The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 195 — Berkumpul Kembali



Setelah sampai di depan pintu yang memiliki enam kotak, Lian Haocun duduk bersila di depan pintu sambil mulai memikirkan makna dibalik semua ukiran batu yang berada di tangannya.


Ia memulai dari yang termudah, api. Bagi Lian Haocun api menandakan pertempuran yang berujung pada kehancuran dan kesengsaraan.


‘Pertempuran... Apa sejarah adalah kunci untuk mengurutkannya?’ Pikir Lian Haocun.


Semakin Lian Haocun memikirkannya, ia semakin merasa ide itu masuk akal. Maka dari itu, Lian Haocun mulai mengingat kembali sejarah terbentuknya benua-benua, serta apa yang terjadi setelahnya. Lalu, Lian Haocun mulai mencari makna dibalik setiap ukiran.


Waktu berlalu dengan cepat, dalam waktu kurang lebih empat puluh lima menit, Lian Haocun berhasil menemukan makna dari setiap ukiran batu. Lian Haocun memaknai ukiran berbentuk 'lingkaran' sebagai kelahiran ketujuh ras, dan merupakan awal mula dunia terbentuk.


'Benang yang berantakan' bermakna kekacauan, yang bisa diartikan juga berantakan. 'Dua pedang yang beradu' berarti peperangan yang berakhir dengan ‘api’, kehancuran. Kemudian ada ukiran bintang yang bisa diartikan sebagai harapan atau cahaya. Lalu muncul bunga, yang menandakan keindahan, yang bisa merujuk pada kedamaian.


Setelah berhasil mengurutkan, Lian Haocun mulai memasukkan angka-angka di belakang ukiran batu. Dimulai dari, 7 (Lingkaran) – 4 (Benang yang Berantakan) – 8 (Dua Pedang yang Beradu) – 2 (Api yang Membara) – 6 (Bintang) – 5 (Bunga). Lian Haocun menunggu, namun pintu yang ia harapkan untuk terbuka, tetap tidak terbuka meski beberapa menit sudah berlalu, yang berarti kata sandinya salah!


Lian Haocun segera mencari tau di mana letak kesalahannya. Bagaimanapun sebenarnya posisi ‘Benang yang Berantakan’, ‘Dua Pedang yang Beradu’ Dan ‘Api yang membara’ cukup membingungkan, karena makna dari ketiga ukiran ini cukup mirip satu sama lain.


Akan tetapi, sebuah ide tiba-tiba terlintas di pikiran Lian Haocun. Kemudian Lian Haocun meletakkan 'dua pedang yang beradu' di posisi paling belakang. Dan memasukkan angka-angka sesuai urutan ukiran batu yang baru, 7 – 4 – 2 – 6 – 5 – 8.


Lingkaran menandakan kelahiran tujuh ras, dan merupakan awal yang baru. Kemudian, terjadilah peperangan antar ras, maupun perang saudara antar sesama ras, yang mengakibatkan ‘Benang yang berantakan' atau kekacauan. Kemudian kekacauan itu menghantarkan kehancuran atau yang berwujud 'api yang membara'.


Setelah kehancuran yang tampak tidak bisa dipulihkan, setiap ras mengalami ‘bintang’, tanda kelahiran kembali. Kelahiran kembali ini berarti perubahan. Diri lama menghilang dan terlahir menjadi diri baru yang lebih baik. Kemudian, datanglah kedamaian sementara yang dinanti-nantikan, yang berupa ‘bunga’, kedamaian.


Sayangnya, kedamaian tidak bertahan lama. Setelah kedamaian yang sangat singkat itu, datanglah era baru, ‘pedang yang beradu’, yang memiliki arti persaingan atau kompetisi. Ya, disinilah Lian Haocun salah.


Kedamaian bukanlah akhir, tetapi hanya permulaan dari era baru. Persaingan antar individu ataupun kelompok yang tanpa henti dan tanpa akhir. Inilah, era tempat Lian Haocun dan Lian Huanran tinggal sekarang.


Sesuai dugaan Lian Haocun, pintu terbuka dengan sendirinya. Lian Haocun menatap pemandangan di balik pintu tersebut, dan melangkah masuk ke area tengah ke luar. Ia satu langkah lebih maju menuju area Menara Inti sekarang.


Tempat Lian Haocun berpijak saat ini, disebut Tanah Jotun. Tanah Jotun terdiri dari bukit bebatuan dan hutan belantara, yang memiliki banyak binatang ajaib yang ganas, dan tersembunyi di setiap sudut yang tidak diketahui.


Setelah menutup pintu, Lian Haocun langsung mengamati sekitarnya, kemudian ia membuka map yang diberikan oleh Chao Bence. Lian Haocun memperkirakan lokasi tempat dirinya berada, lalu memulai perjalanannya ke perbatasan antara Tanah Jotun dengan Tanah Neraka. Bagaimanapun, ia sepakat untuk bertemu dengan Lian Huanran dan Qian Wenwu di perbatasan tersebut.


Untuk mempermudah perjalanan, Lian Haocun memanjat salah satu bukit bebatuan yang cukup tinggi, lalu melompat ke bukit bebatuan terdekat lainnya. Ia melakukan itu hampir sepanjang perjalanan, dan berhasil menghindari berbagai masalah berkali-kali.


Pasalnya, beberapa kali di perjalanan, Lian Haocun menemukan banyak pertempuran antar anggota sekte yang berbeda. Ada juga antar sesama anggota sekte yang sepertinya berselisih pendapat. Lian Haocun hanya menatap mereka sekilas, sebelum melanjutkan perjalanan.


Sedangkan di sisi lain, Lian Huanran dan Qian Wenwu berhasil memecahkan teka-teki pintu yang mereka temukan, dan memasuki area tengah ke luar, Tanah Neraka. Seperti namanya, tanah neraka adalah tempat yang berisikan roh-roh jahat, seperti roh pembunuh, pencuri mau pun orang-orang yang melakukan tindakan kriminal. Bisa dikatakan, itu adalah tempat yang suram.


Hal tersebut membuat perjalanan Lian Haocun lebih lama dari seharusnya. Pada akhirnya, burung gagak berukuran raksasa itu memiliki nasib buruk yang tidak dapat dibayangkan setelah bertemu Lian Haocun. Akan tetapi, dari burung-burung gagak ini juga, Lian Haocun juga mendapatkan beberapa permata berwarna hitam yang tidak diketahui fungsinya.


Setelah menyelesaikan burung-burung gagak, Lian Haocun melanjutkan perjalanannya. Memang terdapat beberapa gangguan kecil, namun, hal tersebut tidak terlalu menghambat perjalanan Lian Haocun.


Lian Haocun sampai lebih dulu, sehingga ia harus menunggu Lian Haocun, dan Qian Wenwu yang sedang berjuang melewati Tanah Neraka. Pasalnya, setiap mereka melangkah, pasti akan ada roh-roh jahat yang mengganggu mereka. Untungnya, tidak ada luka fatal yang didapatkan dari roh-roh jahat tersebut.


Setelah menunggu hampir satu jam, Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu akhirnya bertemu. Tentunya selama satu jam itu, Lian Haocun tidak hanya diam saja, ia berburu berbagai binatang ajaib, dan roh-roh yang mengusiknya untuk mendapatkan permata yang dijatuhkan oleh mereka. Bagaimanapun, mungkin saja permata itu akan berguna nantinya.


Lian Haocun melihat Lian Huanran dan Qian Wenwu yang cukup berantakan dan kelelahan karena dikejar-kejar roh jahat, dan menatap mereka dengan wajah dingin. Lian Huanran memperhatikan tatapan Kakaknya, dan langsung merapikan pakaiannya, sedangkan Qian Wenwu hanya terdiam bingung.


Tentu, Lian Huanran mengetahui Lian Haocun sebenarnya tidak memintanya untuk merapikan pakaiannya, akan tetapi, sebelum ia sadar, tubuhnya sudah refleks melakukan hal tersebut.


Lian Haocun tidak membahas tindakan aneh Lian Huanran, lalu berkata, “Ayo pergi.”


Kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan ke Gua Spartal. Gua Spartal masih merupakan bagian dari area tengah ke luar, dan terletak di dalam Tanah Neraka. Gua Spartal adalah tempat tinggal sekelompok peri yang indah. Jika diibaratkan, sekelompok peri itu seperti kupu-kupu.


Alasan mengapa mereka ke Gua Spartal adalah untuk menjelajah. Bagaimanapun, bisa saja terdapat harta tersembunyi di gua tersebut, dan Lian Huanran tidak ingin melewatkannya. Ditambah waktu mereka di realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ sangat banyak, sehingga mereka tidak perlu khawatir kehabisan waktu.


Kemudian, Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu memulai perjalanan mereka menuju Gua Spartal. Lagi-lagi, Lian Huanran dan Qian Wenwu harus menghadapi roh-roh jahat yang berbentuk cukup menyeramkan.


Sebenarnya, mereka bisa dengan mudah mengalahkan roh-roh jahat itu dengan tingkat kultivasi mereka saat ini, namun, karena terburu-buru oleh waktu sebelumnya, Lian Huanran dan Qian Wenwu memutuskan untuk berlari saja.


Namun, Lian Huanran sebenarnya memiliki alasan lain, ia takut dengan hal-hal semacam itu, sehingga, secara otomatis, pikiran pertamanya ketika bertemu sekumpulan roh-roh jahat yang tampak menyeramkan itu, adalah melarikan diri!


...****************...


Happy New Year Semuanya! Semoga harapan kalian terkabul di tahun depan, semoga pandemi covid-19 cepat menghilang dan semoga kalian semua berkembang menjadi sosok serta pribadi yang lebih baik lagi!


Tanpa sadar, tahun 2021 sudah berakhir dan akan diganti menjadi tahun 2022. Ada banyak yang terjadi sepanjang tahun ini, hal yang baik, maupun hal yang buruk, tetapi malam ini, tahun yang baru akan dimulai, yang berarti, akan ada lembaran baru lagi. Semangat semuanya, dan lakukan apa yang kalian inginkan, karena hidup hanya sekali...


Terima kasih juga untuk yang sudah mensupport 'The Journey To Become The Strongest' sampai sejauh ini, ku harap, kalian akan terus enjoy cerita ini. Kalau ada kritik, saran, maupun pendapat, tulis di komen ya!