
Yun Shao mengangguk menyetujui dan berkata, “Baiklah, kalau begitu aku akan menjelajahi sendiri. Wenwu, kau tidak keberatan bersama Long Yuan kan?”
Qian Wenwu menggelengkan kepalanya, pertanda ia tidak keberatan.
Yun Shao mengangguk lagi dan berkata, “Ok, kalau begitu aku akan mengambil Bai dan Cheng kalian bersama ku, apa tidak masalah?”
Lian Huanran menganggukkan kepalanya, begitu pula dengan Lian Haocun. Pasalnya, meski kecil, kekuatan Bai dan Cheng tidak bisa diremehkan, dan mereka juga merasa bahwa Yun Shao tidak memiliki niat buruk untuk Bai dan Cheng serta bisa dipercaya.
Akhirnya, mereka pun berpisah, Lian Haocun dan Lian Huanran mengambil jalur kiri, Qian Wenwu dan Long Yuan mengambil jalur tengah, sedangkan Yun Shao, Bai dan Cheng mengambil jalur kanan.
Setelah mengucapkan salam perpisahan, Lian Haocun dan Lian Huanran memasuki lorong yang sangat gelap. Tentu, Lian Huanran yang penakut, memegang ujung pakaian Kakaknya sepanjang perjalanan, karena bagi Lian Huanran, tindakan kecil tersebut bisa memberikan sedikit rasa aman.
Setelah hampir lebih dari tiga puluh menit berjalan tanpa henti, Lian Haocun dan Lian Huanran akhirnya menemukan persimpangan lainnya. Tidak seperti sebelumnya, hanya terdapat dua persimpangan di hadapan mereka, yang satu ke kanan, yang satu ke kiri. Tanpa berpikir, Lian Haocun melangkahkan kakinya ke arah kiri.
Lian Huanran yang sedang berpikir sebentar, segera menyadari Kakaknya sudah menentukan pilihan, dan menyusul Kakaknya. Mereka menemukan beberapa persimpangan dan setelah hampir satu jam menjelajahi tanpa henti, mereka akhirnya menemukan sebuah ruangan!
Ruangan itu tidak segelap lorong yang mereka lewati, setidaknya di ruangan tersebut, masih terdapat pencahayaan yang samar. Lian Haocun dan Lian Huanran bisa melihat pepohonan rindang yang mengisi ruangan tersebut. Susunan pohon tersebut sangat berantakan, namun satu pepohonan yang sangat besar di tengah saja sudah cukup untuk menambah kesan horror di ruangan tersebut.
Dengan rasa takut, Lian Huanran mengikuti Kakaknya memasuki ruangan tersebut. Udara di ruangan tersebut tidak segar seperti yang diduga oleh Lian Huanran. Malah, terdapat bau amis aneh yang beredar di udara. Lian Huanran tampak heran dan bingung dengan bau yang tidak terlalu dikenalnya.
Mereka mengelilingi tempat tersebut selama beberapa menit. Dan anehnya, mereka tidak menemukan apa-pun di ruangan yang cukup luas tersebut. Lian Haocun juga tidak menemukan dari mana aroma darah tersebut berasal. Pada akhirnya, mereka sepakat untuk menjelajahi bagian tengah ruangan tersebut, yang belum mereka jelajahi sama sekali.
Di tengah ruangan tersebut, terdapat pohon yang sangat besar. Daun-daunnya bahkan bisa berfungsi menjadi payung. Namun Lian Haocun bjsa merasakan aura yang tidak mengenakkan dari pohon besar tersebut, dan benar saja, setelah mereka semakin dekat dengan pohon tersebut, suara anak kecil manis yang muncul di awal, terdengar.
“Wah! Kakak-kakak sangat hebat ya! Kalian bisa sampai sejauh ini! Kalau begitu, apa kalian ingin menemani ku bermain bersama?”
Lian Huanran refleks bersembunyi di belakang Kakaknya kala mendengar suara tersebut. Tubuh Lian Huanran mulai gemetar ketakutan, apalagi suasana di ruangan tersebut sangat horror dan menyeramkan, dan sangat mendukung suara yang muncul tiba-tiba.
Lian Haocun, “Kau mau bermain apa?”
Lian Huanran yang ketakutan, hampir melotot pada Kakaknya yang masih bisa sangat tenang di situasi seperti ini.
“Mari bermain petak umpet!” Ujar suara tersebut.
Dari nada suaranya, anak kecil tersebut tampak senang dengan tanggapan Lian Haocun.
Lian Haocun mengangguk dan berkata, “Kalau begitu, tunjukkan dirimu dulu.”