
Pembimbing memulai penjelasannya, “Pertama, aturan di Sekte Serigala Giok:
Pertarungan di luar arena, tidak diperbolehkan!
Tidak boleh mencuri dan membunuh di dalam Sekte Serigala Giok.
Jika waktu sudah jam 11 malam, keributan apa-pun yang mengganggu tidak diperbolehkan!
Jika kalian melanggar salah satu dari peraturan ini, kalian akan dihukum berat sesuai pelanggaran yang kalian lakukan.
Kedua, untuk poin, ada banyak cara untuk mendapatkan poin, mulai dari memenangkan pertarungan arena, atau bisa juga binatang ajaib kalian yang memenangkan pertarungan arena. Lalu, membersihkan fasilitas-fasilitas di Sekte Serigala Giok, menyelesaikan misi-misi dari Sekte Serigala Giok dan berbagai cara lainnya. Untuk detailnya, kalian bisa mencari tau sendiri.
Untuk awal-awal, setiap anggota baru akan diberikan 50 poin, dan sebagai murid luar, setiap bulannya, kalian akan mendapatkan 20 poin. Sedangkan untuk murid dalam, 30 poin per bulan, murid inti 40 poin per bulan, murid puncak mendapatkan 80 poin per bulan dan murid tetua, akan mendapatkan 200 poin per bulan.
Poin yang kalian dapatkan, bisa digunakan untuk banyak hal, bisa dibilang di Sekte Serigala Giok, poin digunakan sebagai pengganti keping emas. Poin bisa digunakan untuk banyak hal, untuk ini, kalian akan mengetahuinya nanti.
Sementara untuk menjadi murid dalam, murid inti dan murid puncak, kalian perlu lolos tes khusus. Dan untuk murid tetua, apakah perlu tes atau tidak, itu tergantung pada tetua itu sendiri, bisa saja tidak akan ada tes dan langsung diloloskan jika tetua itu menginginkannya. Nah, apakah kalian sudah mengerti?”
Lian Huanran dan Long Yuan menganggukkan kepalanya dan berkata bersamaan, "Mengerti!"
“Kalau begitu, ini kunci kamar kalian dan ini kartu poin kalian. Di dalam kartu poin ini, ada data-data masing-masing. Ini untuk Lian Haocun, ini Lian Huanran dan ini Long Yuan.” Kata pembimbing sambil menyerahkan masing-masing kartu poin kepada Lian Haocun dan kelompoknya.
Lian Huanran yang baru saja mau bertanya mengenai bagaimana cara mengetahui dan menggunakan poin yang di dapatkan, berpikir, ‘Ternyata menggunakan kartu, sangat praktis.’
Kartu itu berbentuk persegi panjang dan berwarna hitam dan di tengah-tengahnya, terdapat angka '50' dengan nama pemilik kartu poin tersebut di atas angka tersebut. Di dekat tepi kartu tersebut, terdapat bingkai persergi panjang berwarna emas yang memukau. Kartu tersebut memberikan kesan sangat simple dan elegan.
“Kalau begitu, sampai jumpa!” Ucap pembimbing lalu berjalan pergi.
Sebelum Lian Huanran dapat menanyakan 'Apa yang akan kita lakukan sekarang?', Lian Haocun sudah mendahuluinya dan berkata, “Mari kita cek kamar asrama kita, terus kita akan menuju ke arena.”
Lian Huanran dan Long Yuan, “...” Langsung ke arena pada hari pertama!?
Tidak mengetahui keterkejutan Lian Huanran dan Long Yuan, Lian Haocun berjalan memasuki asrama dengan santai. Di asrama tempat Lian Haocun dan kelompoknya tinggal, terdapat sekitar sepuluh lantai. Kamar Lian Haocun dan kelompoknya bernomor 23, dan berada di lantai dua.
Dalam waktu yang cukup singkat, Lian Haocun dan kelompoknya berhasil sampai di kamar asrama mereka. Tidak berniat membuang waktu, Lian Haocun langsung membuka pintu tanpa mengetuknya. Di balik pintu, tampaklah sosok yang familier bagi Lian Haocun dan kelompoknya, seorang laki-laki berambut biru tua panjang dan temannya yang berambut putih perak panjang.
Elf laki-laki berambut biru tua segera menyadari keberadaan orang baru dan menyapa mereka, “Halo, kami adalah teman asrama-,”
Sebelum elf laki-laki bisa menyelesaikan kalimatnya, ia melihat Lian Haocun yang sudah mengabaikannya kemarin. Sontak, ia berhenti berbicara dan berteriak, “Kau yang kemarin!”
Lian Huanran yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bertanya, “Kalian pernah bertemu sebelumnya?”
Itu juga hal yang membuat penasaran laki-laki berambut putih keperakan di dalam ruangan tersebut, tetapi ia tidak berani menanyakannya di saat ada beberapa orang asing di sekitarnya.
Tanpa ragu-ragu, elf berambut biru tua langsung mengangguk, kemudian ia menjelaskan apa yang terjadi kemarin, “Kemarin aku menyapanya dan mengajaknya mengobrol, tetapi ia hanya mengabaikanku dan menganggapku seakan-akan tidak ada.”
Lian Huanran, “...”
Lalu Lian Huanran berkata, “Haha..., Kakak memang seperti itu, jangan terlalu memedulikan sikap dinginnya itu, Kakak sebenarnya sangat baik kok!”
Lian Haocun yang dilabeli ‘Sangat baik’ oleh adik kembarnya, “...”
Elf itu mengangguk mengerti, “Kalau begitu, perkenalkan namaku Yun Shao, sedangkan ini adalah temanku sejak kecil, namanya Qian Wenwu, dia orangnya agak pemalu.”
Lian Huanran berseru ‘Oh’ singkat dan berpikir, 'Kedua orang ini yang dibilang Chao Bence kan.'
Kemudian Lian Huanran mulai mengenalkan dirinya, Kakaknya, Bai dan Cheng. Begitu juga dengan Long Yuan, ia mengenalkan dirinya sendiri setelah Lian Huanran menyelesaikan perkenalannya. Lian Huanran, Long Yuan dan Yun Shao saling mengobrol, sementara Lian Haocun mengamati ruangan yang akan menjadi tempatnya beristirahat nanti.
Terdapat enam kasur yang tersusun rapi di ruangan tersebut. Ada juga jendela yang menghadap langsung ke luar. Di ruangan tersebut, juga terdapat gantungan baju dari kayu untuk menggantung pakaian dan beberapa barang lainnya, seperti meja, kursi dan lain-lain. Lian Haocun cukup menyukai ruangan tersebut, pasalnya semuanya tertata dengan sangat baik dan bersih.
Yun Shao bertanya, “Oh ya, apa yang akan kalian lakukan setelah ini?”
Saat itu, hari masih siang dan terdapat waktu bebas sampai malam hari.
Lian Huanran, “Ah, Kakak! Tadi Kakak berkata ingin mengunjungi arena kan? Ayo pergi!”
Yun Shao terlihat tertarik dengan kata ‘Arena’ dan bertanya, “Arena? Kalian mau langsung mengunjungi tempat itu di hari pertama? Sangat menarik...”
Lian Huanran tidak terlalu mengerti maksud sangat menarik Yun Shao, tetapi ia juga tidak terlalu memedulikannya. Lian Huanran menawarkan, “Apa kalian juga ingin ikut?”
Yun Shao mengangguk dan bertanya kepada Qian Wenwu, “Apa kau ingin ikut juga?”
Qian Wenwu mendongak menatap Yun Shao dan menganggukkan kepalanya. Lalu Lian Haocun dan kelompoknya, bersama dengan dua orang tambahan berangkat ke arena. Suasana di arena sangat ricuh dan ramai, ada begitu banyak orang di arena.
Lian Haocun dan kelompoknya melewati kerumunan orang-orang dan menghampiri seseorang yang diduga merupakan petugas di tempat tersebut. Pasalnya, pakaian yang ia gunakan berbeda dari yang lain, dan juga ia duduk di belakang meja panjang.
Petugas segera menyadari keberadaan wajah baru, bertanya, “Apakah kalian anggota baru?”
Lian Huanran yang biasanya mewakilkan Kakaknya untuk melakukan percakapan, mengiyakan kata petugas.