
Lalu anak kecil tersebut berteriak, “Kenapa kakak menanyakan itu!? Apa kakak menganggap ku sebagai penjahat yang mengganggu orang-orang!?”
Tanpa mengelak sama sekali, Lian Haocun menganggukan kepalanya. Lalu ia berkata, “Karena dari yang ku ketahui saat ini, kau memang bersalah.”
Anak kecil termangu sejenak sebelum menyanggah kata-kata Lian Haocun, “Tidak! Aku bukan penjahat! Yang jahat adalah orang-orang itu!”
Dengan sabar, Lian Haocun bertanya, “Kalau begitu beritahu ke kami, apa yang dilakukan orang-orang itu sehingga kau mengatakan mereka adalah orang jahat?”
Entah mengapa, Lian Haocun bisa merasakan roh anak kecil di hadapannya meneteskan air mata, meski tidak ada air mata yang keluar. Kemudian setelah suasana hening beberapa menit, akhirnya anak kecil itu membuka mulutnya untuk menceritakan apa yang terjadi, “Aku tidak tau..., tapi ku ingat pasti, kalau ku mati karena didorong oleh seseorang, dan orang itu pasti adalah orang di Kota Andan! Tapi..., tidak ada satu orang-orang pun di Kota Andan yang menegakkan keadilan untukku!”
Tanpa terpengaruh oleh cerita menyedihkan yang baru saja ia dengar, Lian Haocun bertanya, “Lalu, kenapa kau menarik dan mengumpulkan kami di dalam labirin ini? Apa kau cuma ingin bermain, atau ada yang lain?”
Roh anak kecil mendelik kesal dan berkata, “Aku tidak harus menjawabnya kan!”
Melihat tingkah malu-malu dari roh anak kecil, Lian Haocun langsung menyimpulkan, ‘Ternyata ia membutuhkan seseorang untuk membantunya. Entah itu menemaninya bermain, atau membantunya menyelesaikan masalahnya.’
Lalu Lian Haocun, “Kau ingat siapa namamu?”
Roh anak kecil menjawab, “Nakato Rie....”
Lian Haocun yang merasa sangat asing dengan nama yang dikeluarkan dari mulut roh anak kecil, menganggukkan kepalanya, lalu bertanya, “Apa yang harus kakak lakukan agar kau tidak mengganggu orang-orang tidak bersalah di Kota Andan lagi?”
Rie, “Ku ingin keadilan dan mayatku dikuburkan dengan layak...”
Lian Haocun, "Apa kau memiliki petunjuk siapa yang mendorongmu?"
Rie menggelengkan kepalanya tidak tau dan berkata, "Tidak, ingatanku saat itu sangat samar, ku benar-benar tidak mengingatnya..."
Lian Haocun, "Di mana mayatmu berada?"
Rie menggelengkan kepalanya lagi dan berkata, "Aku tidak tau pasti di mana tepatnya berada, tetapi itu di sebuah kolam yang dalam."
Lian Haocun menganggukkan kepalanya dan berkata, “Serahkan pada kami.”
Tidak mengetahui dilema Rie, dengan nada datar, Lian Haocun berkata, “Kalau begitu, hilangkan labirin ini, kami perlu menyelidiki siapa yang mendorongmu dan tempat mayatmu berada.”
Tanpa berpikir, Rie langsung menolak, “Tidak! Kalau kuhilangkan, kalian pasti akan menyegelku juga kan!? Seperti orang-orang waktu itu!”
‘Menyegel?’ Batin Lian Huanran bingung mendengar apa yang dikatakan Rie. Perlahan-lahan, tanpa ia sadari, ketakutannya terhadap Rie sedikit berkurang.
Sementara dalam sekejap, Lian Haocun sudah mengerti apa yang terjadi. ‘Ternyata misi ini pernah dikerjakan oleh orang lain.’ Batin Lian Haocun.
Karena Lian Huanran takut dengan hantu mau pun roh, mau tidak mau, Lian Haocun lah yang harus membujuk dan bernegosiasi dengan Rie.
Masih dengan nada datar dan tanpa ekspresi, Lian Haocun berkata, “Kami tidak akan melakukan hal tersebut. Kami berjanji.”
Rie tampak bingung dan linglung, lalu setelah berpikir selama semenit lebih, Rie memutuskan, “Kalau begitu, aku akan memberikan kalian kesempatan!”
‘Toh..., kalau kakak-kakak berbohong, kakak-kakak akan ‘selesai'.’ Lanjut Rie di dalam hatinya. Sebenarnya karena keberadaan 'dia'-lah, Rie berani untuk membuat labirin ini dan memberikan Lian Haocun serta Lian Huanran kesempatan.
Kemudian Rie menjulurkan telapak tangannya ke depan dan secara ajaib, kekuatan yang diselimuti aura dan kabut hitam, terserap ke telapak tangan kecil Rie! Lagi-lagi, Lian Huanran kagum dengan pemandangan di hadapannya, meski ia juga merasa takut di saat bersamaan, tidak dapat dipungkiri, tindakan Rie sangat keren.
Dalam sekejap juga, pemandangan di sekitar mereka yang sebelumnya gelap gulita, berubah drastis. Langit yang masih agak gelap, memasuki penglihatan Lian Haocun dan Lian Huanran. Bukan hanya itu, di tempat mereka berpijak, terdapat rerumputan yang berwarna hijau dan terlihat segar.
Tidak lama kemudian, Yun Shao dengan Bai dan Cheng di sisi sampingnya, Long Yuan serta Qian Wenwu menghampiri Lian Haocun dan Lian Huanran. Mereka tampak bingung dengan apa yang terjadi. Bagaimanapun dinding-dinding labirin hitam yang mereka jelajahi, tiba-tiba runtuh entah kenapa, di tambah, seakan-akan mereka berteleportasi, mereka tiba-tiba berada di sebuah tempat yang asing.
Yun Shao yang terlebih dahulu sampai, langsung bertanya, “Apa yang terjadi?"
Lian Haocun tidak menanggapi, sehingga mau tidak mau, Lian Huanran lah yang harus menanggapi pertanyaan Yun Shao. Lian Huanran menjelaskan secara singkat apa yang terjadi sebelumnya kepada Yun Shao, beserta Long Yuan dan Qian Wenwu yang baru saja tiba.
Setelah mendengarkan penjelasan Lian Huanran, Long Yuan menganggukkan kepalanya dan bertanya, “Terus, sekarang ke mana roh anak kecil itu?”
Lian Huanran yang baru saja sadar kalau roh anak kecil itu menghilang entah ke mana, juga tampak bingung dengan apa yang terjadi, namun, tanpa diduga, Lian Haocun membuka mulutnya untuk berbicara, “Dia sudah pergi, sekarang seharusnya sekitar jam tiga sampai empat pagi, kalian ingin beristirahat terlebih dahulu, atau memulai penyelidikan sekarang?”