya.’ Lanjut Lian Haocun dalam batinnya.


Dan begitulah Ares mati, tanpa bisa bersuara sedikitpun. Bagaimanapun, tekanan Golden Core Formation Stage tidak bisa diremehkan, apalagi kalau lawannya adalah seorang manusia biasa. Di bawah tekanan penuh Lian Haocun, organ internal Ares rusak lalu ia mati karena sesak nafas, tanpa bisa mengatakan apa-pun. Penyiksaan yang ia lakukan sebelumnya, dibalas dengan penderitaannya sebelum kematian.


Selepas membunuh Ares dengan metode tak terduga, Lian Haocun kembali ke sel tempatnya tinggal untuk menjemput ‘mini Lian Haocun’. Namun, sayangnya, setelah sampai Lian Haocun tidak menemukan keberadaan ‘mini Lian Haocun' di mana pun. Setelah bertanya kepada gladiator di sekitarnya, Lian Haocun mengetahui kalau ‘mini Lian Haocun' lagi-lagi dikirim ke pertandingan tanpa sepengetahuannya.


'Semoga belum terlambat.' Batin Lian Haocun cemas, lalu berlari ke arena tempat 'mini Lian Haocun' bertarung.


...****************...


Happy Valentine's Day semuanya! Maaf telat satu hari, Haha. Sampai jumpa di episode selanjutnya! God Bless You All!