
Lian Haocun tidak menanggapi perkataan Chao Bence dan malah bertanya, “Di mana ‘mereka’ berada?”
Chao Bence menjawab dengan nada polos, “Aku tidak tau.”
Lian Haocun mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Chao Bence dan berkata dengan penuh penekanan, “Jangan bermain-main.”
Chao Bence tertawa kecil dan berkata dengan nada main-main, “Baiklah...Baiklah, mari kita tunggu kedua bocah itu di sini.”
Lalu Chao Bence mulai bermain-main dengan Cheng untuk menghabiskan waktu. Sementara Lian Haocun hanya memandang pemandangan Hutan Mofa tanpa ekspresi sambil merenung di dalam pikirannya.
‘Bagaimana mereka bisa menghilang begitu saja? Tanpa sepengetahuanku?’ Batin Lian Haocun, mengingat saat kejadian kelompok mereka terpaksa terbagi menjadi dua.
Tiba-tiba Lian Haocun merasa krisis melanda pikirannya, ‘Kalau aku tidak bisa melindunginya..., bukankah aku merupakan Kakak yang sangat buruk?’
Kemarahan juga muncul di hati Lian Haocun, tetapi itu tidak ditujukan kepada orang lain, kemarahan itu ditunjukkan kepada dirinya sendiri.
Sedangkan Chao Bence yang tidak menyadari bahwa Lian Haocun merasa tidak berdaya, hanya bermain-main bersama Cheng, dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat bahagia dan menyenangkan. Benar-benar kontras dengan apa yang sedang dirasakan Lian Haocun di dalam hatinya.
Sementara Lian Haocun sedang fokus dengan pikirannya, Long Yuan dan Lian Huanran yang memiliki Bai di gendongannya muncul tiba-tiba, entah dari mana. Lalu Lian Huanran dan Long Yuan menyapa Chao Bence dan Lian Haocun.
Melihat Lian Huanran dan Long Yuan, Lian Haocun menyingkirkan kemarahannya dan segera bertanya, “Apa yang terjadi dengan kalian?”
Lian Huanran menjelaskan dengan nada ceria dan bersemangat,
“Tadi Hutan Mofa tiba-tiba diselubungi kabut tebal, saat kami menyadari bahwa Kakak dan Chao Bence menghilang entah ke mana. Kami diam di tempat yang sama dan tidak menjelajahi hutan kabut sama sekali, terus tiba-tiba ada kakek tua yang datang ke arah kami! Tentu kami merasa aneh, tapi ternyata kakek tua itu orang yang sangat baik! Kami berbicara mengenai banyak hal!”
Lian Haocun bertanya, “Berbicara? Bukan ditanya?”
Lian Huanran mengangguk dan berkata, “Kami tidak ditanya apa-pun.”
Long Yuan di sebelah Lian Huanran juga mengangguk menyetujui perkataan Lian Huanran.
Lian Huanran, “Tuh, Yuan juga bisa bersaksi.”
Lian Haocun, “Apa nama tempat kita melakukan pelatihan tertutup?”
Lian Huanran terlihat agak bingung ditanya seperti itu, “Hah..., Kakak kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini?”
Lian Huanran ingin mengucapkan kalimat lain, namun tatapan tajam dari Lian Haocun membuatnya mengurungkan niat tersebut, jadi ia hanya menjawab, “Lembah Beredo...”
Lian Haocun bergumam, “Ternyata benar yang asli.”
Lian Huanran dan Long Yuan yang dapat mendengar gumaman Lian Haocun, “...” Tentu, kami yang asli. Kalau tidak siapa yang bisa begitu mirip dengan kami!?
Sebelum Lian Huanran dapat menyuarakan keluhan dalam pikirannya, Chao Bence menurunkan Cheng di gendongannya dan berkata, “Lebih baik kalian tidak berlama-lama, ‘mereka’ sudah menunggu kita.”
Lalu tiba-tiba muncullah sosok tupai kecil di hadapan tiga orang dan tiga binatang ajaib tersebut. Tupai kecil tersebut berwarna coklat muda diselingi oleh coklat tua.
Tupai kecil yang berdiri menghadap tiga orang dan tiga binatang ajaib, terlihat sangat lucu dan imut. Membuat Lian Huanran ingin mengelus dan menggosok-gosokkan pipinya ke tupai kecil yang terlihat berbulu sangat lembut.
Sementara Cheng mulai berlari ke arah tupai kecil, dan saat itu juga tupai kecil mulai berlari menggunakan empat kaki kecilnya ke suatu arah. Lian Huanran yang takut Cheng akan menghilang, segera mengikut Cheng bersama Bai yang masih berada di sampingnya. Begitu juga dengan Long Yuan yang tidak ingin ditinggal.
Chao Bence berkata dengan nada santai, “Ayo ikuti tupai tersebut.”
Setelah berkata itu, Chao Bence juga mengikuti Lian Huanran, Long Yuan, Bai dan Cheng untuk mengikuti tupai.
Lian Haocun, “...”
Lian Haocun terdiam sejenak sebelum mengikuti mereka ber-lima, mengikuti tupai, dengan kecepatan yang tidak cepat tetapi juga tidak lambat.
‘Jelas-jelas mereka dituntun oleh tupai itu, apa mereka tidak mengetahui untuk apa itu waspada?’ Batin Lian Haocun dengan perasaan rumit, namun ia tetap mengikuti mereka dari belakang.
Tempat tupai itu menuntun Lian Haocun dan kelompoknya adalah sebuah tempat yang agak luas berbentuk lingkaran. Di dalam lingkup lingkaran tersebut, tidak terdapat pohon sama sekali. Tepi tempat berbentuk lingkaran itu dikelilingi oleh pepohonan.
Di sana terdapat tikus kecil yang entah kenapa, berukuran lebih besar dari tikus yang seharusnya. Tikus berwarna jingga yang agak transparan. Dia berdiri di atas panggung yang terlihat dibuat dengan asal-asalan, sehingga ia menjadi yang paling mencolok dan menarik perhatian.
Bukan hanya tikus, tempat itu juga memiliki kerumunan binatang ajaib yang berwujud ganas dan menakutkan. Mata mereka menatap Lian Huanran yang sudah berhasil menangkap dan menggendong Cheng yang berlari, dengan tatapan jijik, benci dan marah.
Lian Huanran bingung melihat banyaknya tatapan tidak ramah dari binatang ajaib yang ditujukan kepada mereka. Sehingga Lian Huanran tidak tau harus bereaksi seperti apa dan hanya diam mematung di tempatnya berdiri.
Suasana dipenuhi ketegangan, seakan-akan pertempuran bisa pecah kapan saja. Namun tanpa diduga, tikus yang berdiri di atas panggung mengatakan sesuatu dengan nada ‘ramah’ sambil menyipitkan matanya, “Kalian... Tenanglah... Tenanglah... Mereka adalah tamu kita.”
Lian Haocun yang sensitif, langsung mengetahui bahwa tikus juga tidak menyukai mereka, yang merupakan orang-orang yang datang ke Hutan Mofa.
'Dia bisa berbicara... Setidaknya dia tingkat 6, yang juga setara dengan tingkatan ku saat ini, Golden Core Formation stage.' Batin Lian Haocun menganalisis tingkat kultivasi tikus.
Namun Lian Haocun tidak terlalu memedulikannya dan berkata, “Aku memiliki sesuatu yang harus dibicarakan dengan pemimpin kalian.”
Segera perhatian tikus yang ditujukan kepada binatang ajaib yang berkerumunan, beralih ke Lian Haocun. Matanya masih menyipit dan ia masih tersenyum ‘ramah’, namun Lian Haocun merasa bahwa tikus tersebut menyipitkan matanya hanya untuk menyembunyikan emosi negatif di matanya.
Lian Huanran merasa agak panik dan cemas melihat Lian Haocun yang langsung mengutarakan tujuan mereka. Long Yuan tidak begitu panik dan menggunakan otaknya untuk berpikir dan memprediksi kesulitan apa yang harus mereka lalui untuk bertemu pemimpin binatang ajaib di Hutan Mofa.
Sedangkan Chao Bence hanya melipatkan tangan di dadanya sambil bersender di pohon dan mengambil sikap sebagai penonton. Seperti dia bukanlah salah satu dari kelompok Lian Haocun.
Tikus itu berkata, “Boleh... Tapi itu kalau kalian bisa memenangkan pertandingan yang biasanya kami selenggarakan setiap setahun sekali, dan kebetulan sekali, kalian juga datang saat pertandingan ini akan diselenggarakan tahun ini. Ini benar-benar kebetulan yang indah.”
Lian Huanran dan Long Yuan, “...” Kami pikir Anda sengaja memajukan waktu pertandingan untuk membuat kami ikut berpartisipasi...
Lian Haocun bertanya, “Pertandingan apa ini?”
Tikus tersenyum ‘ramah’ yang memberikan aura dingin dan menjawab, “Kalian akan mengetahuinya nanti, dan oh ya..., ketiga binatang ajaib kalian tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi.” Sambil menunjuk Chao Bence, Bai dan Cheng.
Lian Haocun mengernyitkan keningnya, risikonya terlalu tinggi dan bahayanya tidak diketahui.
'Aneh..., kenapa Kakak tidak langsung menyetujuinya? Padahal biasanya Kakak akan langsung menyetujuinya.' Batin Lian Huanran melihat kerutan di kening Lian Haocun.
'Apa dia khawatir denganku dan Yuan?' Tanya Lian Huanran di dalam pikirannya.
Sedangkan Lian Haocun memutuskan untuk membuat tikus memberikan beberapa informasi tambahan untuk menganalisis tingkat risiko dan bahaya dari pertandingan ini,
“Pertandingan ini memiliki berapa babak?”
Tikus, “Tiga babak.”
Lian Haocun, “Apa kami harus bertarung?”
Tikus, “Kalian bertiga bisa mengetahuinya nanti. Jadi..., Apa kalian ingin berpartisipasi?”
“Kalau tidak..., kalian bisa pergi dari hutan ini.” Lanjut tikus penuh penekanan di kalimat terakhir.
Tanpa diduga, Lian Huanran yang sedari tadi diam, mengangkat tangannya dan langsung menjawab, “Kami akan berpartisipasi!”
‘Toh, bagaimanapun ini adalah salah satu jalan yang harus dilewati agar kami bisa mendapatkan petunjuk mengenai Guru.’ Batin Lian Huanran, yang membuat ketakutan dan kecemasannya pada bahaya yang akan datang, berubah menjadi tekad.
Lian Haocun yang mendengar keputusan Lian Huanran, menghela nafas di dalam hati. Itu merupakan keputusan yang gegabah, tetapi Lian Haocun juga mengetahui, mungkin ia juga akan memilih hal yang sama pada akhirnya ditambah tikus sepertinya bukan merupakan orang yang mau bernegosiasi dan memberikan informasi tambahan.
Sementara Lian Huanran mendekati Long Yuan dan membisikkan beberapa permohonan maaf kepada Long Yuan, bagaimanapun Long Yuan seharusnya tidak terlibat dengan ini, namun tanpa diduga ia hanya tersenyum tipis dan berkata, “Tidak masalah bukan? Kita adalah teman! Dan lagi ini sepertinya akan menyenangkan.”
Tikus itu tersenyum lebar mendengar jawaban Lian Huanran dan berkata, “Kalau begitu, mari kita mulai babak pertama!”
Biodata Diri Lian Huanran
Note : Apa itu Ekstrovert?
Karakteristik kepribadian ini adalah ia mendapat kebahagian dari interaksi atau hubungan orang lain kepada dirinya. Orang-orang Ekstrovert adalah orang yang senang bergaul. Dari pandangan secara umum orang ini berarti tipe yang mempunyai banyak teman, senang berbicara dan bergaul dengan dunia luar, lebih terbuka terhadap orang lain dan suka menarik perhatian. Extrovert sangat suka menghabiskan waktunya bersama orang lain, karena ini merupakan caranya untuk mendapatkan dan memulihkan energi.
Selanjutnya karakter siapa lagi ya? Jika memiliki saran, silahkan komen!