
Sementara Tang Yelu dan Lian Huanran mencoba menenangkan diri. Lian Haocun dan Wu Shilin mulai menganalisis situasi aneh sebelumnya.
“Itu tadi elemen kegelapan, bukan?” Tanya Wu Shilin memastikan.
Chao Bence yang dalam mode serius, tidak tersenyum seperti biasanya dan mengangguk dengan wajah serius. Chao Bence mengerutkan keningnya dan memberikan kesimpulannya mengenai identitas laki-laki berambut perak,
“Dia berelemen kegelapan. Bisa jadi dia dari ras manusia atau....,”
Chao Bence tidak melanjutkan. Ras iblis dikenal dengan kekuatan mereka yang lebih unggul dari ras lain dengan elemen kegelapan yang sudah ada sejak mereka dalam kandungan. Namun seharusnya tidak ada iblis di Benua Afer karena perjanjian yang dibuat ras iblis dengan ras-ras lain di zaman dahulu. Kalau pun laki-laki berambut perak adalah ras iblis berarti ras iblis melanggar perjanjian dan mulai merencanakan sesuatu!
Lian Haocun mengetahui hal tersebut jadi dia mengalihkan perhatian Chao Bence dan Wu Shilin dengan hal lain,
“Sepertinya target mereka adalah para peserta Konferensi Daffodil.”
Maka itu bisa dijelaskan kenapa mereka sangat jarang bertemu peserta lain, selain karena Hutan Drego sangat luas ada juga kemungkinan karena peserta lain dibunuh!
Lian Huanran mulai menenangkan dirinya dari situasi yang berbahaya dan mulai ikut memutar otaknya dan berdiskusi, “Tapi bukankah ada liontin giok? Dan kita tidak pernah menemukan mayat peserta lain selama perjalanan.”
Tang Yelu menyetujui perkataan Lian Huanran, sementara Wu Shilin menggelengkan kepalanya pelan dan mulai menjelaskan, “Jika liontin giok tidak terdapat di tubuh peserta atau peserta tidak memegangnya, liontin giok tidak akan berfungsi, tapi tentu jika masih berada di cincin penyimpanan yang kita simpan atau pakai, liontin giok masih bisa berfungsi.
Lalu untuk mayat, laki-laki berambut perak tadi sangat kuat, bisa saja dia membakar mayat peserta lain untuk menyembunyikan bukti.”
Mendengar penjelasan Wu Shilin, ekspresi Lian Huanran dan Tang Yelu menjadi agak pucat. Lian Huanran berkomentar dengan perasaan takut yang memenuhi hatinya, “Sangat menakutkan.”
Chao Bence yang masih berwajah serius juga menambahkan bukti lainnya, “Apalagi tingkatannya sama denganku. Akan sangat mudah merebut liontin giok dan membunuh peserta lain.”
Tang Yelu yang masih berwajah pucat bertanya dengan nada takut, “Se-benarnya levelmu yang sebenarnya....apa?”
Chao Bence menjawab dengan tenang, “Demigod Stage.” Namun jawaban itu bagai sambaran petir untuk Wu Shilin dan Tang Yelu.
Wu Shilin dan Tang Yelu segera memberikan penghormatan yang pantas untuk Chao Bence dengan meletakkan tinjunya di tangannya sambil membungkukkan badannya sedikit, “Salam untuk Tuan Kultivator!”
Meski Wu Shilin dan Tang Yelu merasa hal yang aneh bahwa kultivator Demigod Stage muncul bersama Lian Haocun dan Lian Huanran, mereka tidak bisa memikirkan hal tersebut sekarang karena hati mereka dipenuhi rasa takut dan bersalah.
‘Ahh... Sebelumnya aku pernah menegurnya! Menegur kultivator Demigod Stage!’ Batin Tang Yelu merasa bersalah.
Chao Bence mulai membentuk senyum canggung di wajahnya dan menatap Lian Haocun, meminta pertolongan.
“Itu tidak penting sekarang. Kita harus mencari setidaknya bukti-bukti atau jejak yang ditinggalkan laki-laki itu.” Ucap Lian Haocun dalam satu tarikan nafas dengan nada dingin, namun aura di sekitarnya sangat serius seperti seorang Jenderal sehingga Wu Shilin dan Tang Yelu mulai menegakkan punggungnya karena refleks.
Lian Huanran yang masih agak pucat bertanya, “Kita akan mencari dari mana?”
Lian Haocun mengarahkan pandangannya menuju arah laki-laki berambut perak berasal. Lalu mereka berlima mencari jejak-jejak yang ditinggalkan oleh laki-laki berambut perak.
Di beberapa tempat yang dijelajahi kelompok empat orang dan satu binatang ajaib, mereka menemukan beberapa jejak api kegelapan dan goresan pedang dengan beberapa bau darah manusia.
“Aku menemukan liontin giok!” Teriak Lian Huanran yang tanpa sengaja menemukan liontin giok milik salah satu peserta entah siapa.
Hal tersebut memperkuat bukti bahwa kemungkinan besar beberapa peserta dibunuh.
Lian Haocun berkata, “Ini bisa dijadikan bukti. Temukan beberapa lagi.”
Wu Shilin dan Tang Yelu sudah mulai menutup mata karena kelelahan. Sementara Lian Huanran masih menahan kantuknya dan mulai membuka topik pembicaraan saat memastikan Tang Yelu dan Wu Shilin tertidur,
“Bence, Kakak... Apa mungkin ras manusia akan berperang dengan ras iblis lagi?”
Chao Bence tidak menanggapi sementara Lian Haocun berkata, “Belum pasti itu ras iblis. Bisa saja mereka adalah ras manusia.”
Chao Bence untuk pertama kalinya menyetujui Lian Haocun, “Iya. Tapi ras iblis adalah kemungkinan terburuk.”
Lian Huanran menundukkan kepalanya dan bersimpuh di lututnya sambil menatap Lian Haocun dan Chao Bence yang disinari api dari api unggun. Rasa takut mulai muncul di dalam hati Lian Huanran. Sangat berbeda dengan Lian Haocun saat menghadapi situasi berbahaya yang mengancam nyawa, tetap tenang dan berkepala dingin, bahkan Chao Bence harus mengagumi ketenangan Lian Haocun yang luar biasa.
Lian Huanran mulai bertanya lagi pertanyaan mengganggu yang muncul di pikirannya, "Bukankah selain elemen kegelapan sebagai simbol ras, ras iblis juga memiliki tanduk di kepalanya? Laki-laki berambut perak tadi tidak memiliki tanduk di kepalanya."
Chao Bence menggelengkan kepalanya, "Tanduk iblis bisa disembunyikan sesuka hati jika iblis tersebut sudah mencapai tingkatan yang cukup kuat."
Lalu suasana jatuh ke keheningan sunyi yang dalam.
“Sekalipun dia iblis. Ras-ras lain pasti akan membantu. Situasinya tidak akan seburuk zaman dulu. Tidak perlu khawatir.” Kata Lian Haocun memecahkan suasana hening.
Lian Huanran mengangguk sekali dan meredakan ketakutan di hatinya.
‘Hm...... Seharusnya baik-baik saja.’ Batin Lian Huanran sebelum ia tertidur lelap sambil meletakkan tangannya di lutut.
Lian Haocun membetulkan pose tidur Lian Huanran menjadi berbaring agar dia tidak sakit punggung keesokan harinya. Chao Bence berkomentar dengan suara yang bisa didengar Lian Haocun,
“Heh... Dibalik topeng dinginmu ternyata kau sangat perhatian terhadap adikmu.”
Lian Haocun mengabaikan ejekan di dalam nada Chao Bence dan berinisiatif membuka obrolan dengan Chao Bence, “Apa kau akan bisa mengalahkan laki-laki berambut perak itu?”
Chao Bence terkejut di dalam hatinya dengan pertanyaan Lian Haocun, “Jangan bilang kau akan...,”
Chao Bence menghela nafas, namun Lian Haocun tidak menanggapi apa pun, hanya menatap Chao Bence. Ditatap oleh masternya, mau tidak mau Chao Bence menjawab,
“Tidak pasti. Laki-laki berambut perak itu tidak menggunakan seluruh kemampuannya saat bertarung denganku tadi. Tentu aku juga tidak menggunakan semua kemampuanku.”
Lian Haocun mengangguk bertanda bahwa ia mengerti. "Berarti sebenarnya dia tidak benar-benar harus membunuh semua peserta, kalau dia bisa melepaskan kita semudah itu."
Suasana menjadi hening kembali. Chao Bence membuka mulutnya setelah suasana hening sekian lama, “Kalau memang ini ulah iblis.... Apa yang akan kau lakukan?”
Lian Haocun yang duduk bersila dan mulai berkultivasi tidak menjawab Chao Bence, namun Chao Bence tau Lian Haocun pasti mendengarnya.
Chao Bence menghela nafas dan memutuskan untuk mengeluarkan pendapatnya dengan nada sedih dan nada rindu yang tersembunyi,
“Hah...... Apa kau benar-benar berpikir ras lain akan membantu? Mereka hanya akan membantu saat sudah benar-benar mendesak atau jika ras iblis akan membahayakan mereka juga. Pada akhirnya ras-ras lain akan mementingkan ras mereka sendiri.”
Chao Bence berekspresi sedih dengan senyuman mengejek mulai terbentuk di wajahnya, entah mengejek siapa. Lian Haocun yang menutup mata dan berkultivasi tidak melihat ekspresi Chao Bence namun mendengar suaranya, tapi Lian Haocun tidak mengeluarkan tanggapan apa pun.
Akhirnya suasana hening bertahan hingga keesokan harinya.