
Meski Lian Haocun dan kelompoknya tidak menginginkan imbalan. Para warga-warga yang dibebaskan tetap memberikan berbagai barang-barang mereka sebagai imbalan untuk penolong mereka. Lian Huanran dan Long Yuan tidak berniat untuk menerimanya, namun para warga memaksa sehingga Lian Huanran dan Long Yuan mengambil beberapa barang-barang buatan tangan, seperti sapu tangan rajutan dari salah satu warga.
Mereka menghabiskan waktu yang cukup banyak dengan warga desa, sehingga membuat Lian Haocun mengernyitkan keningnya karena penundaan perjalanan. Pada akhirnya, Lian Huanran memaksa memberi para warga beberapa koin emas, yang tentu didapat dari cincin penyimpanan Shen Wenhuan.
Meski warga-warga menolak, Lian Huanran tetap memaksa untuk memberikan koin emas, bagaimanapun lima ratus koin emas hanya sebagian kecil dari jumlah koin emas yang diberikan oleh Shen Wenhuan. Setelah itu, Lian Haocun, Lian Huanran, Long Yuan dan anggota perjalanan lainnya melanjutkan perjalanan yang tertunda.
...****************...
Satu bulan dua minggu kemudian....
Lian Haocun dan kelompoknya turun di dekat tempat Sekte Langit Biru berada. Sedari awal mereka mendekati tempat tersebut, mereka semua sudah merasa janggal dan aneh. Bahkan Chao Bence sudah menebak-nebak apa yang terjadi.
Pemandangan Gerbang Sekte Langit Biru, pusat perdagangan ataupun aula-aula yang terdapat di Sekte Langit Biru yang berada di ingatan Lian Haocun, Lian Huanran dan Chao Bence, menghilang entah kemana dan berubah menjadi tanah yang tandus.
Suasana sangat hening dan sunyi. Suara sapuan angin kencang bisa terdengar jelas. Namun Lian Huanran tidak bisa mendengarnya sama sekali, otaknya terasa kosong dan tubuhnya sedikit gemetaran. Ekspresi wajahnya pun tidak seperti biasanya yang ceria dan periang.
Sementara Lian Haocun merasakan dadanya dipenuhi perasaan sesak. Bagaimanapun Sekte Langit Biru merupakan ‘rumah’ Lian Haocun dan Lian Huanran, serta juga merupakan... ‘rumah’ hangat pertama yang dimiliki Lian Haocun.
Sedangkan Chao Bence mulai memikirkan apa yang terjadi dengan Sekte Langit Biru dan merasa sangat disayangkan untuk Paviliun Lian Haocun dan Lian Huanran yang indah. Long Yuan mendekati Chao Bence dan memandangnya penuh pertanyaan.
Melalui tatapan kebingungan Long Yuan, Chao Bence mulai berbisik menjelaskan situasi saat ini, “Tempat ini seharusnya adalah tempat Sekte Langit Biru berada, tapi sekarang...” Chao Bence menghela nafas panjang sementara Long Yuan mulai mengerti apa yang terjadi saat ini.
Long Yuan berbisik bertanya, “Tapi..., kenapa bartender itu tidak memberitahu kita mengenai ini?”
Chao Bence menjawab, “Ada berbagai kemungkinan, bagaimanapun kalau kejadian ini sudah lama terjadi, mungkin bartender itu tidak mengingatnya. Dan lagi..., bartender itu sepertinya sangat jarang dipertanyakan untuk informasi-informasi seperti itu.”
Long Yuan mengangguk mengerti dan melihat Lian Huanran dan Lian Haocun yang masih setia memandang tanah tandus tersebut.
Ekspresi Lian Huanran terlihat kosong dan hampa, sementara ekspresi Lian Haocun sama seperti biasanya namun tanpa diketahui siapa pun, hatinya dipenuhi emosi-emosi yang bergejolak.
Bagi Lian Haocun dan Lian Huanran, Sekte Langit Biru senantiasa menjadi ‘rumah’ mereka, tempat mereka bernaung dan tinggal. Bukan hanya itu di Sekte Langit Biru, terdapat tempat-tempat penuh kenangan bersama Guru mereka, Shen Wenhuan, yang keberadaan dan keadaannya sekarang tidak diketahui. Apalagi Lian Huanran memiliki banyak teman-teman di Sekte Langit Biru, yang berbagi banyak hal yang menyenangkan maupun menyedihkan dan berbagai pengalaman dengannya.
Sekte Langit Biru hancur sama saja dengan rumah dan tempat-tempat penuh memori itu hancur bersamanya, hanya meninggalkan tanah tandus yang kosong dengan keberadaan orang-orang Sekte Langit Biru juga tidak diketahui di mana.
Lian Huanran mencoba mengendalikan emosinya, tetapi tubuhnya yang masih gemetar dan ekspresi wajahnya tidak bisa membohongi siapa pun bahwa dia terpukul berat. Tetapi Lian Huanran tidak menangis seperti saat ia masih berumur sepuluh tahun, bagaimanapun waktu memang membawa banyak perubahan.
Apalagi ada Bai dan Cheng di sisinya, yang menghiburnya dan membuatnya merasa bahwa dia harus menjadi lebih kuat menghadapi situasi-situasi seperti ini.
Lian Haocun menolehkan wajahnya dari tanah tandus yang kosong, tanpa jejak bangunan atau pun reruntuhan apa pun dan berkata, “Ayo selidiki.”
Matanya menjadi lebih dingin dan tangannya yang berada di samping tubuhnya terkepal erat. Lian Huanran memandang Lian Haocun yang masih tidak berekspresi dan tersenyum kecut di dalam hati.
‘Kakak sangat kuat... Padahal kami tumbuh di tempat yang sama, tapi kenapa Kakak bisa sekuat itu ya...’ Batin Lian Huanran yang merasa bahwa mentalnya sangat lemah.
Hanya Lian Huanran tidak mengetahuinya, bahwa mungkin luka yang ditorehkan dari kejadian ini lebih menyakitkan untuk Lian Haocun, Kakaknya daripada dirinya sendiri.
Lian Huanran berjalan ke arah Lian Haocun dengan tubuh yang masih gemetaran dan berkata, “Ayo pergi...”
Lian Haocun mengangguk dan mereka pergi ke Kota Shan, kota yang paling dekat dengan Sekte Langit Biru yang sekarang sudah tiada. Kota Shan berada di arah Utara dan berada di atas gunung. Lian Haocun dan kelompoknya dengan cepat sampai di Kota Shan. Selama perjalanan, Lian Huanran perlahan-lahan menjadi lebih tenang, tetapi pikirannya dipenuhi dengan teman-temannya di Sekte Langit Biru.
Mereka memasuki Kota Shan dengan cepat dan tanpa memperhatikan sekitar, mereka langsung mencari bar di Kota Shan. Saat itu masih siang hari, jadi tidak ada banyak orang di dalam bar tetapi bar tersebut terasa ramai dengan suara-suara berisik dari orang di bar.
Lian Haocun yang sudah mengenakan jubah hitam beserta Chao Bence, Lian Huanran dan Long Yuan yang juga mengenakan jubah hitam, diikuti oleh Bai dan Cheng kecil, masuk ke dalam bar.
Keberadaan mereka cukup menarik perhatian karena terdapat sedikit orang di bar tersebut. Namun mereka memperhatikannya hanya beberapa menit sebelum kembali ke kegiatan mereka masing-masing.
Lian Haocun tidak membuka tudungnya meski sudah di dalam bar dan berkata dengan nada sedingin setelah meletakkan beberapa koin emas di meja, “Informasi mengenai kejadian yang menimpa Sekte Langit Biru.”
Bartender terlihat sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini dan berkata, “Maksud Tuan, Sekte Langit Biru yang hancur dalam semalam delapan tahun yang lalu?”
Lian Huanran hampir menggebrak meja dan berteriak, “Hancur dalam semalam!? Dan lagi delapan tahun yang lalu!?”
Namun Lian Huanran masih bisa mengendalikan dirinya dan hanya mengepalkan tangannya erat untuk melampiaskan perasaan emosinya.
Lian Haocun mengangguk. Karena tudungnya menutupi wajahnya, tidak ada yang tau bahwa mata biru samuderanya mengekspresikan emosi yang sangat dingin sehingga bisa membekukan tulang.
Bartender mulai menjelaskan, “Sebenarnya tidak ada yang tau dengan jelas alasan mengapa Sekte tingkat menengah ini bisa hancur dan menghilang dalam semalam. Jadi ada banyak rumor-rumor tidak berdasar mengenai Sekte Langit Biru menyinggung seseorang yang tidak bisa mereka singgung. Ngomong-ngomong, saat Sekte Langit Biru menghilang, itu adalah hari XXXXX, tanggal XX X XXXX.”
Lian Huanran terkejut mendengar tanggal itu, pasalnya itu adalah hari saat mereka melakukan perjalanan ke Lembah Beredo!
‘Apa kejadiannya di malam atau sore hari?’ Batin Lian Huanran menduga-duga.
Bartender melanjutkan, “Tidak ada suara pertarungan atau teriakan mau pun sebuah serangan yang terlihat sangat kuat, tidak ada satu pun orang-orang di Kota Shan yang melihat atau mendengar hal-hal seperti itu, saat malam Sekte Langit Biru menghilang.
Segalanya berjalan seperti biasanya, sampai saat pagi hari, satu orang turun gunung dan melihat tempat Sekte Langit Biru menjadi kosong melompong tanpa meninggalkan apa pun. Tidak ada reruntuhan bangunan atau darah, pokoknya tidak ada apa-apa di tanah itu. Seakan-akan tidak pernah ada yang namanya Sekte Langit Biru.”
Lian Haocun bertanya, “Apa ada yang selamat?”
...****************...
Biodata diri Lian Haocun
Note : Apa itu Kuudere?
Kata 'kuu' pada 'kuudere' berasal dari istilah serapan Bahasa Inggris, 'cool' dan sering digunakan untuk menggambarkan karakter yang memang cool dan juga sangat tenang. Mereka tak pernah panik dan juga biasanya selalu ditunjuk sebagai sosok yang selalu bisa diandalkan oleh teman-temannya pada berbagai macam situasi tertentu.
Para kuuderes biasanya berbicara dengan nada yang santai dan tak bisa dipengaruhi oleh dunia di sekitarnya. Mereka hampir tak pernah terlihat bahagia atau excited yang berlebihan, dan sebaliknya juga jarang menunjukkan kesedihan. Untuk lebih mudahnya, mereka sering disebut sebagai karakter yang emotionless.
Karena sifat coolnya tersebut, para kuuderes biasanya sangat anti untuk menunjukkan kelemahan diri, seperti salah satunya mengakui jika sedang suka seseorang atau mencoba untuk bergantung pada orang lain. Beberapa dari mereka kesusahan untuk mengungkapkan perasaannya dan di beberapa kasus yang ekstrem, mereka bahkan tidak tahu apa arti perasaan itu sendiri.
Sumber : https://m.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/tsundere-hingga-yandere-kenali-4-tipe-karakter-dere-anime-ini-ae3859.html
Selanjutnya, karakter siapa lagi ya?