The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 141 — Misi Tingkat C (11)



Lian Haocun tidak memberikan harapan palsu, dan langsung menjawab, “Tidak ada, tapi setidaknya kami bisa menemukan mayatnya.”


Raut wajah Nakato Akami menjadi lebih suram dibandingkan sebelumnya, meski di dalam lubuk hatinya, Nakato Akami sudah menduga hal tersebut. Tapi sebagai sosok ayah, ia tidak ingin mempercayai kalau putri bungsunya yang baru berumur lima tahun itu sudah meninggal.


Nakato Akami tampak menyesal dan putus asa, “Ini salahku..., kalau saja aku tidak kelalaian, Rie pasti tidak akan berakhir seperti ini...”


Lian Huanran bisa melihat, air mata di pelupuk mata Nakato Akami. Seketika, perasaan iba dan empati, muncul di dalam hatinya.


Lian Haocun tidak memedulikan suasana yang sedih, dan tanpa kata-kata penghiburan sedikitpun, Lian Haocun bertanya, “Tolong beritahu kami siapa saja orang yang dekat dengan Nakato Rie, serta musuh-musuh Keluarga Nakato. Kami perlu menyelidiki siapa orang yang membunuhnya.”


Nakato Akami mengusap air matanya, dan dengan keras kepala, ia berkata, “Tidak, tidak... Kalian ada di sini untuk menyelidiki kasus menghilangnya Rie kan? Terus kenapa kalian mengatakan kalau Rie dibunuh?”


Lian Haocun, “Kami datang ke sini memang untuk menyelidiki kasus Nakato Rie, tapi bukan kasus menghilangnya Nakato Rie. Kasus yang ingin kami selidiki adalah kasus pembunuhannya.”


Dengan nada tidak heran bercampur suara serak, Nakato Akami bertanya, “Kenapa kalian bisa yakin sekali kalau Rie sudah meninggal? Apa kalian menemukan mayatnya, hah!?”


Setelah berpikir selama sepuluh detik, Lian Haocun memutuskan untuk jujur kepada Nakato Akami, “Kami tidak menemukan mayatnya, tetapi kami bertemu rohnya.”


Sementara, Lian Haocun melihat hal lain. Dari pengamatan Lian Haocun, Nakato Yuji tampak cemas, gelisah dan takut di saat yang bersamaan. Lian Haocun merasa curiga pada reaksi Nakato Yuji yang terbilang aneh, tetapi ia tidak menampakkan apa yang ia pikirkan, dan tetap bertindak sama seperti sebelumnya.


Lian Haocun mencari lebih banyak petunjuk melalui Nakato Akami dan Nakato Mai, serta menanggapi beberapa pertanyaan khas orang tua yang khawatir dari Tuan dan Nyonya Nakato. Tentu, di saat bersamaan, ia juga mengamati perilaku Nakato Yuji.


Lian Huanran, Long Yuan, Yun Shao dan Qian Wenwu terpaku kepada Lian Haocun yang sedang berkomunikasi dengan Keluarga Nakato. Pasalnya, Lian Haocun biasanya akan diam dari pada berkomunikasi dengan orang lain, namun kali ini, entah mengapa Lian Haocun melakukan sesuatu yang berbeda. Meski, ekspresi wajahnya tetap datar dan dingin, sudah merupakan peningkatan jika Lian Haocun berkomunikasi dengan orang lain dalam jangka waktu yang lama.


Setelah mengobrol selama hampir satu jam-an. Akhirnya, Lian Haocun berdiri dan mengulurkan tangannya. Nakato Yuji juga mengulurkan tangannya, lalu mereka berjabat tangan.


Kemudian Lian Haocun berkata, “Terima kasih atas kerjasamanya, tapi kami juga ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada Nakato Yuji, apakah boleh?”


Nakato Akami tidak terlalu memikirkannya, dan langsung menjawab, “Silakan...”


Nakato Mai meraih tangan kecil Nakato Yuji, dan membimbingnya sehingga berhadapan dengan Lian Haocun yang tinggi. Meski wajahnya tampak kelelahan dan agak suram, gerakannya tetap elegan layaknya orang kalangan atas.


Tanpa berbasa-basi, Lian Haocun langsung bertanya, “Apa yang kau lakukan saat Nakato Rie menghilang dua bulan yang lalu?”