The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 145 — Permainan Musik



Yun Shao menjawab dengan santai, “Tidak apa-apa, hanya sedikit luka karena pertarungan.”


Lian Huanran yang masih khawatir, menatap Qian Wenwu yang berada di belakang Yun Shao dengan ekspresi cemas. Qian Wenwu yang sensitif langsung menyadari tatapan Lian Huanran pada dirinya. Qian Wenwu berpikir sebentar, sebelum dengan nada ragu-ragu berkata, “Tadi Shao di pertemukan dengan lawan yang cukup kuat...”


Melihat ekspresi rumit Qian Wenwu dan ekspresi marah serta kesal di mata Yun Shao, yang coba disembunyikan oleh Yun Shao sendiri, Lian Huanran tidak percaya masalahnya sesepele itu.


Tetapi Lian Huanran mengesampingkan perihal masalah yang dihadapi Yun Shao sebelumnya, dan memberikan pil obat ajaib kepada Yun Shao. Melihat ekspresi khawatir Lian Huanran, dengan terpaksa, Yun Shao mengonsumsi pil obat ajaib yang diberikan Lian Huanran. Seketika, luka-luka di tubuh Yun Shao mulai membaik.


Sedangkan Lian Haocun yang ahli membaca ekspresi wajah seseorang, sudah mengetahui pasti bahwa masalah yang dialami Yun Shao tidak sesepele itu. Jadi setelah Yun Shao mengonsumsi pil obat ajaib, Lian Haocun berkata, “Katakan sejujurnya pada kami, ekspresi wajah kalian tidak akan bisa membohongi kami.”


Nada Lian Haocun berbicara masih dingin seperti biasanya, dan walaupun Lian Haocun tidak berbicara dengan penekanan dalam kata-katanya, Yun Shao mau pun Qian Wenwu merasa sedikit terintimidasi dan wajib mengatakan yang sebenarnya. Tentunya, Qian Wenwu menyadari keanehan tersebut, seakan-akan, Lian Haocun terlahir sebagai sosok dengan kekuasaan yang tinggi.


Setelah berpikir beberapa saat, Qian Wenwu mengepalkan tangannya dan berkata, “Lawan..., yang bertanding dengan Shao, merupakan seseorang yang buruk. Selama bertanding, ia mempermalukan Shao dan membuatnya diejek di depan umum...”


Yun Shao berdecak kesal dan menundukkan kepalanya ke samping. Lian Huanran bisa melihat kedua tangan Yun Shao terkepal erat. Sementara Lian Haocun merasa bahwa kemarahan Yun Shao adalah hal yang wajar, pasalnya dari analisanya, Yun Shao merupakan seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi, dan pastinya, tindakan lawan Yun Shao yang mempermalukan Yun Shao akan membuat Yun Shao geram dan kesal.


Lian Haocun mengangguk mengerti dan berkata, “Kita pasti akan membalas tindakan orang tersebut, siapa yang mempermalukan Yun Shao?”


Qian Wenwu menggelengkan kepalanya, lalu dengan nada gugup, Qian Wenwu berkata, “Tidak, tidak perlu sejauh itu demi kami... Orang itu memiliki pangkat dan reputasi yang tinggi di antara anggota-anggota Sekte Serigala Giok, jadi tidak perlu...”


Lian Huanran mencoba membujuk Qian Wenwu untuk memberitahu-nya siapa orang tersebut, namun sayangnya baik Yun Shao mau pun Qian Wenwu menutup mulut mereka untuk menjawab. Sedangkan Lian Haocun tidak mencoba membujuk mereka sekali pun, dan hanya menonton hingga tanpa terasa langit sudah semakin gelap.


“Ayo pergi.” Kata Haocun yang menghentikan tindakan bujuk-membujuk Lian Huanran. Lian Huanran melihat langit yang sudah cukup gelap dan menganggukkan kepalanya. Sementara Yun Shao bertanya dengan bingung, “Pergi? Pergi ke mana?”


Lian Huanran tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih. Lalu ia, Kakaknya dan Long Yuan pergi ke luar melalui jendela. Untungnya karena sudah gelap, bayangan tiga orang yang melompat dari atas ke bawah tidak terlalu terlihat kentara, dan tidak menarik perhatian orang. Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan, mengendap-endap di semak-semak dan mencari paviliun yang dideskripsikan di laporan Chao Bence.


Setelah pencarian selama hampir tiga jam-an, Lian Haocun dan kelompoknya akhirnya menemukan paviliun yang terlihat sangat mirip dengan yang dideskripsikan di gulungan yang Chao Bence kirimkan. Bagaimanapun, Sekte Serigala Giok sangat luas hingga wajar kalau mereka menghabiskan banyak waktu untuk menemukan paviliun tersebut.


Paviliun tersebut berada di tempat yang agak sepi, dan memberikan kesan tenang serta sederhana. Pasalnya paviliun tersebut memiliki desain yang sangat sederhana, dan minimalis namun memukau. Saat memasuki halaman paviliun tersebut, mereka juga bisa mencium bau tanaman-tanaman obat yang samar. Terdengar juga, alunan musik indah yang seakan-akan mengiring mereka ke suatu tempat.


Setelah saling berkomunikasi melalui bertatapan, akhirnya Lian Haocun dan kelompoknya memutuskan untuk pergi ke sumber suara musik tersebut. Sumber suara musik itu tidak terlalu jauh, itu terletak di dalam hutan kecil di sekitar paviliun yang sederhana tersebut. Setelah sampai di tempat tersebut, Lian Huanran dan Long Yuan terpukau dengan keindahan pemandangan di tempat mereka berpijak.


Terdapat danau yang luas yang dikelilingi oleh pohon-pohon. Terdapat juga tumbuhan-tumbuhan yang mengeluarkan cahaya indah di malam hari, serta kupu-kupu dan kunang-kunang yang beterbangan bebas. Di tengah danau tersebut, terdapat paviliun dengan bentuk segi empat. Paviliun itu memiliki empat pilar yang terletak di sudut persegi, dan memiliki atap yang membentuk setengah lingkaran.


Tentu, terdapat jembatan yang menghubungkan paviliun kecil di tengah danau tersebut dengan tanah tempat Lian Haocun dan kelompoknya berpijak. Tanpa ragu-ragu, mereka berjalan ke jembatan tersebut. Di depan mereka, ada empat anak tangga yang mengarah ke area di dalam paviliun tersebut.


Di paviliun kecil tersebut, Lian Haocun dan kelompoknya bisa melihat sosok berpakaian warna putih, yang juga sama dengan warna paviliun kecil tersebut. Sosok berambut hitam panjang tersebut, duduk bersila dengan Gu Qin di atas kakinya. Tangannya yang berkulit pucat, memetik senar-senar Gu Qin dengan lihai. Meski matanya tertutup oleh kain putih, permainan Gu Qin-nya sama sekali tidak terganggu, seakan-akan, ia sudah menyatu dengan alat musik tersebut.


Suara yang dihasilkan Gu Qin tersebut benar-benar terasa harmonis dan indah, sehingga fokus Lian Huanran dan Long Yuan bergeser dari alkemis, menjadi permainan musik Gu Qin. Sementara, Lian Haocun hanya mendengarkan musik sambil menunggu musik tersebut berakhir. Ia mengetahui dengan jelas pria yang memainkan Gu Qin tersebut, sudah mengetahui keberadaan mereka.


Tanpa terasa, permainan tersebut berakhir dengan cepat. Baik Lian Huanran mau pun Long Yuan tampak tidak menyadari hal tersebut, seakan-akan musik itu sudah terputar ulang di telinga mereka. Tepat setelah menyelesaikan permainan musiknya, pria dengan penutup mata tersebut bertanya sambil tersenyum lembut, “Apakah permainan musiknya indah?”


Ketika mendengar suara pria tersebut, seketika, Lian Huanran dan Long Yuan kembali ke kesadaran mereka. Lian Haocun menganggukkan kepalanya, meski ia tidak terlalu menikmati mendengarkan musik, tidak dapat dipungkiri, permainan musik tadi memang indah. Pria tersebut tersenyum puas, lalu bertanya, “Apa tujuan kalian mencariku?”