The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 6 — Lian Haocun VS 10 Pembunuh (2)



Menyadari tujuan lawan, Shen Wenhuan melepaskan tekanan Nascent Soul stage. Pembunuh berpakaian hitam yang tersisa 9 orang langsung terpaku di tempat.


Tekanan Nascent Soul stage membuat pembunuh berpakaian hitam yang rata-rata merupakan Foundation Building stage dan satu Core Formation stage merasa menanggung gunung yang berat yang membuat mereka sesak nafas. Shen Wenhuan menatap para pembunuh dengan dingin dan tanpa belas kasihan di matanya.


“Siapa yang memerintahkan kalian?” Tanya Shen Wenhuan memastikan tebakannya.


Lian Haocun yang mengetahui bahwa masalah akan segera selesai bergegas ke tempat Shen Wenhuan setelah mengibaskan pedangnya supaya bersih dari darah. Lalu Lian Haocun memasukkan pedang hitam ke dalam cincin penyimpanan yang diberikan oleh Shen Wenhuan saat Lian Haocun berumur 5 tahun.


Lian Huanran terlihat di belakang Shen Wenhuan agak gemetar, Lian Haocun memaklumi situasinya. Bagaimanapun Lian Huanran tidak pernah menghadapi situasi berbahaya seperti ini sebelumnya dan tekanan tingkat yang lebih tinggi dari dirinya meskipun hanya satu tingkat.


Para pembunuh terlihat ketakutan dan tidak sedikit yang menumpahkan air mata, meski mereka mengetahui ada kemungkinan bahwa level lawan lebih tinggi dari mereka, mereka mengabaikannya karena misi mereka jarang gagal dan jumlah mereka lebih banyak. Shen Wenhuan yang tidak mendengar jawaban meningkatkan tekanan dan bersuara dengan niat membunuh yang kental,


“Siapa yang memerintah kalian?”


Para pembunuh terlihat semakin ketakutan daripada sebelumnya, segera salah satu pembunuh berpakaian hitam yang sedari tadi bersembunyi menyerah dan berteriak dengan suara gemetar,


“Ke-keluarga Li!!”


Shen Wenhuan mendengus dingin dan pergi tanpa melepaskan tekanan pada para pembunuh, diikuti dengan Lian Haocun yang dari awal hingga akhir acuh tak acuh dan Lian Huanran yang terlihat agak pucat di balik tudung hitamnya. Setelah berjarak cukup jauh, barulah Shen Wenhuan melepaskan tekanan yang menindas para pembunuh.


Setelah berjalan cukup lama, di tempat yang masih tidak memiliki banyak orang Lian Huanran berhenti berjalan dengan wajah pucat yang dan air mata di kedua sisi matanya yang berusaha Lian Huanran tahan yang tidak terlalu terlihat karena tudung jubah hitam,


“Maaf, aku tidak berguna.”


Lian Haocun melihat Lian Huanran dan matanya yang acuh tak acuh serta dingin sedikit lebih hangat.


Shen Wenhuan menepuk pundak Lian Huanran dan berkata, “Kita akan membicarakannya di penginapan nanti.”


Mereka bertiga berjalan lagi dan segera menuju ke penginapan tempat mereka sebelumnya menginap. Mereka bertiga berkumpul di kamar Shen Wenhuan. Lian Haocun dan Lian Huanran melepaskan jubah hitam yang dipakai untuk menyamarkan identitas mereka diikuti dengan Shen Wenhuan yang juga melepas topeng peraknya.


Duduk di bangku kayu yang keras, Shen Wenhuan berkata, “Kerja bagus, Haocun. Sebenarnya tadi aku hanya ingin mengetesmu dan hasilnya agak tidak terduga.”


Nada dingin terdengar di akhir kalimat Shen Wenhuan. Lian Haocun tidak bereaksi apapun dengan nada dingin Shen Wenhuan, seperti dia tidak mendengarnya. Lian Haocun dan Lian Huanran tetap berdiri tidak bergerak dari tempat awal mereka saat mereka masuk ke kamar Shen Wenhuan.


“Huanran, kultivasimu tidak secepat Haocun dan ini pertama kalinya kau menghadapi situasi ini jadi wajar kalau kau mengalami kepanikan, tetapi kau harus tenang di segala situasi. Aku tau tekanan kultivator Foundation Building stage 2 berpengaruh besar padamu, tetapi itu bukan alasan untuk kehilangan ketenanganmu.


Lian Huanran menganggukan kepalanya pelan dengan suaranya yang agak gemetar, “Maaf, Guru.”


Shen Wenhuan mengangguk dan berkata dengan hangat, “Bagus.”


“Lalu, Haocun. Kau benar-benar di luar dugaanku. Kau sama sekali tidak kehilangan ketenangan saat dikelilingi tiga pembunuh, tapi...”


Shen Wenhuan menghela nafasnya dan berkata dengan nada tajam dan amarah, “Apa ini pembunuhan pertamamu?”


Lian Haocun agak terdiam sesaat karena pertanyaan Shen Wenhuan tetapi dia masih menatap Shen Wenhuan dengan berani dan mulai menjawab, “Ya.”


Suara Lian Haocun stabil, tidak ada kegugupan sedikit pun hingga tampak dia tidak menyadari kemarahan Shen Wenhuan.


“Kapan? Dan berapa banyak?”


Lian Haocun tidak menanggapi pertanyaan Shen Wenhuan dan malah menatap langsung ke mata Shen Wenhuan yang dipenuhi amarah, aura dingin tetapi juga ada kelembutan dan kasih sayang keluarga.


Sedangkan Lian Huanran agak bingung, 'Kakak hampir selalu bersamaku di setiap waktu. Kapan dia pernah melakukan pembunuhan? Bahkan aku tidak pernah mencium bau darah sedikitpun saat Kakak keluar. Meski sudah ditutupi seharusnya tidak semudah itu hilang.' Batin Lian Huanran.


Shen Wenhuan agak tertegun saat muridnya, Lian Haocun menatap langsung ke arahnya yang bisa dikatakan tidak sopan dan terlalu berani, tetapi melihat mata Lian Haocun yang polos layaknya anak bayi dan terpisah dari dunia, dia tertegun lagi sesaat.


Akhirnya dia hanya menghela nafasnya, “Kalian berdua istirahatlah. Besok pagi kita akan pergi ke Pegunungan Yama.”


Lian Haocun diikuti Lian Huanran segera keluar dari kamar Shen Wenhuan dan berjalan kembali ke kamar masing-masing yang terletak bersebelahan dan tidak terlalu jauh dari kamar Shen Wenhuan.


Dalam perjalanan ke kamar, Lian Huanran berbicara dengan kakaknya,


“Kakak, kapan kakak pernah membunuh? Aku sangat yakin kakak tidak pernah membunuh sejak dulu. Hampir di setiap waktu, aku selalu mengikutimu.”


Lian Haocun melihat mata penasaran Lian Huanran dan merasa bersyukur bahwa dia tidak takut maupun merasa benci kepadanya.


Maka Lian Haocun menjawab singkat dengan nada datar seperti biasanya, “Sudah sangat lama.”


Merasa tidak puas, Lian Huanran mencoba bertanya lagi, tetapi mereka sudah mencapai kamar mereka. Sebelum sempat bertanya, Lian Haocun sudah masuk ke kamarnya. Lian Huanran yang tidak memiliki kesempatan untuk bertanya mendengus kesal sebelum masuk ke kamarnya.