
Shen Wenhuan menghela nafas, bagaimanapun Lian Huanran masih anak-anak. Lian Huanran terlihat ketakutan dan berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya,
‘Apa bisa daging manusia dimasak seperti ini? Bukankah ini berarti mereka tidak menghormati manusia yang mati tersebut?’
Suasana menjadi hening sejenak, tidak ada yang berbicara dan perlahan-lahan Lian Huanran menenangkan dirinya.
Dengan gigi terkatup, Lian Huanran berkomentar untuk melampiaskan kemarahannya dengan suara yang terdengar berbisik, “Bagaimana bisa ada orang yang begitu kejam!”
Namun ketiga orang lainnya di ruangan tersebut masih bisa mendengarnya.
Shen Wenhuan merasa sedikit enggan di dalam hati namun ia tau bahwa supaya Lian Huanran bisa bertahan, dia harus menjadi kuat, yang pastinya tidak akan mudah.
‘Mengetahui bahwa dunia ini lebih kejam daripada yang dipikirkannya hanya langkah pertama.’ Pikir Shen Wenhuan mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Lian Huanran mengetahui bahwa Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Chao Bence menunggunya untuk tenang terlebih dahulu sebelum memulai diskusi jadi ia berkata, “Aku sudah tenang.”
Chao Bence tidak berbasa-basi ataupun mengatakan kata-kata penghiburan dan langsung mengutarakan pendapatnya, “Pelayan-pelayan tadi bisa jadi merupakan ‘boneka’ seseorang yang diisi jiwa atau hanya ‘boneka’ yang mendapat perintah dari Tuannya. Lalu untuk makanan ini, bisa jadi mereka dari mayat orang-orang yang hilang di Jalan Nigra. Metode ini sangat berbeda dari kasus sebelumnya.”
Lian Haocun menambahkan penilaiannya, “Perkataan orang yang berbaju hitam itu tidak bisa dipercaya seluruhnya. Bagaimanapun bisa saja ingatannya dikacaukan. Sehingga bisa jadi makanan-makanan ini juga terdiri dari mayat-mayat kasus sebelumnya dan yang paling mungkin keduanya.”
Chao Bence mengangguk, begitu juga Lian Huanran yang mendengarkan.
Shen Wenhuan menambahkan, “Itu bisa dijelaskan mengapa tidak ada jejak mayat dari kasus pertama tapi kasus ini masih belum pasti berkaitan dengan kasus pertama.”
Chao Bence mengangguk lagi. Lian Huanran berkata, “Kalau dua kasus ini berbeda, pelaku sebenarnya juga bisa berbeda. Kasus sebelumnya, pemimpin yang sebenarnya tidak muncul sama sekali, tapi di kasus ini pelayan mengatakan bahwa ada tamu VIP di kamar lima yang kemungkinan besar adalah pemilik atau peminjam dimensi ini. Dengan kata lain, di kasus ini pelakunya langsung ‘menampakkan diri’ secara tidak langsung.”
Shen Wenhuan memuji Lian Huanran, “Huanran orang yang teliti. Itu bagus.”
Lian Huanran terlihat lebih ceria karena perkataan Gurunya dan senyum mengembang di wajahnya. Keceriaan Lian Huanran tanpa sadar memengaruhi suasana yang awalnya suram. Sehingga suasana menjadi lebih ceria.
“Kasus sebelumnya bisa, kita kesampingkan dulu. Sekarang kita harus menyelidiki tamu VIP di kamar lima.” Kata Shen Wenhuan dengan nada agak berat.
Shen Wenhuan berkata dengan nada seperti biasanya, “Penyelidikan ini sangat mungkin berbahaya dan nyawa kalian berisiko hilang. Jadi lebih baik, Guru saja yang pergi menyelidiki.”
Lian Huanran langsung menyuarakan ketidaksetujuannya, “Tidak bisa! Kalau begitu bukankah Guru akan dalam bahaya!? Setidaknya bawalah Chao Bence, Guru...”
Shen Wenhuan mentoleransi perilaku Lian Huanran yang bisa dibilang tidak sopan dan menggelengkan kepalanya, “Tidak bisa. Kalau Guru membawa Chao Bence, kalian tidak akan aman.”
Lian Haocun memotong dengan nada dingin, “Kalau begitu kami ikut.”
Shen Wenhuan menggelengkan kepalanya tidak setuju, dia terlihat tegas dan tidak ingin dibantah, “Tidak bisa, itu terlalu berbahaya. Seseorang yang setara Demigod Stage bisa dengan mudah membunuh kalian, Haocun, Huanran.”
Lian Huanran baru saja mau menyangkal perkataan Shen Wenhuan namun tiba-tiba muncul-lah satu orang tambahan di ruangan tersebut. Dia berdiri di belakang punggung Shen Wenhuan dan berada cukup dekat dengan Shen Wenhuan.
Kedatangannya bisa digambarkan dengan sangat mendominasi dan angkuh. Laki-laki itu berpakaian cukup bagus dan terlihat menawan.
Dia memiliki mata berwarna merah darah dengan rambut panjang yang sama warnanya dengan matanya. Dia terlihat cukup mirip dengan Tang Yelu namun aura di sekitarnya sangat berbeda dengan Tang Yelu.
Mata berwarna merah darah itu dipenuhi keangkuhan, ejekan, penghinaan dan pandangan memandang orang lain lebih rendah darinya. Laki-laki itu bersender dekat dengan kabinet kayu.
Perhatian Chao Bence tidak tertuju pada penampilan ataupun bagaimana orang tersebut datang diam-diam. Dia memperhatikan simbol di dahi laki-laki berambut merah. Simbol tersebut berbentuk kepala domba dengan dua tanduk yang terlihat jantan dan kokoh seperti simbol Zodiak Aries.
Teriakan tersebut terdengar agak panik. Chao Bence segera membuat pelindung di sekitar Lian Haocun dan Lian Huanran yang berada cukup dekat dengannya.
Entah kapan di tangan laki-laki berambut merah tersebut terdapat cambuk. Cambuk itu memiliki gagang pegangan berlapis emas yang mewah dan berwarna hitam pekat yang elegan dan menawan.
Shen Wenhuan bereaksi dengan cepat pada teriakan Chao Bence dan berniat untuk memasuki wilayah pelindung yang dibuat oleh Chao Bence, namun sebuah cambuk berwarna hitam pekat mengikat dan menariknya ke sisi lawan dengan sangat cepat, sehingga bahkan Shen Wenhuan tidak bisa bereaksi sama sekali.
Chao Bence bereaksi sangat cepat dan mengejar cambuk hitam yang mengikat Shen Wenhuan, namun dia terlambat dan Shen Wenhuan segera berada di sisi laki-laki berambut merah panjang. Laki-laki berambut merah terlihat puas.
Setelah mengetahui bahwa situasi tidak memungkinkan Chao Bence untuk mengambil kembali Shen Wenhuan, Chao Bence segera melompat mundur ke belakang tempat Lian Haocun dan Lian Huanran berada.
Setelah menarik Shen Wenhuan ke sisinya dan mengikat Shen Wenhuan lebih erat dengan cambuknya yang entah bagaimana bisa bergerak sendiri, laki-laki berambut merah memperkenalkan dirinya sendiri, “Baran Yangzuo, Jenderal Iblis Aries. Senang bertemu dengan kalian~~~.”
Lian Haocun sangat terkejut di dalam hatinya mendengar perkataan Jenderal Iblis Baran meskipun ia sudah menduganya.
‘Jenderal Iblis!?’ Batin Lian Haocun dan tatapannya memiliki sentuhan putus asa sekilas.
Sementara Lian Huanran merasa bingung dan agak linglung, ia tidak mengerti bagaimana situasi bisa berkembang sehingga seburuk ini. Kepanikan tumbuh di hati Lian Huanran tanpa bisa dikendalikan. Lian Huanran berusaha keluar dari pelindung tapi dia tidak bisa keluar sama sekali.
Sementara untuk pertama kalinya wajah tanpa ekspresi Lian Haocun memiliki ekspresi lain, yaitu ekspresi kecemasan dan kegelisahan.
Chao Bence terlihat tidak terkejut dengan identitas Jenderal Iblis Baran, tapi Chao Bence mengerutkan keningnya sehingga terbentuk kerutan yang cukup dalam.
Setelah memperkuat pelindung yang disekitar Lian Haocun dan Lian Huanran sehingga bisa menahan belasan serangan Jenderal Iblis Baran. Chao Bence mengabaikan teriakan Lian Huanran dari dalam yang tidak terdengar sampai ke luar, namun karena Chao Bence yang membuat pelindung ia bisa mendengarnya.
Lalu Chao Bence melesat ke tempat Shen Wenhuan yang mengambang berada.
Jenderal Iblis membuat cambuk hitamnya melilit tubuh Shen Wenhuan lebih kuat dan erat sehingga Shen Wenhuan merasa tubuhnya akan remuk dan hancur. Shen Wenhuan tidak berteriak karena rasa sakit, namun keringat yang bercucuran dari tubuhnya terlihat sangat jelas.
Melihat itu, Chao Bence tidak berhenti dan malah menambah kecepatan untuk mendekati Shen Wenhuan. Senyum mengejek dan meremehkan muncul di wajah Jenderal Iblis Baran. Dia memindahkan Shen Wenhuan kedepannya sebagai tameng untuk menerima serangan Chao Bence.
Chao Bence berhenti tepat waktu dan Jenderal Iblis tertawa mengejek melihat itu. Jenderal Iblis Baran benar-benar bersikap seperti menonton pertunjukkan.
Lian Haocun dan Lian Huanran yang tidak bisa keluar dari pelindung merasa panik di hati mereka. Tentu mereka mengetahui siapa Jenderal Iblis yang terkenal tersebut.
Jenderal Iblis Baran setara dengan Chao Bence, namun Jenderal Iblis memiliki keuntungan yaitu Shen Wenhuan sebagai sandera sehingga Chao Bence tidak bisa menyerang sembarangan.
Dan lagi meski Jenderal Iblis memiliki tingkat kultivasi yang setara dengan Chao Bence, belum tentu Chao Bence akan menang jika dia berhadapan satu lawan satu dengan Jenderal Iblis Baran.
Chao Bence mengeluarkan kata-kata makian di dalam hati. Setiap kali Chao Bence berpindah, Shen Wenhuan yang diikat erat oleh cambuk akan berpindah sama cepatnya untuk menghalangi serangan Chao Bence sehingga Chao Bence harus berhenti menyerang. Semakin cepat Chao Bence bergerak, maka cambuk itu akan bergerak sama cepatnya.
Diombang-ambingkan dengan kecepatan yang luar biasa, Shen Wenhuan masih mencoba untuk melepaskan diri dari cambuk. Namun usaha Shen Wenhuan sama sekali tidak berbuah hasil yang memuaskan bahkan cambuk itu malah mengikatnya lebih erat.
Chao Bence tidak bisa mengeluarkan teknik maupun elemennya, karena itu bisa berakibat fatal untuk nyawa Shen Wenhuan. Karena Shen Wenhuan tau bahwa ia tidak akan bisa melepaskan diri dari cambuk yang melilitnya, ia mencoba mengeluarkan kata-kata kepada Chao Bence namun dia tidak bisa melakukannya karena cambuk yang mengikatnya bergerak sangat cepat.
Jenderal Iblis Baran terlihat sedikit kebosanan setelah melakukan hal tersebut beberapa menit, ia bahkan menguap. Chao Bence yang melihatnya tambah geram dan mencoba meningkatkan kecepatan lagi, tapi sayangnya itu tidak berguna sama sekali.
Jenderal Iblis Baran bahkan tidak bergerak sesenti pun dari tempatnya tiba-tiba muncul bahkan tidak mengeluarkan teknik maupun elemennya. Hanya menggunakan cambuk sebagai senjata.
Tiba-tiba Jenderal Iblis Baran mengeluarkan tawa mengejek yang terdengar ke seluruh ruangan.