The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 122 — Ujian Masuk Sekte Serigala Giok (5)



Itu adalah kilasan ingatan Lian Haocun dari kehidupan sebelumnya. Dari sudut pandang dirinya di kehidupan sebelumnya, Lian Haocun bisa melihat bayangan dua orang yang meninggalkannya tanpa ragu-ragu. Lalu Lian Haocun kecil yang berumur lima tahun itu diseret oleh seseorang dengan cara yang sangat kejam!


Melihat kilasan ingatan tersebut, Lian Haocun merasa ketidaknyamanan, pasalnya ruangan itu seakan-akan bisa menyelusup ke ‘ruang pribadinya', dan perasaan disusupi itu benar-benar sangat tidak menyenangkan bagi Lian Haocun.


Dua detik kemudian, ‘pemandangan' tersebut berubah kembali, terlihat seorang pria yang berusia cukup tua. Dan anehnya, terdapat pisau yang menancap di ulu hati pria tersebut! Lian Haocun bisa melihat pinggiran tangan pria tersebut yang mengusap kepalanya, sebelum tiba-tiba ia terjatuh ke tanah dalam kondisi sudah tidak bernafas. Lian Haocun kecil, yang masih berusia lima tahun saat itu, meneteskan air mata ketakutan dan kebingungan.


Lagi-lagi, dua detik kemudian, ‘pemandangan’-nya berubah lagi. Lian Haocun merasa seakan-akan ia menonton ringkasan dari ingatannya di kehidupan sebelumnya, namun selain rasa tidak nyaman, Lian Haocun tidak merasakan hal lain. Tidak bisa dipungkiri, salah satu alasannya karena mental Lian Haocun yang sekuat baja. Tetapi jika orang lain yang memasuki ruangan tersebut, mungkin ia akan keluar hanya dalam waktu sepuluh detik setelah memasuki ruang batu tersebut.


Bahkan ketika Lian Haocun menutup matanya, 'pemandangan' itu tetap terlihat, seakan-akan itu diputar dari otaknya. Waktu lima puluh enam detik terasa berlalu sangat lama, tetapi juga cepat. Dan setelah hampir satu menit, akhirnya ada ingatan dari kehidupannya yang kedua, itu adalah saat Shen Wenhuan, Gurunya di bawa oleh Jenderal Iblis Aries dan saat adik kembarnya, Lian Huanran mengalami situasi yang bisa merenggut nyawanya.


Mata Lian Haocun bergerak pelan dan untuk pertama kalinya, ia bereaksi terhadap ‘pemandangan' di ruang batu tersebut. Lalu tidak lama kemudian, ia diteleportasikan kembali ke luar ruang batu. Mata Lian Haocun yang dingin bertemu dengan mata pengawas. Pengawas yang melihat ekspresi Lian Haocun yang tanpa emosi dan dingin, merasa sangat terkejut, pasalnya sangat sedikit seorang yang berhasil bertahan di ruang batu selama satu menit penuh.


Ditambah meski peserta tersebut lolos, kebanyakan dari mereka memiliki ekspresi yang tidak bisa didefinisikan, bercampur dari sedih, marah, kesal dan berbagai macam emosi lainnya. Namun ini pertama kalinya, pengawas melihat seseorang yang tetap berekspresi acuh tak acuh dan dingin, jadi ia merasa sangat kaget dan terkejut.


Tetapi pengawas tetap tidak lupa melakukan tugasnya, ia memberikan angka '10’ pada kolom poin ujian mental dan memberikan gulungan formulir milik Lian Haocun kembali ke Lian Haocun. Lian Haocun berjalan melewati pengawas dan berlari menuju ke lokasi ujian selanjutnya, ujian fisik.


Sebenarnya pemahaman Lian Haocun mengenai ujian mental agak salah, hal tersebut wajar, karena Lian Haocun hanya melihat sekilas sebelum menyimpulkan. Untuk mendapatkan lima poin, Lian Haocun hanya perlu berhasil bertahan di ruang batu selama tiga puluh detik. Kalau harus bertahan dalam waktu satu menit, bisa dipastikan tidak akan ada peserta yang berhasil lolos dalam ujian mental.


Jarak antara lokasi ujian mental dan ujian fisik agak jauh, Lian Haocun memerlukan waktu delapan menit untuk sampai ke lokasi ujian fisik. Ujian fisik tidak terdapat di tenda, itu terdapat di sebuah jembatan dengan jarak dua puluh meter. Sebenarnya ujian fisik itu sangat mudah bagi Lian Haocun yang sudah melatih tubuhnya sejak dini.


Jadi dengan membawa batu seberat satu ton, Lian Haocun berlari di jembatan sepanjang dua puluh meter tersebut. Tetapi Lian Haocun tidak sampai akhir, ia hanya melewati sekitar enam belas meter sebelum berhenti. Itu hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit dan Lian Haocun berhasil mendapatkan delapan poin untuk ujian fisik serta tatapan curiga dari pengawas ujian fisik.


Tanpa istirahat, Lian Haocun melanjutkan ke ujian penguasaan elemen. Untungnya jarak antara lokasi ujian fisik dan lokasi ujian penguasaan elemen tidak terlalu jauh, Lian Haocun hanya membutuhkan waktu lima menit untuk sampai ke lokasi ujian penguasaan elemen.


Lokasi ujian penguasaan elemen terletak di tenda, sama seperti ujian pertahanan dan ujian penyerangan. Lian Haocun bisa melihat empat orang yang menunggu untuk melakukan ujian penguasaan elemen. Tidak berniat menghabiskan waktu untuk menunggu, Lian Haocun mengambil gulungan formulir ke-empat peserta tersebut, dan membakar gulungan formulir ke-empat peserta tersebut menjadi abu!


Kemudian, Lian Haocun menunggu peserta yang sedang diuji oleh penguji selesai, sebelum melakukan ujian penguasaan elemen.


Kepala peserta yang baru saja berhasil lolos ujian penguasaan elemen tersebut, menunduk menatap tanah, matanya berkilat marah, bagaimanapun rekan setimnya gagal lolos tes untuk memasuki Sekte Serigala Giok. Padahal mereka sudah berjanji untuk memasuki Sekte Serigala Giok bersama. Pemuda itu merasa marah, tetapi ia juga tidak berdaya, karena Lian Haocun tidak melanggar peraturan tes.


Tanpa mengetahui pergolakan emosi peserta yang baru saja berhasil lolos ujian penguasaan elemen, Lian Haocun menyelesaikan ujian penguasaan elemen dan mendapatkan tujuh poin.


Untuk lulus ujian penguasaan elemen, Lian Haocun perlu mengarahkan elemen apinya dengan akurat ke papan-papan kayu bulat yang mengambang, ada yang berukuran kecil, ada yang berukuran besar.


Tetapi kemampuan Lian Haocun untuk mengendalikan elemen apinya sebenarnya tidak sebaik kemampuan Lian Huanran dalam mengendalikan elemen kayunya. Pasalnya, Lian Haocun sebenarnya agak jarang memakai elemen saat bertarung. Ia lebih sering menggunakan pedangnya mau pun keterampilan seni bela diri yang ia pelajari.


Ujian penguasaan elemen menghabiskan waktu tiga menit, sehingga masih ada beberapa menit sebelum satu jam untuk batas waktu tes, selesai.


Penguji ujian penguasaan elemen memuji, “Selamat, kau berhasil lulus tes masuk Sekte Serigala Giok! Poin-poinmu juga sangat memuaskan!”


Lian Haocun mengabaikan pujian dari penguji tersebut dan bertanya, “Apa peserta bernama ‘Lian Huanran' pernah kemari?”


Penguji tersebut tampak mengingat sebentar sebelum berkata, “Ada, laki-laki berambut pirang dan bermata hijau kan? Dari nama dan penampilannya, dia adalah saudara kembarmu ya?”


Lian Haocun tidak menjawab, dan malah bertanya lagi, “Ku sudah lolos tes, sekarang apa yang harus kulakukan?”


Penguji tersebut tersenyum canggung, dan berkata, “Kau hanya perlu membakar gulungan formulir-mu dan kau akan berteleportasi ke tempat orang-orang yang sudah lolos. Tenang..., gulungannya tidak akan terbakar, karena kau sudah lolos, gulungan formulirmu menjadi tahan pada serangan apa-pun. Kemudian setelah berteleportasi, serahkan gulungan formulirmu ke pengawas di sana, dia juga akan memberikan kau beberapa informasi tambahan.”


Lian Haocun mengangguk dan tanpa berbasa-basi, langsung membakar gulungan formulir tersebut. Seperti yang dibilang penguji, ia berteleportasi ke sebuah lapangan yang cukup luas.


Lian Haocun mengamati sekelilingnya, dan melihat satu peserta lain, peserta tersebut berambut biru tua panjang, bermata merah dan merupakan seorang elf jika dilihat dari telinganya yang lancip. Dalam sekejap, Lian Haocun langsung mengingat siapa laki-laki tersebut, ia adalah seseorang yang membuat Lian Huanran menghentikan langkahnya.


Lian Haocun tidak menyapa laki-laki tersebut, tetapi langsung berjalan ke pengawas, seperti yang dikatakan penguji, ia memberikan gulungan formulir miliknya kepada pengawas.


Tanpa melihat gulungan formulir Lian Haocun, pengawas menyimpannya dan berkata, “Selamat telah lulus tes masuk Sekte Serigala Giok, Lian Haocun. Besok, silakan datang ke Sekte Serigala Giok beserta barang bawaanmu untuk menyelesaikan pendaftaranmu sebagai murid. Setelah menyelesaikan pendaftaran, kau akan secara resmi menjadi murid Sekte Serigala Giok.”


Lian Haocun mengangguk mengerti dan berjalan kembali ke tempatnya, sementara elf berambut biru panjang tersebut menghampiri Lian Haocun dan berkata, “Aku tidak menyangka akan bertemu seseorang yang sepertinya memiliki bakat potensial di tes masuk Sekte Serigala Giok. Sedang menunggu seseorang?"