The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 56 — Permasalahan di Pagi Hari (1)



Kedua anak tersebut adalah Bo Anming dan Cong Bing. Mereka sedang berbicara mengutuk Lian Haocun dan Lian Huanran bersama-sama.


Chao Bence tersenyum gelap melihat mereka berdua lalu mengikuti mereka ke tempat tinggal mereka masing-masing. Kemudian Chao Bence meletakkan masing-masing satu gulungan di tempat tinggal mereka. Lalu Chao Bence kembali ke Paviliun Langit Jingga milik Lian Haocun dan Lian Huanran.


...****************...


Keesokan harinya tiba dengan cepat, sesuai rencana, Penatua Lang membuat keributan di pagi hari mengenai gulungannya yang hilang. Penatua Jiang langsung menuju ke tempat kejadian diikuti dengan Ketua Sekte, Bao Fen.


Banyak murid-murid Sekte Langit Biru yang menonton keributan di pagi hari ini dengan penuh minat. Tidak sedikit dari mereka yang berdiskusi mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan membuat berbagai teori.


Bao Fen selaku Ketua Sekte langsung meminta penjelasan dari Penatua Lang mengenai apa yang terjadi.


Bao Fen menggertakkan giginya diam-diam dan menahan amarahnya di tempat, “Jadi ini hanya disebabkan dua gulungan tingkat biru?”


Penatua Lang menyangkal Bao Fen, “Kedua gulungan ini rencananya akan kuberikan kepada salah satu muridku dan sebagai hadiah kepada Penatua Jiang. Tentu ini penting, Ketua Sekte.”


Bao Fen tidak menanggapi dan bertanya langsung, “Siapa yang kau curigai?”


Rasa senang berkilat sekilas di mata Penatua Lang.


Penatua Lang menanggapi pertanyaan yang sudah ia tunggu-tunggu, “Saya mencurigai murid-murid Penatua Shen.”


Bao Fen mengernyitkan keningnya, merasa ada konspirasi di balik semua ini. “Alasannya?”


Penatua Lang menjawab dengan fasih, “Karena kedua gulungan tingkat biru ini cukup spesial. Dan saya juga mendengarkan kedua murid Shen Wenhuan membicarakannya dan sepertinya mereka cukup tertarik dengan gulungan itu. Tapi karena mereka tidak bisa memilikinya, mungkin mereka...”


Penatua Lang terlihat agak ragu-ragu berbicara. Namun hal tersebut semakin memicu perbincangan di antara para murid.


Bao Fen menatap tajam Penatua Lang lalu memerintahkan, “Mari kita cek.”


Penatua Lang, Penatua Jiang dan Bao Fen diikuti dengan beberapa murid Sekte yang berniat menonton pertunjukkan pergi beramai-ramai ke Paviliun Langit Jingga.


Chao Bence yang bersembunyi di dahan pohon yang kokoh berkomentar, “Cih, benar-benar omong kosong.”


Kemudian Chao Bence melompat turun dan bergegas ke Paviliun Langit Jingga.


Kemarin Chao Bence sudah memberitahu Lian Haocun dan Lian Huanran mengenai rencana jahat Penatua Lang dan Penatua Jiang serta rencananya sendiri untuk membalas dendam dan mempermalukan Penatua Lang dan Penatua Jiang.


Lian Huanran merasa bersemangat dengan rencana Chao Bence dan mulai berdiskusi mengenai dialog-dialog yang akan dikatakannya nanti. Sementara Lian Haocun tetap acuh tak acuh seperti biasanya dan melanjutkan membaca buku keterampilan seni bela diri sendirian.


Bao Fen memanggil Lian Haocun dan Lian Huanran keluar sementara Shen Wenhuan dipanggil ke Paviliun Langit Jingga. Lian Haocun dan Lian Huanran meletakkan tangannya di atas tinjunya untuk memberi hormat kepada Ketua Sekte. Namun mereka tidak memberi hormat kepada Penatua Lang dan Penatua Jiang.


Penatua Lang berkata dengan marah dan sarkas, “Benar-benar tidak beradab. Gurumu itu tidak mengajarkanmu untuk menghormati yang lebih tua?”


Bao Fen mengusap keningnya yang berkerut mendengar keluhan Penatua Lang, namun dia tidak menegur Lian Haocun dan Lian Huanran. Bagaimanapun mereka adalah masa depan Sekte Langit Biru, tidak baik menciptakan kesan buruk dengan mereka.


Lian Haocun menjawab dengan suara dingin dan tanpa perubahan sedikit pun di ekspresinya sambil menatap tanpa emosi ke Penatua Lang dan Penatua Jiang, “Oh, maaf murid ini tidak memperhatikan. Murid ini tidak bisa memberi hormat kepada orang yang tidak pantas dihormati.”


Beberapa anggota sekte tertawa diam-diam mendengar ejekan dan sarkasme dalam kalimat Lian Haocun.


Lian Huanran juga berbicara mendukung Kakaknya, “Murid ini juga sama.”


Wajah Penatua Lang semakin memerah karena amarah. Begitu juga dengan Penatua Jiang, namun Penatua Jiang lebih mampu mengontrol emosinya jadi dia hanya menonton dan menunggu Penatua Lang membuat keributan.


Penatua Lang berniat menampar Lian Haocun. Shen Wenhuan yang baru tiba, langsung disuguhkan kejadian seperti itu, dengan cepat Shen Wenhuan menghalau tangan Penatua Lang dan mencengkeramnya dengan erat,


Penatua Lang langsung melepaskan amarahnya dan mencaci maki Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran di tempat.


Bao Fen menghentikan Penatua Lang yang mencaci maki dengan berteriak, “Cukup! Kita ke sini bukan untuk ini. Maaf, Lian Haocun, Lian Huanran, apa kalian mencuri gulungan Penatua Lang?”


Lian Haocun enggan melibatkan diri dalam percakapan lagi. Dia pun melirik Lian Huanran.


Lian Huanran mengerti dan berkata menggantikan Lian Haocun, “Kami tidak melakukannya dan juga tidak memerlukan motif untuk melakukannya. Anda sekalian bisa mengecek seluruh Paviliun Langit Jingga.”


Bao Fen berkata memihak Shen Wenhuan, Lian Haocun dan Lian Huanran, “Aku tau kalian tidak akan melakukannya, tapi supaya adil aku masih harus membiarkan orang mengeceknya.”


Lian Huanran berkata ‘Mengerti’ sambil tertawa di dalam hati.


Bao Fen memerintahkan belasan orang untuk menggeledah Paviliun Langit Jingga secepat mungkin. Dalam waktu singkat, belasan orang yang diperintahkan keluar setelah selesai menggeledah.


Satu orang yang sepertinya merupakan pemimpin dari belasan orang, maju dan berkata dengan penuh hormat dan nada tenang, “Tidak ditemukan satu pun gulungan di Paviliun ini.”


Penatua Lang tidak bisa menyembunyikan reaksi terkejutnya sementara Penatua Jiang merasa sangat terkejut di dalam hati.


Bao Fen menatap Penatua Lang tajam. “Apa maksud Penatua Lang menuduh Penatua Shen dan murid-muridnya seperti ini?” Penatua Lang yang panik di dalam hatinya, terlihat gagap dan tidak tau bagaimana menanggapi.


Penatua Jiang keluar dan menyela, “Bagaimanapun itu hanya dugaan, Ketua Sekte. Jangan terlalu mempermasalahkannya.”


Meski di dalam hati, Penatua Jiang sudah mengutuk belasan kali. Bao Fen mendaratkan tatapan setajam pedang kepada mereka berdua.


Shen Wenhuan tersenyum dingin lalu berkata, “Jangan-jangan, Penatua Lang berniat menjebak kami? Hanya saja entah bagaimana gulungannya hilang entah ke mana.”


Wajah Penatua Lang menjadi sedikit pucat, namun dia masih menyangkal dan berkata dengan nada penuh sarkasme dan marah,


“Penatua Shen benar-benar mengetahui cara memfitnah orang! Bagaimanapun aku hanya mendengar murid-muridmu berbicara mengenai dua gulunganku yang sekarang hilang.”


Shen Wenhuan tersenyum lebih lebar dengan mata penuh penghinaan, ketika Penatua Lang melihatnya, ia merasa bulu kuduk di seluruh tubuhnya berdiri. Namun hatinya yang panik juga digantikan oleh amarah dan kebencian yang kuat.


Shen Wenhuan berkata dengan nada sarkasme namun elegan, “Kalau benar-benar ada, kami yang akan difitnah,”


Shen Wenhuan menjeda sejenak sebelum melanjutkan, “Lalu kemarin murid-muridku tidak keluar sama sekali. Mereka mempelajari gulungan tingkat hijau yang saya berikan. Bagaimana Penatua Lang bisa mendengar mereka berbicara?”


Shen Wenhuan memberikan penekanan pada kata 'Gulungan tingkat hijau'.


Penatua Jiang menjawab sebelum Penatua Lang dapat menjawab, “Mungkin saja Penatua Lang juga dijebak, Penatua Shen tidak bisa terlalu curiga bukan? Apalagi dengan sesama penatua. Apalagi kedua murid Penatua ‘mengambil’ dua tempat partisipan Konferensi Daffodil. Sehingga mungkin saja ada orang yang iri dan berniat memicu perselisihan di antara kita.”


Penatua Jiang memberikan tekanan pada kata 'mengambil'. Penatua Lang menganggukan kepalanya menyetujui perkataan Penatua Jiang.


Shen Wenhuan menanggapi, "Itu memang karena muridku memilki kemampuan yang lebih dibandingkan muridmu."


Penatua Lang dan Penatua Jiang menggertakkan gigi mereka dan menahan amarah. Lalu perdebatan antara ketiga Penatua pun berlanjut.


Bao Fen menghela nafas, menyaksikan pertunjukkan di hadapannya. Sementara murid-murid yang berkumpul di sekitar mereka menjadi lebih banyak dan suara berbisik menjadi lebih keras.


Tiba-tiba seseorang berpakaian pelayan yang diperintahkan untuk mencari kedua gulungan diam-diam oleh Bao Fen, memecah kerumunan dan berkata dengan suara keras yang bisa didengar semua orang,


“Ketua, kami menemukan dua gulungan di Paviliun Bo Anming dan Cong Bing.”


Penatua Jiang tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut begitu juga Penatua Lang. Segera mereka menghentikan perdebatan mereka dengan Shen Wenhuan. Penatua Lang menyangkal, “Bagaimana mungkin!”