
Lian Haocun memegang tangan Lian Huanran supaya mereka tidak terpencar. Bagaimanapun, bisa dikatakan sekitar mereka sangat gelap gulita sehingga mereka bahkan tidak bisa melihat wajah satu sama lain. Karena itu juga, tidak mudah bagi Lian Haocun dan Lian Huanran untuk menghindari gigi-gigi tajam Cacing Iblis Beranak, ditambah Cacing Iblis Beranak selalu bergerak, untungnya sepertinya tidak ada anak cacing di dalam mulut Cacing Iblis Beranak.
Perjalanan membunuh Cacing Iblis Beranak belum lama dimulai tetapi, sudah terdapat berbagai luka di tubuh Lian Haocun dan Lian Huanran, meski mereka tidak bisa melihat luka mereka, mereka masih merasakan sakitnya. Dan, dalam waktu sesingkat itu pula, Lian Haocun menyesal menyetujui permintaan keras kepala Lian Huanran. Untungnya, karena tubuh mereka dilindungi Qi Spiritual, luka yang diakibatkan gigi tajam itu tidak seburuk itu.
“Berapa lama kita akan ‘berselancar’ di antara ,’duri-duri’ ini?” Tanya Lian Huanran memecahkan keheningan.
“Tidak tau. Di dalam sini terlalu gelap, Kakak juga tidak bisa menggunakan kekuatan elemen api untuk penerangan.” Balas Lian Haocun memberitahu situasi mereka, yang berimplikasi situasi mereka tidak dalam kondisi menguntungkan.
Lian Huanran mengangguk mengerti, tidak dapat dipungkiri, ia merasa sedikit takut, namun karena keberadaan Kakaknya, ketakutannya menurun drastis.
Tidak diketahui seberapa lama mereka berada di dalam kegelapan, mereka hanya mengikuti arus dan terus maju ke depan. Mereka tidak mengetahui apa yang ada di depan, tetapi mereka terus maju tanpa ragu.
Bagaimanapun, berdiam diri di tempat tidak akan membuahkan hasil apa pun, apalagi kalau menyerah di saat mereka sudah sampai sejauh ini. Meski mereka hanya bisa melihat kegelapan yang tampak tiada akhirnya, cahaya semangat mereka tidak padam sama sekali.
Setelah berjalan entah berapa lama, akhirnya Lian Huanran tidak merasakan lagi ‘duri-duri’ menusuk telapak kakinya, mau pun anggota tubuhnya. Hanya luka-luka kecil di tubuh kedua saudara kembar itulah yang menjadi jejak keberadaan 'duri-duri' tersebut.
“Berhenti.” Kata Lian Haocun tiba-tiba.
Lian Huanran yang berjalan di depan Kakaknya, langsung berhenti dan melihat ke tempat Kakaknya berada. Matanya dipenuhi pertanyaan karena perkataan Lian Haocun.
Menanggapi tatapan penasaran Lian Huanran, Lian Haocun berkata, “Tajamkan pendengaranmu, apa terdengar suara tetesan air?”
Lian Huanran melakukan apa yang dikatakan Kakaknya, dan mendengar suara tetesan air yang jatuh ke tanah, yang sebelumnya terdengar sangat samar. Tidak..., kalau didengarkan lebih jelas, tetesan itu sepertinya jatuh ke dalam genangan air, dan bukan tanah. Bukan hanya itu, meski sekelilingnya sangat gelap, Lian Huanran bisa merasakan tempat mereka berada terasa lebih luas dari sebelumnya.
“Jangan mendekati genangan airnya, kita tidak mengetahui apa itu mengandung sesuatu yang berbahaya bagi kita atau tidak, lebih baik jangan mengambil risiko.” Kata Lian Haocun memperingatkan Lian Huanran untuk tidak mencoba-coba. Seketika, Lian Huanran langsung mengurungkan niatnya untuk mencemplungkan kakinya ke dalam genangan air yang tidak diketahui seberapa dalam.
“Kita membutuhkan penerangan...” Ujar Lian Huanran, meski ia tau Kakaknya juga mengetahui hal tersebut.
Lian Haocun berpikir sejenak sebelum berkata, “Seingatku, kau pernah menangkap kunang-kunang saat kecil, apa kau masih menyimpannya di cincin penyimpananmu?”
Dalam sekejap, cahaya kecil yang memancarkan kehangatan menyinari sekitar mereka. Memang tidak seterang lentera atau lampion, bahkan cahayanya agak redup, tetapi itu sudah cukup bagi mereka. Lian Haocun membentuk Qi Spiritualnya menjadi tangan transparan, dan mengambil toples berisi kunang-kunang itu dari Lian Huanran.
Kemudian, ia mengendalikan tangan transparan itu untuk bergerak ke arah acak, untuk memberi mereka gambaran mengenai tempat mereka berada sekarang. Tempat mereka berada memang lebih luas dari pada sebelumnya, dan memiliki 'dinding-dinding' semerah daging manusia. Melihat struktur tempat mereka berada di sekarang, Lian Haocun memperkirakan kalau mereka sudah berada dalam perut cacing.
Kemudian, ia menggerakkan toples berisi kunang-kunang ke atas, dan menemukan sesuatu yang mengejutkan! Di sana, ada ratusan, hingga mungkin ribuan cangkang yang sepertinya berisi anak cacing yang masih dalam embrio. Ketika melihat cangkang-cangkang transparan yang meneteskan air tersebut, Lian Huanran merasa sedikit tidak nyaman, dan mengalihkan pandangannya.
Lalu, Lian Haocun menggerakkan toples itu mendekati genangan air. Karena gelap, warna genangan air itu tidak terlihat, tetapi Lian Haocun menduga itu warna kuning transparan. Setelah selesai menerangi berbagai sudut di tempat mereka berada, Lian Haocun mengembalikan toples berisi kunang-kunang itu ke Lian Huanran, lalu Lian Huanran menyimpannya di cincin penyimpanannya kembali.
“Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Lian Huanran, ia penasaran dengan pendapat Kakaknya, dan ingin tau bagaimana ia akan menanggapi permasalahan ini.
“Menghancurkan semua cangkang yang bergantungan di atas.” Jawab Lian Haocun santai, seakan-akan hal itu mudah dilakukan. Sedangkan Lian Huanran yang mendengarnya, langsung merasa hal itu tidak mungkin dilakukan!
Seakan-akan melihat ke dalam pikiran Lian Huanran, Lian Haocun berkata, “Kita Cuma perlu mengeluarkan tekanan Golden Core Formation stage, dan seharusnya semua cangkang itu akan hancur, karena menurut pengamatan Kakak, cangkang itu sangat tipis.”
“Sesederhana itu?” Lian Huanran tampak terkejut dengan betapa sederhananya hal tersebut, akan tetapi, ia mengetahui dengan jelas, setelah melakukan itu, kemungkinan besar Qi Spiritual mereka tinggal ¼. Akan tetapi, pada akhirnya, Lian Haocun dan Lian Huanran mengeluarkan tekanan Golden Core Formation stage untuk menghancurkan ratusan hingga mungkin ribuan embrio cacing-cacing tersebut.
Seketika suara seperti kaca yang dipecahkan, bergema terus-menerus di telinga mereka. Itu berlanjut selama lima menit tanpa henti, tetapi tiba-tiba tampak sebuah cahaya bersinar sangat terang! Karena itu, Lian Haocun dan Lian Huanran berhenti mengeluarkan tekanan, dan mencaritahu apa yang terjadi. Cahaya itu entah berasal dari mana, namun Lian Haocun tidak merasakan bahaya apa pun dari cahaya tersebut, meski begitu, ia tetap waspada dan menarik Lian Huanran untuk mundur.
Lalu, pemandangan spektakuler tampak di hadapan mereka, dengan mata setajam elang, Lian Haocun bisa melihat sebuah kertas yang tampak rapuh melayang di dekat cangkang-cangkang yang sudah pecah. Kertas rapuh itu mengeluarkan simbol-simbol dan garis-garis layaknya hologram.
Simbol-simbol itu tampak cukup asing bagi Lian Haocun dan Lian Huanran. Namun setelah membentuk simbol lengkap, simbol itu runtuh tiba-tiba tanpa alasan yang jelas! Garis-garis, mau pun simbol yang berjatuhan, berubah menjadi serpihan-serpihan kecil sebelum menghilang.
Di saat yang bersamaan dengan menghilangnya simbol dan garis-garis itu, disertai kertas yang terbakar, Lian Haocun dan Lian Huanran bisa merasakan diri mereka terlepas dari suatu belenggu. Lian Haocun yang sudah menduga apa yang terjadi, mencoba menggunakan kekuatan elemennya, benar saja, tampak api yang keluar dari tangan Lian Haocun.
“Yang kita hancurkan tadi sepertinya kertas mantra yang membuat kita tidak bisa menggunakan kekuatan elemen.” Kata Lian Haocun menjelaskan. Lian Huanran mengangguk mengerti, lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka, dengan penerangan dari api Lian Haocun, perjalanan mereka berlangsung lebih lancar dari sebelumnya. Sampai, mereka bertemu dengan orang itu.