
Wu Shilin membalas, “Maaf, tapi ku tidak tertarik untuk bertarung denganmu.”
Lian Haocun yang tidak mengharapkan jawaban ini, “...”
Lian Haocun mengernyitkan keningnya lagi dan berkata dengan nada memerintah, “Kalau begitu, pergi cari pembimbingmu dan minta ia memindahkanmu dari sini.”
Wu Shilin, “Kenapa aku yang harus pindah? Bukankah bisa saja kalian yang pindah?”
Lian Haocun, “Jangan memancing amarahku.”
Tatapan Lian Haocun sangat tajam kala mengatakan itu, dan entah mengapa Wu Shilin merasakan tekanan dari Lian Haocun.
‘Ini bukan tekanan dari tingkat kultivasinya..., tekanan kuat dari mana ini?’ Batin Wu Shilin bingung dan heran. Jika dideskripsikan, mungkin tekanan tersebut seperti tekanan tidak terlihat dari seorang Raja yang berwibawa. Meski begitu, tekanan itu tidak terlalu menekan Wu Shilin, bagaimanapun ia memiliki tingkat kultivasi Nascent Soul stage.
Meski begitu, Wu Shilin tetap agak cemas dengan tekanan misterius dari Lian Haocun, namun ekspresi Wu Shilin sama sekali tidak berubah. Dengan nada ‘bingung’, Wu Shilin bertanya, “Ngomong-ngomong, ini kamar asrama nomor berapa?”
Dengan nada acuh tak acuh, Lian Haocun menjawab, “Kau bisa mengeceknya sendiri.”
Wu Shilin tertawa kecil dan berjalan melangkah ke luar asrama. Sementara Lian Haocun tetap di tempatnya, sambil menatap ke Wu Shilin. Tidak, lebih tepatnya mengawasi Wu Shilin. Dengan keterkejutan yang dibuat-buat, Wu Shilin berseru, “Oh! Aku salah memasuki kamar asrama, kamar asramaku bernomor 28. 23 dan 28, jika 23 dilihat sekilas, menjadi mirip dengan 28 kan?”
Lian Haocun tidak menanggapi drama yang dibuat oleh Wu Shilin, dan malah bertanya, “Apa tujuan kau ke sini?”
Wu Shilin mendengus dingin dan berkata, “Tujuanku? Hm..., mengejek adikmu karena hanya bisa menyaksikan Tang Yelu mati tanpa daya?”
Lian Haocun mengepalkan tangannya dan berkata, “Wu Shilin!”
Wu Shilin dapat merasakan kemarahan Lian Haocun dalam menyebutkan namanya. Ia bahkan bisa melihat niat membunuh sekilas di mata Lian Haocun. Entah mengapa tubuh Wu Shilin bergidik ketakutan dan lagi-lagi, tekanan misterius yang tidak diketahui menekannya.
‘Sebenarnya tekanan apa ini!? Tekanan ini bahkan lebih kuat dari ‘dia’!’ Batin Wu Shilin terkejut.
‘Bagaimana bisa orang ini mengeluarkan tekanan seperti ini? Kelihatannya dia bahkan tidak menyadarinya. Padahal, mereka hanya bagaikan sekelompok semut kecil.’ Lanjut Wu Shilin kesal.
Meski meremehkan, Wu Shilin tetap menyelimuti tubuhnya dengan Qi Spiritual untuk mencegah efek lain yang tidak diinginkan.
Setelah Wu Shilin pergi, Lian Haocun beranjak pergi dari kamar asrama dan menuju ke Taman Meza, taman yang dikunjungi oleh ia dan yang lainnya di pagi hari. Lian Haocun menduga bahwa Lian Huanran berada di taman Meza. Tidak salah, setelah berlari dengan kecepatan penuh, ia melihat Lian Huanran yang duduk di bangku kayu, dan dikelilingi oleh Yun Shao, Long Yuan dan Qian Wenwu. Sedangkan Bai dan Cheng kecil duduk di pangkuan Lian Huanran.
Entah mengapa, ketika melihat Lian Huanran tertawa mendengar lelucon Yun Shao, perasaan Lian Haocun menjadi rumit, ada perasaan iri, sesak dan juga ketidakberdayaan.
'Kenapa ku begitu tidak berguna? Aku bahkan tidak bisa membuatnya terhibur sekali pun.' Batin Lian Haocun kesal.
Namun meski diselimuti berbagai emosi, ekspresi Lian Haocun sama sekali tidak berubah. Lalu ia berjalan melangkah menghampiri Lian Huanran.
Lian Huanran segera menyadari keberadaan Kakaknya, dan bertanya dengan nada emosi, “Bagaimana dengan pengkhianat itu?”
Lian Haocun tidak menjelaskan bahwa Wu Shilin juga merupakan anggota baru Sekte Serigala Giok, dan berkata, “Dia sudah pergi.”
Lian Huanran mendesah lega, dan terdiam sejenak. Suasana menjadi hening tanpa ada siapa pun yang bersuara, yang menurut Lian Haocun sangat berbeda dengan suasana harmonis sebelum ia datang.
Lian Haocun ingin beranjak pergi, tetapi tanpa di duga, Lian Huanran berkata, “Maaf..., tindakanku sebelumnya sangat gegabah dan ceroboh... Kita tidak mengetahui cara Sekte Serigala Giok mengawasi anggota-anggota barunya, dan bisa saja apa yang ku lakukan tadi akan membuat kita dikeluarkan dari Sekte Serigala Giok... Tapi..., ketika melihat pengkhianat itu berdiri di hadapanku tanpa rasa bersalah sedikit pun... Aku tidak bisa menahannya...”
Saat mengucapkan itu, kepala Lian Huanran tertunduk menghadap Bai dan Cheng di pangkuannya. Sementara di sisi lain, perasaan Lian Haocun menjadi semakin rumit, memang apa yang dikatakan Lian Huanran tidak salah, itu adalah salah satu alasan mengapa Lian Haocun meminta Lian Huanran untuk menenangkan dirinya, tapi mengatakan seperti itu kepada adiknya yang baru saja kehilangan senior yang dekat dengannya beberapa bulan yang lalu, seakan-akan mengatakan bahwa Lian Huanranlah yang bersalah.
“Tidak masalah.” Ucap Lian Haocun dengan nada datar.
Lian Huanran menganggukkan kepalanya dan berusaha mengatur kembali emosinya yang mulai keluar dari ‘kurungan’. Kemudian Lian Huanran berkata dengan suara yang tampak menahan tangisan, “Oh, ya, Kakak, Yuan, kita harus berbicara sebentar. Shao dan Wenwu, tolong tunggu di sini sebentar ya?”
Yun Shao mengangguk mengerti dan berkata, “Pergilah.”
Sementara Qian Wenwu, yang dipanggil begitu akrab dengan orang lain, merasa sedikit malu dan pada akhirnya tidak menanggapi Lian Huanran.
Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan, diikuti Bai dan Cheng kecil, pergi ke tempat sepi yang cukup jauh dari tempat Yun Shao dan Qian Wenwu. Lalu Lian Huanran membentuk pelindung di sekitar mereka, untuk mencegah siapa pun mendengar percakapan mereka.
Kemudian Lian Huanran berkata, “Tadi, ku menemukan seseorang yang memiliki campuran aroma tanaman-tanaman obat. Bau tanaman obat sangat samar, jadi bagi seseorang yang asing dengan tanaman obat, mereka pasti tidak akan menyadarinya. Tapi, ku yakin aroma sama itu pasti tanaman obat, karena itu sangat sesuai dengan yang dideskripsikan di buku.”
Long Yuan segera mengerti maksud Lian Huanran, “Jadi, menurut dugaanmu, dia adalah alkemis yang kita cari?”