The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 29 — Babak Kedua Konferensi Daffodil (2)



Mata Kong Jun mencerminkan penghinaan yang kuat. Lian Haocun menatap Kong Jun yang lebih tinggi darinya, rasa dingin dan acuh tak acuh terpancar kuat dari Lian Haocun membuat Kong Jun merinding.


‘Apa hanya perasaanku saja? Matanya terlihat sangat menakutkan.’ Batin Kong Jun melihat tatapan Lian Haocun, namun Kong Jun langsung menepisnya di dalam hatinya.


Lalu Kong Jun melontarkan berbagai penghinaan kepada saudara kembar keluarga Lian, Tang Yelu dan Wu Shilin. Tang Yelu terprovokasi oleh perkataan Kong Jun dan ingin membalas, namun sudah didahului oleh Wu Shilin yang memperingatkan Kong Jun,


“Jangan mencari masalah.”


Terdengar decakan kesal dari Kong Jun lalu ia bergegas pergi bersama anggota Sekte Surgawi yang berpartisipasi lainnya.


“Dia benar-benar menyebalkan.” Komentar Lian Haocun kesal.


Wu Shilin membungkuk dan meminta maaf, sontak banyak diskusi terjadi di sekitar mereka. “Maaf, aku tidak berpikir dia akan mencari masalah.”


Tang Yelu segera menjawab dengan nada geram kepada Kong Jun, “Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu.”


Hanya Lian Haocun yang sedari awal hingga akhir tidak berkomentar apa-pun.


...****************...


“Nama dan Sekte.” Kata Staf yang mendaftarkan tim.


Lian Haocun segera menjawab dengan nada khasnya yang dingin dan acuh tak acuh, “Lian Haocun, Sekte Langit Biru dan Lian Huanran, Sekte Langit Biru.”


Staf segera memberikan gulungan yang berisi nomor 8, sebelum Lian Huanran dapat menanyakan untuk apa gulungan ini, staf segera menjelaskan,


“Ini nomor tim kalian. Nanti akan disusun pertandingan dengan nomor tim, jika terdapat nomor tim kalian di nomor urut ke-1 itu berarti kalian akan bertanding untuk pertandingan pertama begitu seterusnya, kalian harus ke ruang persiapan terlebih dahulu satu pertandingan sebelum kalian bertanding untuk bersiap-siap.


Nanti lawan kalian akan diumumkan di Gulungan yang akan diperbesar oleh Pembawa Acara. Tidak akan ada lawan dari Sekte yang sama, jadi kalian tidak akan bisa melalukan kecurangan.”


Lian Haocun dan Lian Huanran mengangguk. Kemudian mereka menunggu Tang Yelu dan Wu Shilin mendaftarkan tim mereka sebelum mereka berempat kembali ke tempat Sekte Langit Biru.


Terlihat Shen Wenhuan yang masih berdiskusi bersama Penatua Hong dan Penatua Rong. Shen Wenhuan yang menyadari kedatangan kedua muridnya dan Tang Yelu serta Wu Shilin mengucapkan sapaan singkat diikuti dengan Penatua Hong dan Penatua Rong.


Segera dua puluh menit berlalu dengan cepat, Pembawa Acara membuat gulungan kecil menjadi besar dengan mantra. Di gulungan tersebut terdapat nomor tim dengan nomor tim lain di sebelahnya yang berjumlah 25.


Lian Huanran mencari nomor timnya sambil mengelus Bai dan Cheng yang melekat dengan Lian Huanran seperti lem. “Ah, ketemu!”


‘Nomor 8 melawan Nomor 4’ di nomor urut ke-lima.


Lian Huanran bertanya, “Siapa tim no. 4?” Wu Shilin dan Tang Yelu menggelengkan kepalanya, lalu Wu Shilin berkata,


Lian Huanran kelihatan bingung, “Kecelakaan?”


Kali ini Tang Yelu yang menjelaskan, “Orang-orang yang menggunakan kekuatan sektenya untuk mendiskualifikasi peserta-peserta lainnya.”


Lian Huanran segera mengeluh mengenai kelicikan orang-orang tersebut.


“Pertandingan pertama akan dimulai.” Kata Lian Haocun menyela pembicaraan.


Lian Huanran, Tang Yelu dan Wu Shilin segera fokus untuk menonton pertandingan.


Kedua belah pihak adalah orang-orang yang tidak dikenal oleh mereka berempat. Karena kekuatan yang cukup setara, terjadi pertarungan yang cukup sengit. Sebelum dimenangkan oleh tim dengan nomor 3. Lalu terjadi dua pertandingan lagi dengan dua tim yang sama. Hasilnya dimenangkan oleh tim nomor 3 dengan skor 2:1.


Lalu pertandingan berlanjut untuk kedua tim yang baru. Hingga sampai waktunya untuk pertandingan dengan nomor urut ke-4. Lian Huanran mengetahui bahwa mereka harus segera ke ruang persiapan jadi ia bergegas bersama Lian Haocun.


Sebelum pergi, Lian Huanran dan Lian Haocun memberikan ucapan selamat tinggal kepada Shen Wenhuan, Penatua Hong dan Penatua Rong sembari menitipkan Bai dan Cheng.


Di perjalanan menuju ruang persiapan, Lian Haocun dan Lian Huanran bertemu dengan Kong Jun dan juga seorang elf laki-laki yang terlihat sombong. Lian Huanran membuat dugaan di hatinya.


“Heh, ada dua orang yang suka melakukan kecurangan.”


Ejek elf laki-laki berambut dan bermata hijau dengan telinga yang runcing, tubuhnya ramping dan kurus, dia terlihat cantik sebagai laki-laki namun sikap dan auranya yang sombong bisa dirasakan siapa pun.


Lian Huanran segera membalas, “Dari mana kami melalukan kecurangan?”


Elf laki-laki bernama Du Dishi tidak menyangka bahwa Lian Huanran akan berani membalasnya.


Segera Du Dishi bereaksi, "Heh, kalian berteman dengan Wu Shilin si anak yang menggunakan racun untuk melawan lawannya. Bukankah berteman dengan anak yang suka melakukan kecurangan sama dengan mengakui bahwa kalian adalah orang curang?"


Sementara Kong Jun sudah mengerutkan keningnya, Lian Haocun berbisik dengan nada dingin ke telinga Lian Huanran,


“Tidak perlu repot-repot untuk berdebat dengan seseorang yang tidak menggunakan otaknya untuk berpikir.”


Namun bisikan itu terdengar jelas di telinga Kong Jun dan Du Dishi. Bagaimanapun bahkan Lian Haocun tidak mengecilkan suaranya sama sekali. Lian Huanran seperti menerima pencerahan, mengikuti Lian Haocun dengan ceria dan bersemangat ke ruang persiapan.


Kong Jun hampir tidak dapat mempertahankan ekspresi wajahnya yang dingin. Begitu pula dengan Du Dishi yang sombong dan sudah terbiasa melihat orang-orang menundukkan kepalanya karena reputasi Kong Jun.


“Ayo pergi.” Terdapat kemarahan Kong Jun di kata singkat itu. Du Dishi yang takut dengan Kong Jun yang marah mengikuti dengan patuh.