The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 119 — Ujian Masuk Sekte Serigala Giok (2)



Setelah menghabiskan waktu kurang lebih tujuh menit berlari dengan kecepatan penuh melewati pohon-pohon rindang, mereka menemukan sebuah tenda merah yang diselingi warna putih. Lian Huanran menduga bahwa itu adalah lokasi ujian penyerangan. Tidak, lebih tepatnya sudah pasti karena terdapat tanda ‘Ujian Penyerangan’ di atas ujung lancip tenda merah tersebut.


Lian Haocun, “Berhati-hatilah.”


Lian Huanran mengangguk dan mengeluarkan panah, begitu juga dengan Long Yuan, ia mengeluarkan belatinya. Lalu mereka berjalan beriringan ke tenda tersebut, Long Yuan menghadap ke belakang, Lian Huanran menghadap ke samping, sementara Lian Haocun berjalan santai ke depan.


Lian Huanran, “...” Bukankah Kakak meminta kami untuk berhati-hati? Kenapa Kakak sendiri tidak berhati-hati!?


Hal yang sama dipikirkan juga oleh Long Yuan. Dan tanpa diduga, panah tiba-tiba melesat dari samping kanan Lian Haocun! Lian Haocun melangkah mundur satu langkah dan menangkap panah tersebut saat sedang melesat melewatinya.


Lian Huanran dan Long Yuan, “...” Baiklah...


Kemudian suara seseorang terdengar dari depan Lian Haocun diiringi dengan suara tepuk tangan, “Refleks yang sangat bagus.... Ngomong-ngomong, kalian adalah kelompok peserta pertama yang datang ke sini. Waktunya, hm..., cuma enam menit? Padahal seharusnya tidak secepat itu, apa kalian menggunakan cara curang?”


Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan bisa merasakan tatapan laki-laki di hadapan mereka menajam kala mengatakan kalimat terakhir. Tetapi, tentu, Lian Haocun tidak takut sama sekali pada laki-laki asing berambut kecokelatan di hadapannya. Jadi, tanpa rasa gemetar yang diperkirakan oleh laki-laki berambut, Lian Haocun berkata, “Kami tidak melakukan kecurangan.”


Laki-laki berambut cokelat dan bermata biru itu tersenyum dan berkata, “Iya, iya. Kalau begitu, biarku beritahu peraturan ujian penyerangan di dalam tenda. Silakan masuk...”


Lian Haocun dan kelompoknya melangkah masuk ke dalam tenda berwarna merah. Tenda itu cukup luas, terdapat satu lingkaran berukuran sedang di tengah tenda tersebut, yang Lian Haocun duga merupakan arena.


Lalu Lian Haocun mengamati sekelilingnya dan menemukan sebuah papan dari kayu yang memiliki ukiran tulisan yang cukup jelas, itu merupakan peraturan-peraturan untuk ujian penyerangan. Terdapat juga beberapa hiasan kecil untuk memperindah interior di dalam tenda serta kursi yang Long Yuan duga, untuk penguji duduk.


Laki-laki berambut cokelat yang merupakan penguji ujian penyerangan, berkata, “Kalian bisa melihat kan kata-kata di papan ini? Tapi, karena kalian merupakan peserta pertama yang tiba, aku akan memberikan hak istimewa kepada kalian. Biar kujelaskan, jadi peraturan-peraturan dari ujian penyerangan yaitu:



Tidak diperbolehkan menggunakan kekuatan elemen, teknik dan gerakan yang dipelajari. Hanya diperbolehkan menggunakan senjata-senjata sesuai keahlian masing-masing peserta, contoh, pedang, tombak, panah dan lain-lain.


Jika peserta berhasil menorehkan luka pada penguji sebanyak sepuluh kali, ia akan mendapatkan sepuluh poin. Intinya, setiap luka yang berhasil ditorehkan pada penguji, bernilai satu poin.


Pengujian berlangsung selama tiga menit, jika peserta gagal menyelesaikan ujian, ia akan langsung didiskualifikasi.


Pengujian berlangsung di dalam arena lingkaran dan jika peserta mau pun penguji keluar dari arena satu sentimeter pun, ujian akan dianggap selesai. Peserta akan dinyatakan gagal, sementara jika penguji yang keluar dari arena, peserta akan mendapatkan poin maksimal, yaitu sepuluh poin.


Setiap peserta hanya dapat mencoba ujian penyerangan satu kali.



Lebih baik kalian tidak mencoba-coba melanggar peraturan.”


Lian Huanran bertanya, “Ini..., murni keahlian kita dalam senjata kita masing-masing?”


Laki-laki berambut cokelat selaku penguji ujian penyerangan, menganggukkan kepalanya mengiyakan.


Penguji mengangguk dan menjelaskan sambil tersenyum, “Aku tidak akan menyerang kalian, hanya bertahan dari serangan kalian. Jadi tenang saja...”


Meski dikatakan seperti itu, Long Yuan tetap merasa rumit, bagaimanapun, ia merasa bahwa ujian ini pasti akan sangat mudah diselesaikan. Pasalnya, penguji yang akan menguji mereka bahkan bukan ras naga dengan pertahanan terkuat di antara semua ras. Ditambah, tingkat kultivasinya yang bahkan tidak setara dengan Lian Haocun dan Lian Huanran, ia hanya setingkat Core Formation stage.


Meski itu cukup untuk melawan peserta dengan Foundation Building stage, jelas hasilnya akan berbeda untuk melawan Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan menyembunyikan tingkat kultivasi mereka yang sebenarnya.


Penguji, “Siapa yang ingin maju pertama kali?”


Lian Haocun melangkah maju, penguji tersenyum lebar dan berkata, “Berikan gulungan formulirku kepadaku.”


Lian Haocun tidak langsung memberikan gulungan formulirnya, malah ia menatap tajam kepada penguji. Bagaimanapun, bagaimana Lian Haocun bisa benar-benar yakin, bahwa laki-laki di hadapannya bukan peserta juga.


Tentu, laki-laki berambut cokelat itu mengerti kekhawatiran Lian Haocun, jadi ia berkata, “Kalau begitu berikan kepada salah satu anggota kelompokmu saja. Bagaimanapun, memegang gulungan formulir di satu tangan sambil menyerangku pasti tidak akan nyaman kan?”


Lian Haocun memberikan gulungan formulir yang digenggamnya selama perjalanan kepada Lian Huanran. Kenapa tidak disimpan di cincin penyimpanan? Karena, gulungan formulir tersebut sudah diberikan mantra dan tidak bisa dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan. Tentu, itu demi tidak terjadinya kecurangan dalam kompetisi.


Tanpa ragu-ragu, Lian Haocun memasuki arena, begitu juga dengan penguji tersebut. Penguji tersebut tersenyum sambil memperhatikan gerak-gerik Lian Haocun.


Kedua lawan memasuki arena, berarti ujian sudah dimulai. Tanpa ragu-ragu, Lian Haocun mengeluarkan pedang hitamnya, Jianheng dan melesat ke arah penguji yang masih tampak sangat santai.


Penguji itu tetap diam di tempat, seakan-akan menanti serangan Lian Haocun. Tentunya, Lian Haocun tidak menggunakan kekuatan penuh dalam serangannya, pasalnya akan merepotkan jika tingkat kultivasinya yang sebenarnya diketahui, jadi ia membatasi kekuatannya hingga Foundation Building stage 6.


Lian Haocun mengayunkan pedang hitamnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Bahkan penglihatan Lian Huanran dan Long Yuan hampir tidak bisa mengikutinya. Penguji sangat terkejut dengan serangan Lian Haocun yang memiliki kecepatan tidak manusiawi untuk seumurannya dan terlambat menghindar! Segera dua luka goresan ditorehkan di tubuh penguji.


Penguji masih tampak cukup santai, bahkan ia tersenyum dan berkata, “Dua poin. Selamat! Aku benar-benar tidak menduga kau sangat cepat!”


Tentunya, Lian Haocun tidak memedulikan omong kosong penguji tersebut. Ia segera menindaklanjuti dengan serangan lainnya! Sayangnya, kali ini penguji sudah lebih waspada, serangan Lian Haocun berhasil dihindari oleh penguji!


Lian Haocun tidak terlalu terkejut, pasalnya ia menekan tingkat kultivasinya sampai ke Foundation Building stage 6 dan juga sedikit menurunkan kecepatannya. Bagaimanapun ia tidak ingin menjadi terlalu mencolok dan dicurigai oleh penguji, walaupun penampilannya saja sudah cukup untuk menarik perhatian banyak orang.


Penguji itu tersenyum tipis yang memberikan kesan sangat misterius, dan lagi-lagi berhasil menghindari serangan dari Lian Haocun dengan jarak yang sangat tipis! Lian Haocun yang tidak berniat untuk membuang-buang waktu, langsung melontarkan dua serangan kilat yang sangat cepat! Sehingga tampak seperti dilakukan bersamaan.


Terlihat dua sayatan melesat ke arah penguji. Penguji yang sedikit terpojok, menghela nafas di dalam hatinya dan menyilangkan kedua tangannya! Seketika, terdengar dentingan logam yang agak memekakkan telinga.


‘Pantas penguji itu sangat percaya diri, karena penguji itu memiliki elemen metal!’ Batin Lian Huanran.


Di sela-sela menahan serangan bertubi-tubi Lian Haocun, penguji masih sempat-sempatnya bertanya, “Apakah itu teknik?”


Sambil melontarkan serangan lagi, Lian Haocun menjawab, “Tidak, sayatan itu tercipta karena keahlian ku dalam seni pedang.”


‘Sangat percaya diri dan agak sombong.’ Batin Penguji sambil menampakkan senyum lebar.