
Dunia yang damai, ada keluarga yang lengkap, bahkan dengan status yang lumayan tinggi di masyarakat. Seharusnya hal itu membuat Lian Haocun merasa bahwa itu adalah hal yang sempurna. Namun yang bisa Lian Haocun rasakan hanya rasa aneh dan janggal dengan semua itu.
Baik suster dan dokter di rumah sakit memberi penghormatan kepada ‘ayah’ dan ‘ibu’ ketika mereka melewati mereka. Pertanda bahwa status 'ayah' dan 'ibu' cukup tinggi. ‘Ayah’ dan ‘ibu’ menanggapi dengan anggukan.
'Ayah' dan 'ibu' segera menuju ke ruang dokter yang terlihat terkenal di rumah sakit yang seharusnya hanya yang sudah membuat janji dengan dokter yang bisa masuk.
Lalu mereka menyapa dokter dengan sopan dan langsung menjelaskan tujuan mereka kemari. Lian Haocun segera di bawa untuk pemeriksaan secara menyeluruh sambil ditanyakan beberapa pertanyaan.
“Hasilnya akan diumumkan dua hari lagi.” Kata Dokter setelah selesai menyelesaikan pemeriksaan dan mulai menjelaskan spekulasi mengenai keadaan Lian Haocun.
‘Ayah’ dan ‘ibu’ menanyakan berbagai pertanyaan kepada dokter mengenai Lian Haocun, dokter menjawabnya dengan singkat dan jelas membuat kekhawatiran ‘ayah’ dan ‘ibu’ sedikit mereda.
Sedangkan 'Lian Huanran' sedang berbisik ke Lian Haocun sambil menanyakan pertanyaan seperti, “Apa yang kau ingat?” dan lain-lain. Walaupun Lian Haocun tidak menanggapi sama sekali.
Lian Haocun merasa janggal.
‘Ini terlalu damai dan sempurna........, sampai-sampai aku merasa bahwa ini tidak nyata.’ Batin Lian Haocun namun pertanyaan lain muncul di dalam dirinya,
‘Tapi kalau begitu apa yang ‘nyata’ itu?’ Karena batin Lian Haocun yang kacau.
Lian Haocun bahkan tidak mendengarkan ‘Lian Huanran' di sampingnya yang berbisik berbagai pertanyaan terus-menerus. Merasa kakak-nya tidak menanggapi sama sekali pertanyaannya, 'Lian Huanran' mulai mengeluh dengan suara kecil sambil memanyunkan bibirnya khas anak kecil.
‘Ayah’ dan ‘ibu’ menyelesaikan konsultasi dengan dokter setelah memastikan bahwa Lian Haocun baik-baik saja. Mereka sepakat untuk menunda rencana liburan karena kondisi Lian Haocun, maka dari itu mereka segera pulang ke rumah atau lebih tepatnya vila.
Vila itu terletak di pinggiran kota, ada pagar yang mengelilingi vila itu. Ketika mobil berada di depan gerbang, gerbang itu otomatis terbuka sendirinya. Dibutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai ke vila.
‘Ibu’ segera keluar dari mobil dan menuntun Lian Haocun ke kamarnya sambil memberikan Lian Haocun peringatan-peringatan seperti, ‘Jangan menyentuh pisau.’ dan peringatan-peringatan lain yang benar-benar memperlakukan Lian Haocun seperti anak yang tidak tau apa-apa.
Sedangkan ‘ayah’ meminta 'Lian Huanran' untuk mengajak Lian Haocun berbicara lebih banyak dan melakukan kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan dulu agar ingatan Lian Haocun cepat pulih. 'Lian Huanran' mengangguk mengerti dan bergegas ke kamar Lian Haocun untuk bermain bersama.
‘Ibu’ masih di dalam kamar Lian Haocun menceritakan kisah-kisah Lian Haocun dan 'Lian Huanran' sejak kecil dengan hangat dan lembut. Lian Haocun hanya merasa keterasingan yang semakin menguat mendengar cerita-cerita 'ibu', hatinya seperti bersuara,
‘Ini bukanlah tempatku. Kalau begitu di mana tempatku yang sebenarnya? Tapi apa aku benar-benar ingin kembali ke tempat itu? Di sini ‘hangat'......’
Tiba-tiba 'Lian Huanran' datang lalu menyela ibunya yang sedang bercerita, ‘ibu’ menghela nafas lalu keluar untuk membiarkan Lian Haocun dan ‘Lian Huanran' bermain.
Lian Haocun memutuskan untuk bertanya kepada ‘Lian Huanran’, “Apa kau lebih memilih mimpi indah atau dunia nyata?”
'Lian Huanran' terlihat bingung dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu, “Hah?.... Ehm..... Mungkin dunia nyata... Bagaimana pun mimpi adalah mimpi dan kenyataan adalah kenyataan. Mau seberapa indah mimpi, itu tetap tidak nyata.”
Lian Haocun merasa hatinya lega dan tenang ketika mendengar itu. Tiba-tiba kamar dan ‘Lian Huanran’ terpecah-pecah dan ruang lingkup di sekiar Lian Haocun menjadi gelap.
‘Aku sudah mengetahuinya, terima kasih, Huanran.’
Lian Haocun bangkit dan mulai berjalan ke suatu arah.
...****************...
“Bagaimana kau bisa memecahkan ilusi itu?” Tanya ular agak heran dan kaget yang sekarang berbentuk manusia.
Rupa manusianya berambut ungu tua dengan mata berwarna ungu muda, sebuah warna yang sangat berbeda dengan warna bentuk ularnya.
“Karena itu tidak nyata.” Jawab Lian Haocun dingin.
Ular yang berbentuk manusia itu tertawa keras, “Hahahahahaha!! Sudah lama tidak ada yang pernah memecahkannya. Tapi sepertinya adikmu masih tenggelam dalam ilusinya.....”
Seringai tajam muncul di wajah ular berbentuk manusia itu membuatnya seperti seorang psikopat.
Lian Haocun mengerutkan keningnya, ‘Binatang ajaib yang bisa berubah bentuk setidaknya harus tingkat-8 yang berarti dia setara dengan kultivator tingkat Demigod atau Soul Formation! Pantas tidak pernah ada orang yang bisa kembali hidup-hidup.’
Namun tiba-tiba Lian Huanran yang terbaring membuka matanya. Lian Haocun kaget dan segera menghampiri Lian Huanran dan menanyakan kondisinya,
“Apa kau baik-baik saja?” Kekhawatiran bisa dilihat di mata Lian Haocun.
Sedangkan ular itu sangat terkejut, ‘Siapa kedua bocah ini? Kenapa mereka bisa mematahkan ilusiku?’
Lian Huanran berwajah agak pucat, kepalanya masih pusing karena ingatan yang kacau namun dia berkata dengan nada lemah, “Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan ular itu?”
Lian Haocun mengalihkan perhatiannya kepada si ular yang berbentuk manusia. Ular itu hanya tersenyum lebar sambil mengeluarkan sedikit tekanan namun tekanan memberikan terasa seberat gunung bagi Lian Haocun dan Lian Huanran yang sudah berdiri.
Ular itu melukai lengan Lian Haocun dari jarak jauh dengan jentikkan jari, hidungnya mengendus bau darah Lian Haocun berkali-kali. Wajah terkejut yang tidak bisa disembunyikan muncul di wajahnya, “Jadi kalian adalah keturunan ras kuno itu..... Menarik!”
Lian Haocun terkejut dengan serangan tiba-tiba ular namun dia lebih bingung lagi terhadap kata-kata selanjutnya dari si ular. Begitu juga dengan Lian Huanran yang baru sadar. Namun ular tersebut tidak membiarkan Lian Haocun atau Lian Huanran memikirkannya dan memberikan kejutan lagi,
“Apa kau ingin membuat kontrak denganku?” Kata ular penuh tekanan terhadap Lian Haocun.
Lian Haocun merasa sesak nafas, namun dia sama sekali tidak menunjukkannya.
Nada dingin bisa terdengar dari jawaban Lian Haocun, “Kontrak?”
Ular itu mengangguk, “Iya kontrak antara binatang ajaib dan masternya.”
Lian Haocun terkejut sampai ia melupakan perkataan ular mengenai ras kuno,
“Kenapa kau ingin membuat kontrak denganku?” Tanya Lian Haocun dingin sementara Lian Huanran yang berada di sebelah Lian Haocun mencoba memproses apa yang terjadi.
Ular itu tidak menjawab pertanyaan Lian Haocun dan melukai jarinya dengan kuku tajam yang muncul tiba-tiba. Ular itu berjalan perlahan-lahan ke arah Lian Haocun lalu ia meletakkan jarinya yang memiliki darah ke dahi Lian Haocun, Lian Haocun tidak dapat bergerak sama sekali karena tekanan dari si ular jadi dia hanya bisa berdiri mematung.
Ular itu mengucapkan mantra dalam bahasa yang Lian Haocun tidak pahami. Seketika sinar muncul dari dahi Lian Haocun sehingga menerangi seluruh gua. Lian Huanran refleks menutup matanya karena sinar yang begitu terang.
“Selesai.” Ular itu berkata dengan ringan.
“Namaku adalah Chao Bence. Mulai sekarang kau adalah masterku. Maafkan ketidaksopananku tadi.”