The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 128 — Pergi



Tanpa Lian Haocun sadari, ia mengernyitkan keningnya. Sementara Wu Shilin hanya tersenyum lebar sambil menatap Lian Haocun dan kelompoknya. Lian Huanran yang sebelumnya sedang asyik mengobrol dengan Yun Shao dan Long Yuan, berniat memasuki kamar asrama dan melakukan percakapan di kamar asrama, tetapi Lian Haocun yang berdiri diam di tempat, menghalangi jalan Lian Huanran.


“Kakak, kenapa Kakak diam di tempat? Memangnya ada apa?” Ucap Lian Huanran sambil mengintip dari samping Lian Haocun.


Dalam sekejap, tatapan ramah dan ceria Lian Huanran berubah, menjadi tatapan penuh amarah. Tidak bisa dipungkiri, terdapat juga seberkas kebencian dalam tatapan Lian Huanran.


Tanpa aba-aba, Lian Huanran langsung mengeluarkan busur panahnya dari cincin penyimpanannya, dan melesatkan dua anak panah langsung ke Wu Shilin! Satu anak panah menancap di lantai kayu, sementara satu panahnya lagi berhasil menggores pipi Wu Shilin.


Wu Shilin berkata, “Apa kalian tidak mengetahui peraturan pertama Sekte Serigala Giok? Pertarungan di luar arena, tidak diperbolehkan.”


Dengan penekanan pada setiap kata, Lian Huanran berteriak, “Kau! Menjijikkan!”


Dengan santainya, Wu Shilin menghapus darah dari luka goresan yang diciptakan oleh Lian Huanran, dan berkata, “Emosional sekali...”


Lian Haocun yang sedari tadi diam, akhirnya membuka mulutnya saat Lian Huanran berniat melayangkan serangan lagi, “Ini bukan waktu yang tepat. Tenanglah, Huanran...”


Sementara Yun Shao dan Qian Wenwu yang jatuh ke dalam kebingungan, hanya bisa mencari Long Yuan untuk bertanya. Long Yuan tidak mengetahui dengan jelas siapa pria di hadapan mereka, tetapi ia mendapatkan dugaan mengenai identitas pria tersebut. Long Yuan menjelaskan dugaannya ke Yun Shao dan Qian Wenwu, “Seharusnya dia adalah Wu Shilin, Huanran dan Wu Shilin memiliki sedikit perseteruan.”


Yun Shao tampak agak terkejut, “Wu Shilin yang itu!? Belakang ini ada banyak rumor-rumor buruk mengenai dirinya, tapi kenapa dia bisa ada di sini?”


Lian Huanran berniat menolak, tetapi tatapan Kakaknya yang tanpa emosi, membuat Lian Huanran merasa, seakan-akan Kakaknya tidak akan goyah sedikit pun, bahkan jika langit runtuh dan bumi bergema. Perasaan marah yang bergejolak sedari tadi, sedikit lebih tenang saat Lian Huanran menatap mata Kakaknya. Kemudian, Lian Huanran memalingkan wajahnya dan berdecak kesal.


Lalu Lian Huanran berjalan keluar. Sebelum pergi, Lian Huanran berkata, “Maaf... Aku akan menenangkan diri dulu.” Lian Haocun bisa melihat tangan Lian Huanran mengepal erat saat mengatakan itu. Dalam sekejap, perasaan Lian Haocun menjadi rumit. Sementara Bai dan Cheng, tanpa ragu-ragu, mengikuti Lian Huanran.


Meski perasaan Lian Haocun campur aduk, nada suaranya tetap tenang, Lian Haocun berkata, “Yun Shao, Qian Wenwu, Long Yuan, tolong temani Lian Huanran dulu. Aku akan mengurus dia.”


Mendengar perkataan Lian Haocun, Yun Shao, Qian Wenwu, Long Yuan beranjak pergi untuk menyusul Lian Huanran serta Bai dan Cheng yang mengikuti Lian Huanran. Sedangkan Wu Shilin tertawa mengejek. Seakan-akan ia mendengar lelucon yang lucu, lalu Wu Shilin berkata, “Mengurus? Kau? Hahahaha... Padahal kau bahkan masih Foundation Building stage 6.”


Lian Haocun tidak menanggapi perkataan Wu Shilin, ia malah membalas, “Apa yang kau inginkan?”


Wu Shilin, “Apa yang kuinginkan? Tidak ada... Ah, aku belum memperkenalkan diri kan? Perkenalkan ku Wu Shilin, teman seasramamu dan Huanran.”


Dengan penuh penekanan pada setiap kata, Lian Haocun menjawab, “Jangan memanggilnya ‘Huanran’, kau tidak pantas untuk melakukannya.”


Wu Shilin tidak menanggapi dan hanya tersenyum tipis. Kemudian Lian Haocun berkata, “Pertarungan di sini tidak diperbolehkan, tapi di arena diperbolehkan. Tanpa kukatakan langsung, kau mengerti kan?”