The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 143 — Misi Tingkat C (13)



Sambil meneteskan air mata, Nakato Yuji menyangkal, “Tidak! Bukan aku! Kau berbohong! Ayah, ibu..., jangan percaya dia! Aku anak ayah dan ibu kan! Kenapa ayah dan ibu malah terlihat ragu-ragu!?”


Reaksi dari Nakato Yuji yang bisa terbilang sangat aneh di mata Tuan dan Nyonya Nakato, semakin membuat Nakato Akami dan Nakato Mai ragu-ragu untuk mempercayai apa yang dikatakan anak mereka sendiri. Sementara, Lian Haocun yang tidak terpengaruh sama sekali dengan suasana yang berat, berkata, “Kenapa kau terlihat sangat ketakutan?”


Nada dingin dan tanpa emosi dari Lian Haocun membuat bulu kuduk Nakato Yuji meremang. Memang, karena nada tanpa emosi Lian Haocun, Nakato Yuji tidak merasa ia dimarahi, tetapi ia merasa dirinya akan dibunuh kapan saja jika ia tidak berhati-hati.


Meski Nakato Mai juga merasa ragu dan rumit, tanpa ia sendiri sadari, ia membela anaknya. Nakato Mai berteriak kesal, “Cukup! Kau tidak memiliki bukti kan! Apa jangan-jangan, hantu Rie juga hanya cerita karanganmu!?”


Sebelum Lian Haocun dapat menanggapi, suara Yun Shao yang agak berat terdengar.


“Tidak ada bukti? Kalau begitu apa ini bisa dijadikan bukti?” Ucap Yun Shao sambil menunjukkan dua bola mata yang berada dalam tabung kaca.


Lian Huanran dan Long Yuan cukup terkejut dengan tindakan Yun Shao. Sepertinya karena terlalu fokus memperhatikan, Lian Huanran dan Long Yuan tidak menyadari kalau sebelumnya Yun Shao tidak berada di tempat.


Melihat apa yang ditunjukkan Yun Shao, seketika wajah Nakato Yuji menjadi pucat, ia tampak sangat terkejut. Ekspresi wajahnya juga tampak seperti berbicara, ‘Bagaimana bisa!?’


Nakato Akami dan Nakato Mai tampak kaget dengan apa yang mereka lihat. Pasalnya, siapa yang tidak akan kaget melihat sepasang bola mata manusia di sebuah tabung kaca? Ditambah bisa dibilang, ini adalah pertama kalinya Tuan dan Nyonya Nakato melihat kengerian semacam itu.


Tidak sampai disitu, Yun Shao menambahkan pukulan lain, “Kedua bola mata ini ditemukan di dalam kamar tidur Nakato Yuji.”


Takut Nakato Akami dan Nakato Mai tidak mengerti, Yun Shao menambahkan, “Tadi kalian bertanya kan. Bagaimana ciri-ciri Nakato Rie, kami mengatakan kalau Rie tidak memiliki mata.”


Nakato Mai tidak tau bagaimana harus bereaksi dengan hal ini, begitu juga dengan Nakato Akami. Bagaimanapun, siapa yang akan tau bagaimana harus bereaksi ketika mendengar putra sulung mereka membunuh putri bungsu yang mereka sayangi. Nakato Mai ingin menyangkal, tetapi ekspresi wajah putra sulungnya membuat Nakato Mai tidak bisa berkata-kata.


Kata-kata, ‘Itu tidak mungkin! Dia masih anak berusia delapan tahun!’ tersangkut di tenggorokan Nakato Mai. Sementara Nakato Yuji tampak takut, cemas dan panik. Yun Shao menatap Nakato Yuji jijik, lalu dengan penekanan di setiap perkataannya, Yun Shao berkata, “Kau tau mengapa terdapat suara misterius di malam hari? Itu karena adikmu menderita, menderita karena kekejaman yang kau lakukan padanya.”


Qian Wenwu, Long Yuan dan Lian Huanran hanya diam sambil mengamati apa yang akan terjadi. Memang perkembangan ini sangat tidak terduga dan mengejutkan, tapi di sisi lain, mereka merasa hal tersebut masuk akal.


Karena, Nakato Yuji adalah orang yang dikenal oleh Nakato Rie, dan pastinya, Nakato Rie tidak akan waspada sama sekali kepada Kakaknya. Namun, bagaimana cara Nakato Yuji membunuh Nakato Rie masih dipenuhi tanda tanya. Bagaimanapun, anak kecil tetaplah anak kecil, dan sangat jarang, seorang anak kecil dapat merencanakan konspirasi seperti ini.


Tetapi, tetap Lian Huanran merasa rumit ketika melihat Nakato Yuji, ia sendiri tidak akan bisa menduga kalau anak kecil yang terlihat polos, dan pemalu itu merupakan orang yang membunuh roh anak kecil tersebut.


Dengan ekspresi wajah yang gelap dan mata yang memancarkan amarah, Nakato Akami berteriak, “Yuji! Apa kau benar-benar melakukan kejam seperti itu kepada adikmu!?”


Kesal dibentak oleh ayahnya, Nakato Yuji balas berteriak, “Itu bukan salahku! Itu salah dia sendiri! Kalau dia tidak merebut perhatian ayah dan ibu dariku, aku tidak akan mencongkel matanya dan mendorongnya!”


Mendengar pengakuan yang tanpa sengaja terlepas dari putranya, Nakato Mai meneteskan air mata. Sementara Nakato Akami langsung menampar Nakato Yuji keras. Dengan nada rumit, Nakato Akami bertanya, “Apa kau tidak merasa bersalah? Kami tidak pernah mengajarkan mu hal seperti ini!!”


Tanpa sadar akan kesalahannya, Nakato Yuji membalas Nakato Akami dengan volume yang sama kerasnya dengan bentakan ayahnya. Keributan yang berisik dan memekakkan di kediaman Nakato pun dimulai. Keributan itu menarik beberapa orang, tetapi, entah kapan Lian Haocun dan kelompoknya menghilang dari tempat tersebut.


Setelah berada di pinggiran Kota Andan yang sepi saat siang hari, Lian Huanran membuka mulutnya untuk berbicara, “Aku tidak menduga, kakaknya yang melakukannya....”


Long Yuan mengangguk menyetujui, lalu suasana pun menjadi hening. Masing-masing dari mereka, merenung dengan posisi mereka sendiri, ada yang bersender, duduk mau pun berdiri. Jika dilihat dari atas, titik mereka berada, membentuk lingkaran.


Lian Haocun memecahkan suasana hening dan berkata, “Sampai kapan kau ingin bersembunyi?”


Dengan nada serak sehabis menangis, Nakato Rie berkata, “Terima kasih, Kakak-kakak! Meski aku tidak menduga Kak Yuji yang melakukan hal seperti itu kepadaku... Tetapi Rie tetap berterima kasih kepada Kakak-kakak! Tapi, sepertinya Rie tidak akan bisa pergi...”


Lian Huanran memberanikan dirinya dan bertanya, “Karena mayatmu belum dikuburkan secara layak?”


Nakato Rie menggelengkan kepalanya, lalu memutar kepalanya hingga menghadap ke matahari yang bersinar terang. Kemudian, Rie berkata, “Energi jahatku terlalu kuat, dan tidak akan bisa melewati pintu alam kematian... Sebenarnya, meski mayatku dikuburkan dengan layak pun, ku tidak akan bisa ‘pulang’.”


Dengan nada ragu-ragu, Qian Wenwu menyela dan berkata, “Ku bisa menyucikannya...”


Lian Haocun bisa melihat wajah Rie berubah senang kala mendengar kata-kata dari Qian Wenwu. Lian Haocun menelan kembali pertanyaan yang ia ingin tanyakan, dan membiarkan Qian Wenwu menyucikan energi jahat Nakato Rie. Dengan senyum lebar dan penuh kebebasan di wajahnya, Nakato Rie pun menghilang di bawah sinar matahari yang terang.


Qian Wenwu tampak kelelahan sehabis menyucikan energi jahat Nakato Rie. Yun Shao mendekati Qian Wenwu, dan mengeluarkan minuman dari cincin penyimpanannya.


Lalu Yun Shao berkata, “Kerja bagus!”


Dengan senyum tipis, Qian Wenwu menganggukkan kepalanya. Mereka benar-benar tampak seperti teman dekat.


Pada sore hari, Lian Haocun dan kelompoknya mendapatkan kabar dari petugas, bahwa mereka berhasil menemukan mayat Nakato Rie. Sesuai permintaan Nakato Rie, mereka menguburkan mayat Nakato Rie yang sudah membusuk, dan memberitahukan hal tersebut ke orang tua Nakato Rie.


Sebelum kembali ke Sekte Serigala Giok, Lian Haocun dan kelompoknya memberikan persembahan ke makam Nakato Rie, dan mengucapkan selamat tinggal. Sementara Nakato Yuji, ia mendapatkan karmanya sendiri.


Lian Haocun dan kelompoknya menggunakan jimat teleportasi yang diberikan oleh senior mereka untuk perjalanan kembali ke Sekte Serigala Giok. Segera, makam Nakato Rie berganti menjadi pintu gerbang Sekte Serigala Giok.


Setelah bertanya-tanya kepada beberapa orang, apa yang harus dilakukan setelah menyelesaikan misi, Lian Haocun dan kelompoknya menuju ke tempat penerimaan dan penyelesaian misi, dan melaporkan misi yang telah mereka selesaikan. Segera, tanda '✓ Misi Tingkat C’ terlihat di kartu poin mereka. Tulisan itu terletak di bawah nama mereka.


...****************...


‘Bagaimana nasib Chao Bence yang harus membuat laporan ya? Apakah laporannya sudah selesai?’ Batin Lian Huanran dalam perjalanan menuju kamar asrama mereka.


...****************...


Halo! Lagi-lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian semua! Support kalian, sangat berarti bagi saya.



Saya ingin mengucapkan maaf karena tidak mengupdate selama dua hari, dan memberikan pengumuman. Saya akan hiatus sementara, selama dua sampai tiga minggu ke depan, karena saya ingin membuat alur cerita yang lebih menarik dan lebih baik untuk semua pembaca 'TJTBTS'. Mohon maaf untuk hiatus yang sangat tiba-tiba ini.



Sebagai gantinya, setelah hiatus, saya akan mengupdate 3 chapter sekaligus! Dan seterusnya, akan terdapat dua update setiap hari! Jam 12.00 siang dan 22.00 malam WIB! Ditunggu ya! Sampai jumpa 2-3 minggu lagi!


-Zona