
Pertandingan Tang Yelu dan Wu Shilin tidak berlangsung lama dan bisa dibilang cukup singkat.
Lawan Tang Yelu dan Wu Shilin tidak memiliki level kultivasi yang lebih tinggi dari Wu Shilin dan Tang Yelu maupun keunggulan lainnya. Bisa dibilang pertarungan itu berat sebelah.
Lian Huanran mengeluh dengan nada bercanda di hadapan Tang Yelu dan Wu Shilin yang sudah menyelesaikan pertandingan mereka dan berhasil lolos dari babak selanjutnya.
Wu Shilin menanggapi dengan senyuman sedangkan Tang Yelu memberitahukan Lian Huanran pentingnya keberuntungan dengan nada sok serius.
Mereka bertiga mengobrol cukup lama sebelum Wu Shilin dipanggil oleh anggota sektenya untuk kembali ke penginapan terlebih dulu dan beristirahat.
Tang Yelu dan Lian Huanran menghela nafas sedih, meski baru mengenal selama sehari, Wu Shilin merupakan orang yang menyenangkan sehingga mereka berharap agar bisa berbicara, bermain dan bertarung bersama lagi. Apalagi mereka bertiga merasa sudah sangat dekat seperti saudara.
Tang Yelu, Lian Huanran, Luo Bowen dan Chun Ming mengucapkan salam perpisahan kepada Wu Shilin. Lian Haocun yang dipaksa oleh Lian Huanran untuk mengucapkan salam perpisahan berkata dengan dingin namun tulus,
“Terima kasih. Sampai jumpa.”
Wu Shilin tersenyum tulus sebagai tanggapan dan membalas, “Sampai jumpa!”
Karena jumlah tim yang berjumlah ganjil, dua puluh lima tim. Tim yang kalah mendapatkan kesempatan dua kali untuk bertanding dengan cara diundi, entah karena sabotase atau benar-benar kebetulan, Kong Jun dan Du Dishi menjadi perwakilan tim yang kalah.
Lian Haocun dan Lian Huanran yang menonton pertandingan hingga selesai mendengus kesal, lebih tepatnya hanya Lian Huanran, karena Lian Haocun bahkan tidak berekspresi sama sekali, tapi matanya menjadi lebih dingin tanpa di sadari siapa pun.
Tang Yelu, Luo Bowen dan Chun Ming menenangkan Lian Huanran yang kesal. Saat itu, Shen Wenhuan, Penatua Hong dan Penatua Rong menghampiri Lian Haocun, Lian Huanran, Tang Yelu, Luo Bowen dan Chun Ming untuk mengajak mereka untuk mencari restoran.
Saat itu sudah sore hari menjelang malam, jadi mereka mencari restoran untuk makan malam, meski mereka tidak memerlukan makanan maupun merasa lapar. Kelompok Sekte Langit Biru makan sambil mengobrol dan berdiskusi mengenai kemampuan-kemampuan orang-orang yang berpartisipasi di Konferensi Daffodil.
Lalu segera kembali ke penginapan dan beristirahat untuk menyiapkan babak ke-tiga keesokan harinya. Namun Lian Huanran tidak segera beristirahat seperti yang lainnya. Ia diam-diam memasuki kamar Lian Haocun yang memiliki sedikit penerangan hingga kamar itu gelap gulita.
Kamar Lian Haocun gelap dan terasa menyeramkan hingga membuat Lian Huanran ketakutan, karena Lian Huanran tidak suka suasana yang menyeramkan. Lian Haocun yang menyadari keberadaan Lian Huanran segera menghampiri Lian Huanran yang terlihat sangat waspada dan berhati-hati.
“Ada apa?” Tanya Lian Haocun dengan nada seperti biasanya.
Lian Huanran tidak menjawab dan meminta Lian Haocun untuk menyalakan lampu terlebih dahulu dengan suara gemetar, “Kakak! Nyalakan lampu dulu!”
Lian Haocun segera menyalakan lampu dan kamar itu menjadi terang benderang. Lian Huanran segera menghela nafas lega. Lian Haocun menyilangkan tangannya sambil bersender di dinding lalu mengulangi pertanyaan yang sama seperti tadi dengan nada yang sama persis, “Ada apa?”