The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 54 — Kembali ke Sekte Langit Biru



Shen Wenhuan menanggapi, “Mungkin iya dan mungkin tidak. Kalau orang ini sepenting itu, pemimpin ini akan mengawasi orang ini dan bahkan mungkin membantunya.


Bagaimanapun orang ini bisa dibilang sebagai buronan yang diburu, bahkan mungkin pemimpin ini sudah berpikir bahwa ini merupakan jebakan, tapi dia tidak mengatakannya kepada orang ini atau bisa saja orang ini yang tidak melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan Lian Huanran sehingga pemimpin ini tidak mengetahui hal ini sama sekali.”


Lian Haocun menganggukkan kepalanya sebelum berkata, “Tapi itu masih bisa dicoba bagaimanapun kita tidak memiliki petunjuk lain untuk saat ini.”


Shen Wenhuan mengangguk, “Kalau begitu mari lanjutkan besok. Aku akan menjaga orang ini.”


Lian Haocun dan Lian Huanran mengangguk lalu kembali ke kamar mereka yang berisi Bai dan Cheng diikuti oleh Chao Bence di belakang mereka yang sedang bersenandung dan terlihat sangat santai.


Keesokan harinya segera tiba, Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran bersama Chao Bence dan orang berpakaian hitam yang diberi mantra tidur berada di satu ruangan.


Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence berdiskusi dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya diputuskan bahwa mereka akan menyebarkan rumor bahwa dalang dari kasus orang-orang yang hilang sudah ditangkap dan rumor mengenai Lian Huanran sebelumnya hanya dibuat untuk memancing dalang dari kasus tersebut.


Dalam waktu singkat rumor tersebut menyebar ke seluruh penjuru Kota Pascima. Beberapa orang bahkan merayakannya dengan meminum alkohol di siang hari.


Demi memancing pemimpin, Shen Wenhuan membocorkan bahwa mereka akan tinggal selama satu minggu di Kota Pascima untuk beristirahat sebelum memulai perjalanan kembali.


Tujuh hari berlangsung dengan cepat, segala hal berjalan seperti biasanya. Tidak ada orang-orang mencurigakan yang berusaha mencari informasi mengenai orang berpakaian hitam berada maupun mencoba mengambil kembali orang berpakaian hitam.


“Sepertinya pemimpin itu tidak akan turun tangan.” Kata Shen Wenhuan kepada orang-orang yang berada di ruangan tersebut.


Setelah mendengar perkataan Shen Wenhuan, Lian Huanran bertanya, “Kalau begitu, Guru, kapan kita akan kembali?”


Bagaimanapun meski berjalan-jalan di Kota Pascima cukup menyenangkan, berjalan-jalan selama tujuh hari berturut-turut di tempat yang sama membuat kesenangan itu berkurang drastis.


Shen Wenhuan menjawab, “Hari ini.”


Lian Huanran mengeluarkan ‘Oh’ dan bertanya lagi, “Apa kita akan menggunakan jimat teleportasi lagi?”


Shen Wenhuan menatap mata Lian Huanran yang mengeluarkan binar-binar.


Melihat Gurunya tidak menjawab, Lian Huanran menambahkan, “Guru... Memakai alat sihir transportasi itu tidak menyenangkan, sangat membosankan. Kita harus menunggu sekitar sebulanan untuk sampai ke Sekte kembali. Kenapa kita tidak membeli jimat teleportasi lagi? Dan lagi, Guru.. kan memiliki sangat banyak koin emas.”


Shen Wenhuan yang rendah hati, menghela nafas dan mengatakan keputusannya, “Baiklah, mari kita membeli jimat teleportasi.”


Lian Huanran bersorak kegirangan sementara Lian Haocun menonton seluruh adegan dengan datar tanpa sedikit pun fluktuasi di dalam hatinya.


Kemudian mereka berempat membeli tiga jimat teleportasi dengan harga yang cukup mahal, lima puluh ribu emas masing-masing per-jimat. Meski Lian Huanran mengetahui bahwa harga jimat teleportasi mahal, sangat berbeda dari membelinya secara langsung.


Setelah keluar dari toko, Lian Huanran mengeluh terus menerus mengenai jimat yang mahal padahal ia yang meminta untuk membelinya dan lagi bukan dirinya sendiri yang mengeluarkan uang.


Setelah memikirkan apa yang terjadi sebelumnya di perjalanan, Chao Bence yang sudah sampai di penginapan, harus mengakui bahwa kegigihan Lian Huanran mengenai uang sangat kuat hingga terasa mengerikan.


...****************...


Shen Wenhuan mengangkat orang berpakaian hitam seperti karung beras lalu kemudian menggunakan jimat teleportasi untuk kembali ke Sekte Langit Biru.


Diikuti oleh Lian Haocun yang memiliki Chao Bence di sakunya serta Lian Huanran yang menggendong Bai kecil dan Cheng kecil. Dalam waktu yang sangat singkat, mereka tiba di Sekte Langit Biru.


Murid-murid Sekte Langit Biru yang mengenali mereka dalam sekali pandang segera memberikan salam hormat kepada Shen Wenhuan yang merupakan penatua diikuti kepada Lian Haocun dan Lian Huanran.


Shen Wenhuan hanya mengangguk sebagai tanggapan, sedangkan Lian Haocun bahkan tidak merespons sedikit pun, terlihat sangat dingin dan acuh tak acuh.


Sangat berbeda dengan Lian Huanran yang dengan ceria dan periang melambaikan tangannya untuk menyapa murid-murid yang memberi hormat. Sehingga Lian Huanran harus tinggal lebih lama dan membuat Shen Wenhuan serta Lian Haocun menunggu.


Lian Huanran yang tenggorokannya terasa agak serak selepas banyak berbicara, segera mengutarakan permohonan maaf kepada Gurunya dan Kakaknya setelah melihat mereka menunggunya. Bagaimanapun ia tidak menduga bahwa mereka berdua akan menunggunya.


Shen Wenhuan menanggapi dengan lemah lembut dan ramah, “Tidak masalah. Kita tidak bisa meninggalkanmu begitu saja kan.”


Lian Huanran terharu mendengar kata-kata Shen Wenhuan dan segera memeluknya. Sementara Lian Haocun yang dipaksa Shen Wenhuan untuk menunggu Lian Huanran tidak bisa berkata-kata melihat adegan harmonis tersebut.


Chao Bence tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya karena mengetahui seluruh kejadian. Mereka bertiga beserta ‘karung beras’ dan binatang ajaib masing-masing segera menuju ke aula Sekte Langit Biru.


Bao Fen tampak sedikit terkejut dengan kedatangan Shen Wenhuan beserta murid-muridnya.


“Tidak ku sangka kasus ini akan selesai secepat itu.” Ucap Bao Fen kemudian Bao Fen menghela nafas sedih untuk orang-orang yang dikirimnya sebelumnya.


Shen Wenhuan menanggapi, “Ini hanya keberuntungan, Ketua Sekte.”


Bao Fen tidak menganggap serius perkataan tersebut dan segera memperkenankan Shen Wenhuan untuk memasuki aula. Sebelum Shen Wenhuan masuk, ia menatap Lian Haocun dan Lian Huanran.


Lian Haocun dan Lian Huanran mengerti arti tatapan tersebut dan mengundurkan diri untuk melakukan hal lain. Bagaimanapun meski mereka ikut memasuki aula mereka hanya bisa menjadi ‘dekorasi’.


Shen Wenhuan melaporkan segala hal secara mendetail kepada Ketua Sekte. Ketua Sekte tidak menyangka perkataan ‘Itu hanya keberuntungan.’ Adalah kebenaran. Setelah mendengarkan penjelasan Shen Wenhuan yang singkat, padat dan jelas, Bao Fen hanya bisa memberikan keputusan,


“Selidiki secara diam-diam. Jangan menyebarkan kepanikan. Kalau kau membutuhkan bantuan, katakan kepadaku.”


Shen Wenhuan mengangguk dan berniat untuk mengundurkan diri. Namun sebelum Shen Wenhuan bisa mengundurkan diri, Bao Fen yang menyadari niat Shen Wenhuan memintanya untuk duduk kembali.


Bao Fen mulai menceritakan secara singkat mengenai kasus baru. “Ini adalah kasus orang-orang yang menghilang juga, tapi mereka menghilang di dekat suatu jalan dan bukan acak seperti kasus yang baru saja kau selesaikan. Aku belum mengirimkan orang untuk misi ini. Apa kau ingin mengambilnya?"