The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 156 — 'Keunikan' Shen Nong



Suasana menjadi hening sejenak, bagaimanapun siapa yang akan menduga kalau salah satu dari ketiga alkemis di Benua Afer, akan memiliki kelainan. Meski terkejut, Lian Haocun dan Long Yuan tidak menampakkan rasa keterkejutan mereka di ekspresi wajah mereka.


Shen Nong menghela nafas dalam, lalu menjelaskan, “Kelainan ini, disebut dengan alter ego. Apa kalian berdua pernah mendengarnya?”


Long Yuan pernah mendengar sekilas mengenai kelainan ini, tetapi ia tidak menyangka akan bisa menemui seseorang yang mengidap alter ego di dalam hidupnya. Sementara, Lian Haocun yang suka membaca buku saat masih kecil ditambah bekal ilmu dari kehidupan pertamanya, tentu mengetahui kelainan alter ego ini.


Alter ego adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua kepribadian yang berbeda. Penderita alter ego mengalami kehidupan ganda di dalam kehidupannya. Berbeda dengan kepribadian ganda, penderita alter ego masih sadar dan dapat mengingat apa yang terjadi meski kepribadian kedua menguasai tubuh, serta kepribadian utama sepenuhnya memiliki kontrol terhadap kepribadian kedua.


Lian Haocun dan Long Yuan mengangguk bersamaan. Shen Nong melihat reaksi Lian Haocun dan Long Yuan yang tenang, dan menghela nafas lega di dalam hati.


Bagaimanapun, Shen Nong pernah mengakui hal ini kepada orang yang ia anggap dekat dengannya, tetapi sayangnya, reaksi orang tersebut adalah penolakan, ia menganggap Shen Nong sebagai orang yang ‘cacat’ dan merasa bahwa Shen Nong tidak pantas berteman dengannya.


Semenjak itu, Shen Nong memutuskan untuk mengubur rahasia ini dalam-dalam, tetapi, ia memutuskan untuk mengakuinya kepada Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan.


Pasalnya, ia merasa bahwa Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan tidak akan seperti temannya itu ditambah, hubungan yang mau berjalan baik, harus didasarkan kejujuran. Dan sekarang, Shen Nong merasa lega karena memutuskan mengakuinya, meski ia sempat ragu-ragu sesaat.


“Jadi, apa yang menemui kami pertama kali adalah kepribadian utamamu, atau kepribadian keduamu?” Tanya Lian Haocun memecahkan suasana hening.


Shen Nong menjawab, “Kepribadian keduaku, namanya Yan.”


Lian Haocun mengangguk mengerti, lalu bertanya, “Apa kau ingin memberitahu ini ke Huanran juga?”


Long Yuan bertanya, “Kenapa Tetua Shen sangat yakin Huanran akan berhasil lolos tes ketiga? Ehm, maksudku bertanya ini..., bukan karena aku tidak mempercayai Huanran tidak bisa melakukannya, tapi..., ku hanya ingin tau...”


Shen Nong menjelaskan, “Aku percaya, dia bisa melakukannya, karena saat tes kedua, sebenarnya, ku menduga kalau Huanran hanya bisa melakukannya sebanyak tiga sampai lima kali, tapi, haha, ku tidak menduga, dia bisa melakukannya tujuh kali. Hal ini benar-benar melampaui ekspetasiku...”


Long Yuan mengembangkan senyum lebar, dan merasa turut senang untuk Lian Huanran.


Sementara, saat Lian Haocun, Long Yuan dan Shen Nong mengobrol, Lian Huanran mati-matian menyelesaikan tes ketiga yang diberikan oleh Shen Nong.


Pertama-tama, ia mengenali dulu setiap ciri-ciri tanaman yang berada di keranjang tersebut, terus ia mulai mencari dimana rak tanaman obat tersebut berada. Lalu, jika Lian Huanran menemukan tanaman obat yang tidak diketahuinya, ia akan mencari kelompok tanaman obat tersebut dengan cara manual.


Mengenali dan menyesuaikan tanaman obat dengan rak tanaman obat tersebut, menghabiskan sebanyak waktu sepuluh menit penuh. Setelah itu, Lian Huanran tidak berani membuang-buang waktu lagi, dan mulai mengelompokkan semua tanaman-tanaman obat yang berada di keranjang besar tersebut.


Melakukannya secara manual, sangat menghabiskan waktu, sehingga saat sedang bekerja, otak Lian Huanran terus menerus mencari solusi untuk menyelesaikan pengelompokan ini dengan cepat.


Setelah lima menit berkutat dengan tanaman obat, Lian Huanran berhasil menemukan solusi dari salah satu masalahnya. Ia menggunakan elemen kayunya dan membentuk beberapa mangkuk dari batang kayu, lalu, Lian Huanran meletakkan semua tanaman obat berdasarkan kelompoknya di mangkuk-mangkuk itu, kemudian, ia mengendalikan mangkuk itu untuk menuangkan isinya, sesuai dengan rak tempat tanaman obat lainnya berada.


Efisiensi Lian Huanran sedikit meningkat, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah utamanya. Karena ini pertama kalinya, Lian Huanran berurusan dengan tanaman obat, ia tidak berani mencoba untuk mengelompokkan tanaman obat menggunakan elemen kayunya, pasalnya, bisa saja, ia salah mengelompokkan, ditambah Lian Huanran tidak bisa membagi fokusnya dengan mudah seperti Lian Haocun.


Jadi, Lian Huanran memutuskan untuk menggunakan cara manual untuk mengelompokkan tanaman-tanaman obat di keranjang besar tersebut. Meski menghabiskan waktu dan tidak terlalu efisien, Lian Huanran memutuskan untuk mengambil jalan aman.