
Lian Haocun dan Chao Bence memikirkan berbagai perkiraan di pikiran mereka masing-masing sambil menaiki tangga menuju kamar yang mereka pesan. Shen Wenhuan membuka kamar yang mereka pesan, di dalam sama seperti kamar penginapan biasa.
Ada kasur, meja, kursi dan berbagai perlengkapan lainnya. Tidak ada satu-pun debu yang tertinggal di kamar tersebut. Mereka mengecek semua kamar yang mereka pesan dan hasilnya semua interior di kamar tersebut sama dan sangat bersih.
Mereka mengecek kamar terakhir yang mereka pesan, lalu mereka duduk di karpet.
Shen Wenhuan berkomentar, “Pelayan penginapan ini sangat rajin bersih-bersih. Tidak ada satu pun debu yang tertinggal.”
Lian Huanran menyetujui komentar Gurunya. Lian Haocun mengecek sekeliling dan menatap Chao Bence, Chao Bence mengangguk dengan ekspresi serius di wajahnya dan membuat penghalang yang kuat.
Bisa dipastikan akan sangat susah bagi orang-orang di luar penghalang tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam penghalang, karena penghalang tersebut juga memiliki ilusi optik dan pendengaran.
Shen Wenhuan mengubah sikap santainya menjadi sikap serius, “Apa yang terjadi?”
Suasana menjadi agak tegang dan berubah serius.
Lian Haocun menjelaskan, “Setelah kita pergi, ekspresi wajah resepsionis dan pelayan-pelayan berubah drastis menjadi aneh dan misterius. Aku melihat mereka dari celah di tangga, untungnya mereka tidak menyadarinya.”
Chao Bence juga mengangguk menyetujui perkataan Lian Haocun.
Lian Huanran berkata, “Penginapan ini sangat aneh. Meski mereka mencoba menutupinya sekalipun, penginapan ini dikelilingi kabut tebal yang bisa membuat orang terpental, tapi kenapa mereka harus berpura-pura?”
Chao Bence menanggapi dengan menggelengkan kepalanya tidak tau sambil meletakkan jarinya di dagunya, berpikir.
Lalu Chao Bence berkata, “Kita sangat kekurangan petunjuk. Di kamar tidak ada yang aneh kecuali tidak ada jendela maupun ventilasi lainnya sehingga ruangan menjadi agak pengap, tapi bisa dipastikan bahwa penginapan ini hanya memiliki dua lantai. Satu lantai untuk aula penginapan dan satu lantai lagi untuk kamar.”
Shen Wenhuan bergumam ‘Hm’ dan bertanya, “Apa kita harus menyelidiki tamu VIP di kamar 5 itu?”
Chao Bence menjawab, “Itu bisa dilakukan nanti. Ayo coba cek makanannya terlebih dahulu. Mungkin kita akan mendapatkan petunjuk baru.”
Lian Huanran merasa bingung, ‘Apa hubungan makan dengan petunjuk baru?’
Shen Wenhuan dan Lian Haocun mengangguk. Hal tersebut membuat Lian Huanran tambah bingung dan bertanya-tanya dalam hati, ‘Apa otakku sangat bodoh sehingga aku tidak mengerti maksud Chao Bence?’
Lalu mereka berganti pakaian yang sudah menyerap keringat mereka selama perjalanan empat puluh menit sebelum turun ke bawah.
Resepsionis tetap di tempat yang sama sementara pelayan-pelayan lain masih melanjutkan bersih-bersih seperti mereka tidak memiliki pekerjaan lain.
Pelayan yang sebelumnya menyambut mereka, mendatangi mereka dan bertanya, “Apa yang Tuan-tuan inginkan?”
Shen Wenhuan menjawab singkat, “Makanan.”
Pelayan itu ingin mengundurkan diri untuk menyiapkan makanan namun Chao Bence yang sudah memiliki senyum di wajahnya entah kapan, berkata dengan nada centil dan genit yang menggoda,
“Apa nona cantik ini bisa tetap di sini? Kami ingin bertanya beberapa hal untuk menghabiskan waktu.”
Wajah pelayan yang dipanggil nona muda tersebut tidak berubah sama sekali, senyum sopan dan ramah tetap tertera di wajahnya.
Pelayan itu berkata, “Baiklah, saya akan meminta kepada pelayan lain untuk menyiapkan makanan.”
Lalu pelayan itu memanggil pelayan lain dan berkata beberapa hal sebelum pelayan yang dipanggil, pergi untuk menyiapkan makanan. Pelayan yang menyambut Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence berdiri di tempat sambil menatap mereka berempat dengan senyum sopan dan ramah, menunggu pertanyaan.
Chao Bence mulai menanyakan pertanyaan dengan nada centil dan genit untuk menggoda wanita, “Dari mana nona muda ini berasal?”
Chao Bence berkata ‘Oh’ yang penuh arti dan menanyakan beberapa pertanyaan basa-basi seperti benar-benar lagi menggoda seorang wanita.
Shen Wenhuan tidak ingin membiarkan Lian Haocun dan Lian Huanran menonton adegan yang tidak senonoh itu, namun dia tidak bisa melakukannya.
Bagaimanapun mereka sedang menyelidiki sekarang dan Shen Wenhuan tidak bisa mengganggu. Jadi Shen Wenhuan hanya bisa menghela nafas berat di dalam hati dan berharap bahwa murid-muridnya tidak tercemar.
Kebanyakan pertanyaan Chao Bence dijawab pelayan tersebut dengan kata ‘Tidak ingat' dan lain-lain. Chao Bence tetap tersenyum ramah menawan, seperti sama sekali tidak terganggu dengan jawaban pelayan tersebut.
“Oh, jadi di mana ini? Kenapa penginapan ini dikelilingi kabut tebal?”
Senyum ramah dan sopan pelayan tersebut membeku sejenak dan seketika suasana menjadi hening dan sunyi senyap. Sehingga bahkan suara jangkrik pun akan terdengar.
Pelayan tersebut tidak bisa menanggapi pergantian ‘angin’ yang cepat ini dan terlihat bingung mau menjawab apa. Tepat pada saat itu, pelayan yang diminta menyiapkan makanan keluar dan memecah suasana hening yang menakutkan, “Makanan sudah siap.”
Kemudian beberapa pelayan mulai menyusun makanan di meja bundar tempat Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Shen Wenhuan duduk. Kemudian pelayan-pelayan tersebut berbaris membentuk barisan, seperti menunggu 'pujian'.
Bau harum makanan tercium di seluruh penjuru aula penginapan yang tidak terlalu luas itu. Seakan melupakan pertanyaan sebelumnya, Chao Bence bertanya lagi dengan nada ceria namun mata Chao Bence menjadi lebih gelap dari sebelumnya, “Harum sekali... Makanan apa ini?”
Para pelayan yang berkerumun-an terlihat kebingungan menjawab pertanyaan tersebut. Chao Bence menatap Shen Wenhuan, master-nya dan adik kembar master-nya, Lian Huanran.
Mengerti arti dari tatapan Chao Bence yang penuh kewaspadaan, mereka tidak mengambil makan sesuap pun. Chao Bence tersenyum ceria seperti sebelumnya, dengan nada centil dan genit Chao Bence berkata,
“Kami akan makan saja di kamar kami. Rasanya agak memalukan dilihat makan oleh Nona-nona cantik, iya bukan?”
Chao Bence mengedipkan sebelah mata ke arah pelayan.
Mata para pelayan yang sebelumnya cerah terlihat sedikit gelap dan lebih redup. Pelayan yang menyambut Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence berkata,
“Silakan. Apa tuan-tuan ingin kami bawakan makanannya?”
Chao Bence menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada seperti sebelumnya, “Tidak perlu, nona cantik. Kami tidak mau merepotkan dan menghabiskan waktu nona cantik yang berharga.”
Lalu mereka mengambil masing-masing hidangan yang masih agak panas dan membawanya ke salah satu kamar.
Ekspresi wajah para pelayan yang berkerumun-an serta resepsionis berubah drastis. Mereka terlihat kecewa tapi juga tertawa.
Pemandangan para pelayan yang berkerumun-an bersama dengan ekspresi wajah yang aneh terlihat sangat mengerikan hingga bisa membuat orang-orang berteriak ketakutan. Lalu mereka kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersih, seakan-akan mereka tidak memiliki pekerjaan lain atau mereka hanya ‘diprogram’ seperti itu.
Setelah sampai di kamar dan membuat penghalang lagi, Chao Bence mengubah ekspresi wajah dari senyum menjadi serius dalam beberapa detik. “Makanan ini...”
Lian Huanran terlihat penasaran. Ekspresi wajah Shen Wenhuan terlihat rumit, lalu Shen Wenhuan berkata melanjutkan,
“Daging ras manusia.”
Seketika ekspresi Lian Huanran berubah, Lian Huanran terlihat tidak percaya namun juga terkejut. Dengan gemetar dan tergagap-gagap Lian Huanran berkata, “B-b-aga-ai-m-m-a-an-a b-i-s-s-a!?”
...****************...
Terima kasih kepada semua pembaca atas dukungan like, dukungan comment dan dukungan vote kalian! Sekarang karya ini sudah menjadi level karya 3, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kalian yang sudah setia membaca karya ini dari awal dan kepada pembaca-pembaca baru, selamat menikmati cerita ini! Semoga cerita ini akan menyenangkan untuk kalian. Sebagai hadiah, hari ini saya akan memberikan dua chapter. Terima kasih dan maaf jika karya saya memiliki kesalahan atau kurang baik.