The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 180 — Kota Noula : Wabah Penyakit (17)



Getaran yang sangat kuat tiba-tiba terasa dari bawah saat Lian Haocun ingin memulihkan dirinya. Lian Haocun tidak panik, dan mencoba menyelidiki dari mana getaran tersebut berasal, akan tetapi, tanpa diduga, bebatuan tempatnya mulai berpijak, mulai retak! Dengan gesit, Lian Haocun langsung berpindah pijakan, akan tetapi di saat bersamaan, semua bebatuan mulai retak, dan hancur!


Kemudian Lian Haocun pun langsung terjun bebas. Lian Haocun bereaksi dengan cepat, dan memosisikan dirinya untuk menghindari dampak jatuh yang lebih buruk. Di saat bersamaan, ia juga menggunakan Qi Spiritualnya untuk melindungi tubuhnya dari tekanan udara, yang jelas bisa menghancurkan dan memporak-porandakan organ tubuhnya.


Di saat bersamaan, Lian Haocun harus menghindari bongkahan-bongkahan batu dari atas, serta anak-anak cacing yang cukup besar, yang ikut terbang bersamanya, sambil juga menganalisis apa yang terjadi. Bagaimanapun, bisa dipastikan batu-batu tempatnya berpijak itu sangat kokoh, sehingga tidak mungkin hancur tanpa alasan.


Akan tetapi, selain alasan mengapa batu itu hancur, Lian Haocun juga memedulikan hal lain, berapa lama ia akan ‘mendarat’. Pasalnya meski sudah berlalu sekitar lebih dari dua menit, apa yang dilihat Lian Haocun masih sama, kegelapan, serta beberapa bongkahan batu yang lewat bersama dengan anak Cacing Iblis Beranak.


Saat Lian Haocun sedang berpikir, tiba-tiba cahaya yang sangat terang, memasuki bidang penglihatannya! Lian Haocun refleks menutup dan mengucek matanya untuk melihat lebih jelas, apa yang berada di balik cahaya terang tersebut.


Seketika, ia melihat sosok cacing yang sangat besar, yang menggeliat di dalam kegelapan. Ia tampak kesakitan, dan Lian Haocun menduga cahaya terang tadi berasal dari bentrokan teknik panah Lian Huanran dan cacing yang berukuran sangat besar itu.


Di saat bersamaan, ia juga sudah mengetahui siapa yang Lian Huanran lawan, ya, siapa lagi kalau bukan Cacing Iblis Beranak itu sendiri!


Dalam waktu singkat, Lian Haocun sudah berpindah lebih dekat ke Cacing Iblis Beranak yang berukuran super besar, Lian Haocun memperkirakan tinggi Cacing Iblis Beranak itu mendekati dua puluh meter! Akan tetapi, Lian Haocun tidak peduli, dan langsung mendarat tepat di atas badan Cacing Iblis Beranak itu!


Tentunya, meski cukup gelap, Lian Huanran masih bisa melihat sosok Kakaknya yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, meski awalnya sosok Kakaknya tidak tampak jelas, Lian Huanran bisa mengenali dari perawakannya kalau itu adalah Kakak kembarnya, Lian Haocun. Namun sayangnya, Lian Huanran tidak mengetahui Lian Haocun memiliki berbagai luka kecil karena jarak yang cukup jauh.


Dengan keberadaan Kakaknya yang ikut dalam pertempuran, semangat Lian Huanran dibangkitkan lagi, ia mulai menembakkan panah beruntun ke Cacing Iblis Beranak! Namun sayangnya, beberapa anak Cacing Iblis Beranak dengan tahap evolusi tiga, mulai menginterupsi Lian Huanran saat ia menembakkan panah ke dua belas. Sehingga, untuk menghindari anak cacing, Lian Huanran harus berpindah tempat lagi.


Sementara di sisi lain, Lian Haocun menancapkan pedang dalam-dalam ke tempatnya mendarat, yaitu Sang Cacing Iblis Beranak, yang sudah mengetahui kalau Lian Haocun berada di atas tubuhnya. Alasannya, karena Lian Haocun membutuhkan sesuatu yang bisa menopangnya, dan menjaga keseimbangannya.


Cacing Iblis Beranak terus menggeliat dan memberontak terus menerus, sehingga menyebabkan guncangan besar bagi Lian Haocun yang berada di atas, dan di saat itu juga, beberapa anak Cacing yang berukuran cukup besar, menaiki tubuh sang Cacing Iblis Beranak, dan menuju ke arah Lian Haocun!


Dikombinasikan dengan Qi Spiritual beserta stamina Lian Haocun yang sudah terkuras, beserta dengan tubuh Lian Haocun yang memiliki berbagai luka, jelas-jelas kondisi Lian Haocun sangat dirugikan! Apalagi untuk bertarung.