
Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence berbentuk manusia mulai mencari dan berkeliling desa-desa di sekitar Jalan Nigra dan menanyakan beberapa pertanyaan.
Jawaban warga-warga tersebut memiliki inti yang sama, “Tidak tau. Tidak pernah ada suara aneh di dekat Jalan Nigra, tapi belakangan ini beberapa warga yang pergi melalui jalan tersebut ke suatu tempat tidak kembali.”
Hari sudah siang hari saat mereka menyelesaikan penyelidikan mereka.
Lian Huanran menghela nafasnya sedih dan berkata, “Tidak ada petunjuk yang berguna.”
Chao Bence mengangguk dengan senyum tertera di wajahnya seperti biasa, senyuman tersebut membuat tidak ada orang yang bisa membaca suasana hati Chao Bence yang sebenarnya.
Shen Wenhuan berkata, “Satu-satunya cara yang tersisa adalah menyusuri Jalan Nigra, tapi ayo beristirahat dulu sebentar dan berdiskusi. Haocun, Huanran, Tuan Chao, apa pendapat kalian mengenai kasus ini?”
Lian Haocun menjawab, “Korban-korban dalam kasus ini sama seperti kasus sebelumnya, acak. Mayatnya juga tidak ditemukan. Kemungkinan besar kasus ini dilakukan oleh pemimpin yang sama dengan kasus sebelumnya.”
Setelah Lian Haocun selesai berbicara, Lian Huanran juga berkata, “Dan lagi apa motif atau tujuan pemimpin itu melakukan hal seperti ini? Apa mungkin ini cuma balas dendam pribadi?”
Chao Bence mengangguk dengan senyum di wajahnya yang membuat ia tampak sedikit mengerikan, “Bukan hanya itu pemimpin ini seharusnya sangat kuat dan bukan orang biasa.”
Shen Wenhuan menambahkan, “Iya dan dia seharusnya bukan berasal Benua Afer, tapi tentu juga ada kemungkinan bahwa pemimpin ini berasal dari Benua Afer. Namun kemungkinan tersebut sangat kecil.”
Chao Bence mengangguk menyetujui perkataan Shen Wenhuan.
Setelah beristirahat sekitar dua puluh menit-tan. Mereka mulai menyusuri Jalan Nigra dengan langkah yang tidak terlalu lambat namun tidak terlalu cepat sambil memperhatikan sekeliling mereka saat berjalan.
Semakin lama mereka jalan, entah bagaimana terdapat kabut yang semakin menebal seiring perjalanan yang sangat tidak sesuai. Kabut tersebut seharusnya tidak ada, bukan hanya karena itu siang hari tapi Jalan Nigra memang bukan jalan berkabut.
“Ayo teruskan.”
Shen Wenhuan yang memimpin paling depan tentu sudah menyadari keanehan ini sedari awal kabut tiba-tiba muncul. Namun ketenangan dalam nada perkataan dan tindakannya membuat kecemasan dan kegelisahan Lian Huanran terhapus tiga per empatnya.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan suasana yang agak hening, meski Chao Bence sudah memecahkannya berkali-kali dengan berbicara omong kosong yang tidak berguna sepanjang perjalanan, Lian Huanran yang tumben-tumbennya serius, tidak dalam mood untuk mengobrol jadi tanpa sadar Lian Huanran mengabaikan omong kosong Chao Bence dan fokus dengan pikirannya sendiri.
Chao Bence yang hanya berbicara sendiri tanpa tanggapan dari siapa pun, “...” Manusia-manusia ini tidak tau diuntung! Huh!
Karena kabut semakin menebal sepanjang perjalanan sehingga tidak terlihat apa-apa, Shen Wenhuan menatap Lian Haocun. Lian Haocun mengerti arti tatapan gurunya dan mengeluarkan api dari tangannya.
Meski tidak banyak membantu, sekitar menjadi lebih terang dan indra penglihatan menjadi lebih jelas dari sebelumnya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan suasana sepi dan hening yang agak horror.
Lian Huanran takut pada sesuatu yang horror jadi tanpa sadar ia menjadi lebih dekat dengan Lian Haocun dan memegang jubahnya karena takut. Sementara Chao Bence tidak ingin berbicara lagi untuk memecahkan suasana hening dan hatinya tambah kesal dan geram melihat kelakukan Lian Huanran saat takut.
‘Huh! Bocah itu bahkan tidak bergantung padaku! Padahal jelas-jelas aku lebih kuat dari Kakaknya! Harga diriku sebagai binatang ajaib yang setara dengan Demigod Stage terluka...’ Pikir Chao Bence sedih, kesal dan geram.
Lian Haocun tidak menenangkan Lian Huanran sama sekali namun membiarkan Lian Huanran memegang jubahnya. Meski Lian Haocun tidak berbicara, keberadaannya dan auranya menenangkan hati Lian Huanran yang ketakutan dan pikirannya mulai lebih jernih.
Shen Wenhuan yang berjalan paling depan tiba-tiba berhenti dan berkata, “Kenapa bisa ada penginapan di sini?”
Kabut perlahan-lahan memudar saat Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence menuju ke tempat Shen Wenhuan yang paling depan. Kabut memudar dan digantikan oleh langit malam berbintang yang indah dan sebuah penginapan, penginapan tersebut terbuat dari kayu. Terlihat tua namun juga kokoh. Dengan pelat kayu berbingkai besi yang bertuliskan 'Penginapan Ruga'.
Shen Wenhuan, Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence merasakan hal yang sama, aneh dan janggal.
“Bagaimana bisa ada penginapan di tengah Jalan Nigra? Aku tidak pernah mendengarnya. Dan lagi apa kita berjalan selama itu? Hari sudah malam.” Lian Huanran langsung mengutarakan apa yang dipikirkannya.
Shen Wenhuan terlihat agak enggan melanjutkannya jadi Chao Bence melanjutkan perkataannya, “Dimensi lain.”
Lian Haocun cukup terkejut di dalam hatinya dan mulai menjelaskan kepada Lian Huanran yang terlihat kebingungan, “Dimensi lain adalah sebuah dimensi yang dibuat oleh seseorang yang memiliki tingkat kultivasi setara Demigod Stage atau diatasnya. Untuk membuat dimensi sangat sulit.
Setidaknya orang yang membuatnya harus memiliki keterampilan atau keberuntungan yang menakjubkan untuk membuat dimensi.
Dimensi akan bertambah luas seiring meningkatnya tingkat kultivasi tapi ada juga orang-orang yang membiarkan dimensi mereka tetap sama seperti awal karena tidak ingin terlalu repot mengurusi tempat yang luas.
Dimensi bisa diberikan kepada orang lain tapi sangat jarang orang yang membuat dimensi melakukannya karena bukan hanya susah membuatnya, dimensi juga sangat berguna untuk berbagai hal.
Jadi bisa jadi dimensi ini dipinjamkan atau diberikan oleh orang lain atau kemungkinan terburuk orang yang merupakan dalang dari kasus di Jalan Nigra ini adalah seseorang yang memiliki tingkat kultivasi setara dengan Demigod Stage.”
Mata Lian Huanran membelalak karena terkejut, “Demigod stage!?”
Lian Haocun mengangguk dengan tenang sambil tetap menggunakan tangannya untuk mengeluarkan api sepanjang waktu.
Shen Wenhuan merasa kecemasan dan kegelisahan di dalam hatinya, “Tuan Chao, apa kita masih bisa pergi?”
Chao Bence menggelengkan kepalanya tidak tau dan senyum yang tertera di wajahnya sepanjang waktu digantikan ekspresi serius, “Jika pengendali atau pemilik dimensi ini tidak ingin membiarkan kita pergi. Kita tidak akan bisa keluar dan sepertinya..., pengendali atau pemilik dimensi ini tidak ingin kita keluar.”
Kabut tebal mengelilingi penginapan tersebut, tidak ada satu pun yang bisa menebak di mana jalan yang sebelumnya mereka lalui.
Lian Huanran mencoba menerobos kabut tebal tersebut namun dia bahkan tidak bisa memasukinya sebelum terpental menjauh dari kabut. Lian Huanran mengaduh kesakitan. Shen Wenhuan yang melihat Lian Huanran berniat menerobos kabut tebal langsung merasa panik dan cemas di dalam hatinya.
Untuk pertama kalinya, Shen Wenhuan tampak sangat marah, “Apa yang kau lakukan!? Apa kau tidak takut mati, Huanran!?”
Lian Huanran yang dimarahi tampak seperti ingin menangis. Bagaimanapun Lian Huanran hanya anak berusia sepuluh tahun dan tidak pernah dimarahi oleh Shen Wenhuan hingga Shen Wenhuan berteriak seperti itu, namun Lian Haocun yang melihatnya sama sekali tidak bersimpati dan mendukung Shen Wenhuan,
“Apa yang kau lakukan memang ceroboh dan salah. Jadi tidak perlu menangis.”
Sambil berkata, Lian Haocun mengulurkan tangannya kepada Lian Huanran yang masih terduduk di tanah. Lian Huanran meraih tangan Kakaknya dan berdiri lalu mengucapkan permintaan maaf dengan gagap.
Chao Bence mengusap pelipisnya dan menghela nafas. Ekspresi wajah Shen Wenhuan menjadi lebih lembut namun dia juga masih terlihat marah dan ia berkata,
“Maafkan Guru. Bagaimanapun apa yang kau lakukan tadi sangat berbahaya. Jika kabut tersebut sangat korosif mungkin bahkan mayatmu tidak akan tersisa.”
Lian Huanran bergidik ngeri mendengar konsekuensi tindakannya bisa seburuk itu.
Lian Huanran menggunakan beberapa menit untuk menenangkan diri sementara Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Chao Bence fokus pada pikiran mereka masing-masing sehingga suasana menjadi hening dan sunyi senyap.
Lian Huanran memberanikan diri untuk bertanya, “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”
Shen Wenhuan menghela nafas berat seperti sudah memutuskan sesuatu yang berat dan berkata,
“Kita akan menuju ke penginapan tersebut. Bagaimanapun kita terperangkap di sini, tapi sebelum itu, Tuan Chao. Bisakah saya mengobrol dengan Anda berdua sebentar?”
Chao Bence yang berwajah serius tanpa senyum mengangguk.