
Lian Huanran lagi-lagi gemetar ketakutan, dan relfeks ia bertanya untuk meredakan ketakutannya, “Dari mana suara itu?”
Yun Shao yang tidak ahli membaca emosi seseorang, bahkan bisa mengetahui bahwa saat ini Lian Huanran ketakutan.
Sementara Qian Wenwu berkata dengan malu-malu, “Labirin ini dibuat bukan dengan Qi Spiritual, ku merasakan adanya energi roh jahat, lawan kita saat ini adalah roh jahat, tapi ku tidak bisa menentukan lokasi pastinya di mana roh jahat itu berada...”
Lian Haocun langsung menyadari kejanggalan. “Bagaimana kau bisa mendeteksi energi roh jahat?” Tanya Lian Haocun dengan nada dingin.
Tanpa ragu-ragu, Yun Shao menanggapi, “Eh, kau tidak tau? Dia adalah anggota dari ras yang selalu diagung-agungkan oleh semua orang, ras malaikat...”
Lian Haocun, Lian Huanran, Long Yuan, “...”
Lian Huanran melupakan ketakutannya sejenak dan mengamati Qian Wenwu dari atas ke bawah dengan intens. Hasil dari observasi Lian Huanran, ia benar-benar tidak bisa menemukan ciri-ciri malaikat yang sering dirumorkan pada Qian Wenwu, terlihat percaya diri, ramah, berani, dan memiliki sayap berwarna putih.
Qian Wenwu menundukkan kepalanya malu saat Lian Huanran mengamatinya dari atas sampai bawah.
Lalu, tanpa rasa bersalah, Lian Huanran berkata, “Kau benar-benar tidak seperti ras malaikat yang dirumorkan, Wenwu... Oh, ada.., rambut perakmu!”
‘Jleb’
Entah mengapa, Yun Shao bisa mendengar kata-kata Lian Huanran menusuk tepat di ulu hati Qian Wenwu. Meski begitu, Yun Shao mengetahui bahwa Lian Huanran tidak berniat buruk, ia hanya mengutarakan apa yang dipikirkannya. Namun, Yun Shao takut Qian Wenwu akan salah paham, sehingga Yun Shao berkata, “Huanran, jangan menggoda Wenwu.. Dia benar-benar sangat pemalu.”
Ketakutan Lian Huanran yang sebelumnya mereda, kembali seketika ketika ia melihat lorong gelap tanpa pencahayaan sedikit pun. Meski begitu, anehnya Lian Huanran bisa melihat dengan jelas Kakaknya, Long Yuan, Yun Shao, Qian Wenwu mau pun Bai dan Cheng. Tentu, Lian Haocun juga merasakan keanehan tersebut, tetapi ia tidak terlalu memedulikannya dan hanya melangkah maju ke dalam lorong yang gelap.
Lian Huanran menanggapi Yun Shao dengan permintaan maaf kepada Qian Wenwu, lalu segera menyusul Lian Haocun yang mulai berjalan lurus. Kemudian Yun Shao, Long Yuan, Bai, Cheng dan Qian Wenwu juga mengikuti Lian Huanran dari belakang.
Selama perjalanan, Lian Huanran mencoba meredakan ketakutannya dengan meramaikan suasana. Long Yuan yang mengetahui itu, menanggapi Lian Huanran dengan kalimat yang lebih panjang dari biasanya.
Setelah berjalan sekitar lima menit, Lian Haocun berhenti dan membuat goresan di dinding beton hitam dengan pedangnya, namun tanpa diduga, goresan itu langsung menghilang seketika! Meski sangat gelap, Lian Haocun selalu terbiasa dengan kegelapan, sehingga ia masih bisa melihat goresan yang ia buat menghilang dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
Sementara Yun Shao, Lian Huanran, Long Yuan dan Qian Wenwu menatap Lian Haocun bingung. Pasalnya karena gelap, mereka tidak bisa melihat apa yang dilakukan Lian Haocun. Setelah mencoba sebanyak tiga kali, Lian Haocun menyerah dan menatap ke atas. Hanya kegelapan yang terlihat saat Lian Haocun mendongakkan kepalanya.
Lian Huanran yang penasaran dengan tindakan Kakaknya, bertanya, “Kak, apa yang Kakak lakukan?”
Lian Haocun tidak menjawab, dan tanpa diduga, tiba-tiba melompat! Tangan Lian Haocun yang mengulur ke atas tidak mencapai apa-pun, yang artinya tidak ada penutup yang menutupi labirin tersebut. Kemudian, Lian Haocun meminta Yun Shao dan yang lainnya untuk mundur, lalu ia mundur, berlari dan melompat memanjat dinding.
Sengatan listrik menjalari telapak tangan Lian Haocun yang bersentuhan dengan dinding, tapi anehnya, meski lompatan Lian Haocun lumayan tinggi, ia tidak dapat meraih ujung tembok tersebut! Lian Haocun yang sudah memperkirakan ini, berkata setelah kakinya kembali menyentuh tanah, “Ayo lanjutkan.”
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menjelajahi labirin. Setelah perjalanan entah berapa lama, akhirnya mereka menemukan sebuah persimpangan. Masih dengan ekspresi pura-pura berani, Lian Huanran bertanya, “Apa kita akan berpencar?”
Tanpa ragu-ragu, Lian Huanran mengangguk dan berkata, “Ku melihat ada 3 persimpangan, kalian bisa membagi grup sesuka kalian, tetapi Huanran akan bersamaku.”