
Tiba-tiba pedang hitam muncul di tangan kanan Lian Haocun. Niat membunuh yang kuat segera menguar dengan pedang hitam sebagai sumbernya. Merasakan niat membunuh dari pedang hitam, beberapa binatang ajaib segera berbisik satu sama lain dengan bahasa yang Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan tidak mengerti.
Lian Haocun tidak memedulikan kerumunan binatang ajaib yang mulai berisik dan segera menyerang macan putih. Macan putih juga berlari dengan keempat kakinya ke Lian Haocun. Mereka lagi-lagi bertemu di tengah lingkaran, dan pertarungan tangkis-menangkis pun dimulai.
Lian Haocun menyerang macan putih dengan pedang hitamnya. Gerakan pedangnya sangat cepat sehingga mata Lian Huanran dan Long Yuan tidak bisa mengikutinya. Mereka hanya bisa melihat bayangan pedang tersebut bergerak, melakukan gerakan menebas, menusuk dan menangkis serangan dari cakar macan putih. Begitu juga dengan tikus dan kerumunan binatang ajaib, sehingga mau tidak mau mereka mengakui bahwa Lian Haocun memang kuat.
Dentingan logam dan cakar macan putih terdengar terus-menerus. Setelah hampir lima puluh pertukaran serangan, terdengar retakan dari cakar macan putih yang terlihat sangat kokoh dan tajam. Bagaimanapun Lian Haocun menggunakan Qi Spiritualnya di setiap serangan pedangnya, jadi hal tersebut agak wajar.
Macan putih menggeram marah sebelum berlari mundur, tetapi tentu Lian Haocun tidak akan membiarkannya. Jadi ia menggunakan Gerakan Kedua dari Gerakan Teratai Biru yang bisa melumpuhkan lawannya untuk sementara waktu.
Dalam sekejap, empat bayangan pedang beraura biru yang dingin, melesat ke arah macan putih dan menyerang ke-empat lutut macan putih mengikuti gerakan dari pedang Lian Haocun. Walaupun jarak Lian Haocun dengan macan putih tidak terlalu dekat, pedang hitam dan pedang beraura biru dingin yang transparan seperti memiliki ikatan yang tidak terlihat.
Macan putih terkejut dengan serangan dari jarak jauh tersebut, tetapi reaksi macan putih masih sangat cepat. Meskipun macan putih tidak bisa bergerak dan hanya bisa berdiam diri di tempat, macan putih segera membuat lusinan kristal-kristal dan belati dari elemen esnya untuk menyerang Lian Haocun.
Melihat itu, tanpa diduga, Lian Haocun tidak mundur sama sekali. Dalam sekejap, pedang hitam Lian Haocun dijalari oleh kobaran api yang membara! Suhu di sekitarnya menjadi sangat panas sehingga memengaruhi tikus dan kerumunan binatang ajaib yang menonton, tetapi macan putih yang memiliki elemen es, tidak terpengaruh banyak oleh suhu yang panas.
Meski begitu, entah kenapa, macan putih yang bisa dibilang tidak terkalahkan, merasa kegelisahan dan kecemasan merasuki hatinya saat merasakan suhu elemen api Lian Haocun. Lian Haocun tidak mengetahui mengenai perasaan gelisah macan putih, Lian Haocun hanya berlari dengan sangat cepat menuju ke macan putih! Dengan pedang hitamnya ber-apinya di salah satu tangannya, Lian Haocun terlihat sangat keren di mata Lian Huanran dan Long Yuan.
Saat itu juga, macan putih menyerbu Lian Haocun dengan kristal dan belati es-nya! Tetapi Lian Haocun tidak menghindar atau mundur sama sekali, ia menangkis kristal mau pun belati es yang bergerak sangat cepat ke arahnya. Tentu saking cepatnya tangkisan pedang Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan hanya bisa melihat bayangan-bayangan pedang Lian Haocun berkelebatan menangkis kristal serta belati yang juga menyerbu sama cepatnya.
‘Orang ini benar-benar sangat mahir dalam pedang.’ Batin macan putih mengakui kemahiran Lian Haocun dalam berpedang.
Jadi macan putih memutuskan untuk melepaskan puluhan kristal-kristal es yang tajam secara bersamaan ke Lian Haocun. Lian Haocun yang melihat kristal-kristal tajam tersebut, menangkisnya dengan sayatan memutar dengan pedangnya di tangan kanan! Dalam sekejap, puluhan kristal-kristal es menjadi bola-bola super kecil yang bersinar sebelum menghilang.
Sambil menangkis serangan-serangan elemen es dari macan putih, Lian Haocun juga semakin mendekati macan putih. Perasaan cemas dan gelisah yang dirasakan macan putih mulai berkobar lagi saat Lian Haocun semakin mendekat, namun macan putih tidak bisa bergerak sama sekali. Bagaimanapun itu hanya belasan detik setelah Lian Haocun melepaskan Gerakan Kedua dari Gulungan Gerakan Teratai Biru dan menangkis serangan-serangan dari macan putih!
Memang Lian Haocun mengalami kesulitan, namun kecepatannya tidak berkurang sama sekali! Bahkan macan putih merasa kecepatan Lian Haocun bertambah.
Dalam sekejap, Lian Haocun berhasil menangkis semua kristal atau pun belati yang menyerangnya! Lalu Lian Haocun yang sudah berjarak cukup dekat dengan macan putih, mulai melontarkan serangan kepada macan putih.
Untuk sesaat, macan putih merasa Lian Haocun bagai iblis bermata merah saat Lian Haocun berlari dengan cepat ke arahnya.
Untungnya, saat serangan Lian Haocun sudah semakin dekat dengan macan putih, efek lumpuh macan putih selesai. Jadi macan putih bisa segera menangkis pedang hitam ber-api Lian Haocun dengan cakarnya yang juga diliputi oleh aura es.
Lian Huanran yang menonton, berdecak kesal di dalam hati, ‘Ah! Padahal itu hanya beberapa detik!’
Wajah Lian Haocun tetap tanpa ekspresi dan membiarkan macan putih merasakan satu detik kemenangan di dalam hati macan putih. Kemudian tanpa diduga oleh siapa pun, Lian Haocun menendang macan putih yang sedang bersiap untuk menangkis serangan pedang dari Lian Haocun lagi.
Naga berwarna ungu transparan melingkari kaki yang digunakan oleh Lian Haocun untuk menendang macan putih dan segera terdengar suara dentuman keras. Macan putih segera melesat ke tanah yang sudah berada di luar arena. Asap timbul dari tanah tersebut. Setelah asap agak memudar, terlihat cetakan tanah yang cukup dalam dengan macan putih yang sudah pingsan berbaring telentang di sana.
Luka memar ungu bekas tendangan Lian Haocun terlihat di perut macan putih. Melihat itu, kerumunan binatang ajaib meledak dalam amarah. Jika bukan karena perintah pemimpin Hutan Mofa sebelumnya, kerumunan binatang ajaib ini akan langsung menerjang ke arah Lian Haocun secara bersamaan dan mencabik-cabiknya.
Begitu pula dengan tikus yang melihat luka-luka di tubuh macan tutul yang dihasilkan oleh Lian Haocun, tikus merasakan ledakan kemarahan yang sangat kuat dari hatinya. Meski marah, mereka juga tidak lupa membawa macan putih yang sudah pingsan ke tenda dan memberikannya pil obat.
Setelah memproses apa yang terjadi, refleks, Lian Huanran bersorak gembira untuk kemenangan Lian Haocun setelah melalui pertempuran yang menegangkan. Apa yang dirasakan Lian Huanran sangat kontras dengan apa yang dirasakan para binatang ajaib, jadi dalam waktu singkat, Lian Huanran menerima banyak tatapan tajam penuh niat membunuh dari para binatang ajaib.
Merasakan tatapan para binatang ajaib, Long Yuan yang takut bahwa Lian Huanran akan terpengaruh dan ketakutan di tempat, mengajaknya mengobrol dan berdiskusi mengenai pertandingan Lian Haocun sebelumnya. Hasilnya, cara Long Yuan sangat efektif, Lian Huanran mengabaikan tatapan menusuk dari para binatang ajaib dan hanya fokus bercakap-cakap dengan Long Yuan.
Lian Haocun yang menguras tidak sedikit tenaga dan Qi Spiritual untuk mengalahkan macan putih, sudah harus bertanding lagi melawan binatang ajaib yang ke-delapan. Bahkan pipi Lian Haocun masih mengeluarkan sedikit darah karena kristal es macan tutul. Bukan hanya itu, terdapat beberapa sayatan yang cukup dalam di tubuh Lian Haocun, hasil dari cakaran macan putih.