
Tidak lama kemudian, orang yang berpakaian baju hitam terbangun. Shen Wenhuan yang paling pertama menyadarinya dan melepaskan masker hitam yang menutupi wajah orang tersebut.
Orang tersebut tidak terlihat cantik maupun tampan, dia benar-benar terlihat seperti orang biasa di antara kerumunan orang biasa.
Perhatian orang tersebut tertuju pada Shen Wenhuan sejak terbangun, ia mencoba meludah ke arah Shen Wenhuan sebagai bentuk penghinaan, namun Shen Wenhuan terlebih dahulu menutup mulutnya dengan mantra sehingga orang tersebut hampir tersedak oleh ludahnya sendiri.
Kemudian orang tersebut mulai menyadari dirinya diikat dan mencoba membebaskan diri, namun orang tersebut tidak mengharapkan talinya begitu kuat dan erat.
Shen Wenhuan melangkah mundur dengan elegan dan berwibawa lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan orang tersebut. Sementara Lian Huanran dan Chao Bence merapat serempak ke dekat Lian Haocun yang sudah menyelesaikan kultivasi singkatnya untuk mengamati apa yang akan terjadi, sambil berdiskusi di sekitar Lian Haocun.
“Tidak diperbolehkan meludah. Sekarang kau hanya perlu menjawab pertanyaanku.” Kata Shen Wenhuan penuh tekanan seorang Nascent Soul stage.
Tekanan seberat gunung menimpa orang berbaju hitam tersebut sehingga orang tersebut tidak bisa bergerak. Keringat mulai mengucur dari dahi orang tersebut. Sedangkan Shen Wenhuan dengan santai mengeluarkan serulingnya dari cincin penyimpanannya seperti dia tidak memperhatikan keringat yang mengucur deras dari dahi orang berpakaian hitam.
Kemudian Shen Wenhuan memulai interogasinya, “Pertanyaan pertama. Di mana orang-orang yang hilang tersebut?”
Lalu mantra yang membuat orang berpakaian hitam tidak bisa berbicara, dilepaskan. Setelah mantra dilepas, orang berpakaian hitam mencoba meludah lagi, namun tidak bisa karena tekanan dari Shen Wenhuan yang semakin memberat dari waktu ke waktu.
Dengan peluh penuh keringat, orang tersebut menjawab pertanyaan Shen Wenhuan dengan nada yang penuh kesenangan akan balas dendam, “Tentu! Mereka sudah mati! Hahahaha, apa kau tau? Mereka menangis-,”
Shen Wenhuan memasang kembali mantra yang membuat orang berpakaian hitam tidak bisa berbicara.
Dengan nada dingin yang menusuk tulang, Shen Wenhuan berkata, “Tidak perlu kalimat tambahan.”
Meski tidak ada perubahan mendalam dari ekspresi Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran tau bahwa Guru mereka marah.
Lalu Shen Wenhuan bertanya pertanyaan kedua, “Di mana mayat-mayat orang-orang yang hilang?”
Setelah mantra dilepaskan, orang berpakaian hitam membentuk senyum lebar yang mengerikan sehingga Lian Huanran terpaksa memalingkan mukanya karena tidak tahan.
“Apa lagi? Tentu mereka dibakar! Tulang dan daging mereka dilebur satu persatu! Tapi orang-orang munafik itu pantas mendapatkannya! Ah, mengingat itu kembali-,”
Shen Wenhuan membungkam orang berpakaian hitam dengan mantra lagi.
Nada suara Shen Wenhuan yang dingin dan penuh tekanan membuat hati orang berpakaian hitam gemetar ketakutan.
“Siapa yang membantumu?” Shen Wenhuan mulai menanyakan pertanyaan ketiga sembari memberatkan tekanan pada orang tersebut.
Orang tersebut mulai bermain bodoh, “Hah? Apa yang kau katakan? Siapa yang membantuku?”
Shen Wenhuan menguatkan tekanan pada orang tersebut lagi sehingga orang tersebut harus membungkuk. Namun orang tersebut tidak menyerah sama sekali. Jadi Shen Wenhuan hanya bisa memainkan seruling yang sudah ia keluarkan sebelumnya.
Alunan melodi yang indah terdengar di ruangan tersebut. Namun orang berpakaian hitam hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai memekik kesakitan. Setiap detik terasa seperti di neraka, itulah yang dirasakan orang berpakaian hitam tersebut.
Dua menit setelah alunan melodi, orang berpakaian hitam tersebut mulai berteriak kalimat lain setelah pekikan kesakitan, “Aku akan memberitahumu! Aku akan memberitahumu! Tolong hentikan lagu tersebut! Kumohon!”
Shen Wenhuan berhenti memainkan serulingnya namun tidak memberikan orang tersebut istirahat sama sekali.
Shen Wenhuan mengulang pertanyaannya dan orang tersebut menanggapi dengan suara gemetar, “Dia-dia memakai jubah hitam! Ya jubah hitam! Se-te-lah itu, apa lagi!? Apa lagi!?” Pekik orang tersebut.
Karena pekikannya lumayan keras, Lian Huanran dan Chao Bence menutup telinga mereka lagi dengan tangan mereka masing-masing. Sementara bahkan Lian Haocun tidak bergeming sedikitpun, ia hanya melihat orang berpakaian hitam dengan serius.
Shen Wenhuan mengerutkan keningnya sebelum membuat orang berpakaian hitam pingsan dengan lantunan melodi dari serulingnya.
Setelah menyimpan serulingnya, Shen Wenhuan bertanya kepada Lian Huanran, “Bagaimana menurutmu, Huanran?”
Lian Huanran tidak mengira pertanyaan akan ditujukan kepadanya, namun Lian Huanran dengan cepat menjawab, “Ku pikir ingatan orang tadi sudah dihapus atau dikacaukan oleh orang yang membantunya. Dan dengan ini, ehm..., bisa dipastikan bahwa orang yang membantunya adalah ‘pemimpin’.”
Shen Wenhuan mengangguk dan berkata, "Mantra untuk menghapus maupun mengacaukan ingatan. Ini adalah mantra-mantra terlarang yang seharusnya tidak boleh digunakan. Orang yang membantunya ini pasti bukan orang biasa.”
Lian Huanran terdiam sebentar mendengar perkataan Shen Wenhuan.
Lian Haocun mengutarakan pendapatnya, “Mungkin orang berpakaian hitam itu bisa memancing pemimpin tersebut keluar.”