The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 13 — Pegunungan Yama (7)



Lian Huanran merasakan rasa hangat di tubuhnya karena elemen api Lian Haocun yang berkeliaran. Lian Haocun mengontrol elemen apinya untuk menjelajahi meridian Lian Huanran. Setelah menjelajahi entah berapa lama, Lian Haocun tidak bisa menemukan sedikit pun jejak pintu elemen Lian Huanran.


Setelah menjelajahi berulang kali, Lian Haocun tanpa sadar mengerutkan keningnya, ‘Memang tidak mungkin semudah itu.’


Tetapi Lian Haocun masih belum menyerah, ia menjelajahi berulang kali dan menemukan bahwa meridian itu seperti labirin. Kemudian ia menjelajahi berulang kali mungkin hingga 1.000 kali dengan kecepatan yang sangat cepat, entah bagaimana caranya Lian Haocun menemukan gerbang pintu yang sangat besar dan terlihat kokoh serta memberikan aura menakutkan yang agung, tetapi yang aneh terdapat simbol elemen kayu di tengah gerbang pintu itu yang menambah kesan misterius.


Gerbang pintu itu memunculkan berbagai spekulasi dalam pikiran Lian Haocun,


‘Apa ras manusia sebenarnya dapat membangkitkan lebih dari satu elemen? Atau Lian Huanran berbeda?’


Karena meski dipikirkan pun tidak akan ditemukan jawabannya, jadi Lian Haocun membuang pertanyaan dalam pikirannya lalu mengalirkan elemen apinya ke Gerbang Pintu yang besar tersebut.


Lian Huanran merasakan rasa sakit dari suatu tempat, awalnya rasanya tidak terlalu menyakitkan tetapi lama-kelamaan menjadi sangat menyakitkan. Rasanya seperti terkoyak dan dibangun kembali berulang kembali, membuat Lian Huanran meringis kesakitan berulang kali.


Lian Huanran mengetahui bahwa Kakaknya pasti sudah menemukan pintu elemen itu dan mencoba membukanya, meski ia senang tetapi kesenangan itu dipatahkan oleh rasa sakit yang harus ditahannya dari pintu elemen.


Lian Huanran mencoba tetap sadar dan menahan rasa sakitnya hingga wajahnya pucat pasi sedangkan Lian Haocun berkonsentrasi membuka gerbang pintu elemen dengan paksa secara perlahan-lahan dengan elemen apinya yang agresif.


Tidak diketahui berapa lama waktu berlalu, pintu gerbang elemen hanya menunjukkan sedikit celah yang bahkan tidak bisa memuat satu manusia pun. Lian Haocun memandang kerja keras yang dilakukannya sedari tadi hanya membuka pintu beberapa sentimeter merasa sedikit kesal, tetapi kemudian Lian Haocun menghela nafas,


Kemudian merasa itu sudah cukup untuk hari ini ditambah energi elemennya hampir habis, Lian Haocun menarik kembali elemen apinya ke dalam tubuhnya.


Hal pertama yang dilihat Lian Haocun adalah Lian Huanran yang sangat pucat dan penuh dengan keringat.


“Kau baik-baik saja?”


Suara dingin Lian Haocun mengandung kekhawatiran yang tidak dapat dideteksi oleh Lian Huanran, rasa sakit yang dirasakan Lian Huanran memudar jadi Lian Huanran menganggukan kepalanya pertanda bahwa ia baik-baik saja.


Setelah merasa lebih baik, Lian Huanran segera berceloteh mengenai perasaan yang dirasakannya saat Kakaknya membuka pintu elemen yang ditanggapi Lian Haocun acuh tak acuh,


"Jangan khawatir."


Dua kata singkat itu menenangkan kecemasan dalam hati Lian Huanran, kemudian Lian Huanran menanyakan beberapa hal mengenai pintu elemen, seperti "Bagaimana rupa pintu elemen itu?", "Apa mudah membukanya?" dan berbagai pertanyaan lain yang tidak ditanggapi sedikitpun.


Lian Haocun yang ingin berkultivasi berkata kepada Lian Huanran yang sedang berbicara, “Perlu waktu untuk membuka pintu elemen, besok kita akan melanjutkan. Sekarang kita harus berkultivasi.”


Akhirnya mau tidak mau Lian Huanran harus berkultivasi, bagaimana pun agak disayangkan tidak berkultivasi padahal lingkungan sekitar diisi oleh Qi Spiritual yang padat.