
Lima menit sebelum pengumuman, Lian Huanran dan Shen Wenhuan kembali.
Lian Haocun segera membungkukkan punggungnya dan memberi hormat kepada Shen Wenhuan, “Salam hormat kepada Guru.”
Begitu juga dengan Tang Yelu namun ia memanggil Shen Wenhuan dengan panggilan yang berbeda, ‘Penatua Shen’.
Shen Wenhuan melambaikan tangannya dan menjawab singkat, “Duduk.” Sebelum dirinya sendiri ikut duduk.
Lian Huanran juga menempatkan dirinya di tengah Tang Yelu dan Lian Haocun.
Tang Yelu berbisik kepada Lian Huanran, “Bagaimana jadinya?”
Shen Wenhuan yang mendengar itu menyela sebelum Lian Huanran sempat menjawab, “Huanran, jelaskan secara ringkas apa yang terjadi tadi.”
Lian Huanran secara refleks menjawab, “Iya, Guru!”
Lalu Lian Huanran menjelaskan apa yang terjadi untuk didengarkan kedua penatua yang terlihat acuh tak acuh namun sebenarnya cukup penasaran di dalam hatinya serta Tang Yelu dan Lian Haocun,
“Petinggi Konferensi memutuskan untuk menyelidiki hal ini dan akan memberikan kompensasi kepada sekte yang anggotanya kemungkinan besar terbunuh. Lalu Konferensi Daffodil akan dihentikan sampai ke babak ketiga.
Dengan kata lain, babak ketiga menjadi babak final. Kalau ada yang tidak setuju dengan rangking atau peringkat yang ditentukan, mereka bisa menantang lawan yang mereka inginkan dengan syarat kedua belah pihak setuju. Dan jika penantang menang, dia akan mendapatkan rangking peserta yang dia lawan.”
Tang Yelu mengangguk mengerti.
Lalu pengumuman yang sudah dinanti-nanti oleh para peserta akhirnya akan diumumkan. Pembawa Acara menjelaskan berbagai hal yang intinya sama dengan Lian Huanran jelaskan tadi namun lebih mendetail seperti,
‘Pertandingan antara penantang dan orang yang ditantang akan dilaksanakan di arena sehingga para penonton juga bisa melihat pertandingan yang menyenangkan tersebut.’
Setelah Pembawa Acara cukup berbasa-basi dan membuat penonton yang penasaran kesal, Pembawa Acara tersenyum lebar dan mulai berkata lagi,
“Nah sekarang! Akan diumumkan pemenang babak ketiga yang sekarang bisa disebut babak final... Rangking pertama yang pastinya sudah diduga oleh semua penonton, Guan Hong dari Sekte Serigala Giok!”
Guan Hong tersenyum sombong mendengar pengumuman tersebut. Sementara orang-orang di sekitarnya segera memuji Guan Hong dengan harapan membentuk kesan baik.
“Rangking kedua benar-benar tidak diduga. Namanya bahkan belum dikenal sebelum adanya Konferensi ini. Apa tuan dan nona bisa menebak? Iya..., ini dia, Rangking kedua, Lian Haocun dari Sekte Langit Biru!”
Kong Jun yang mendengar pengumuman Pembawa Acara menggertakkan giginya kesal.
Begitu juga Du Dishi di sampingnya.
“Cih, cara curang apalagi yang dia gunakan...”
Komentar Du Dishi sementara Kong Jun sudah berbalik, ingin pergi karena kesal dan marah yang terpampang jelas di wajahnya sehingga Kong Jun tidak mendengar rangking selanjutnya.
Lalu pembawa acara mulai melanjutkan lagi sehingga sampai rangking sepuluh sebelum akhirnya menunjukkan keseluruhan rangking dua belas peserta yang berhasil bertahan hidup di Hutan Drego.
Wu Shilin rangking keempat, Lian Huanran rangking keenam sementara Tang Yelu rangking ketiga! Lian Huanran memberikan se-ember pujian kepada Tang Yelu,
“Benar-benar tidak diduga, Saudara Senior Bela Diri Tang! Kau bahkan melampaui Wu Shilin!” Tang Yelu tersenyum malu.
Penatua Rong yang pertama kali mewakili untuk memberikan selamat kepada Lian Haocun yang berhasil meraih rangking kedua. Kemudian menatap Tang Yelu dengan tatapan bangga dan memujinya dengan kalimat-kalimat singkat, namun membuat Tang Yelu merasa sangat bahagia sehingga mampu naik ke atas langit.
Tang Yelu memeluk Penatua Rong cukup lama dengan senyum lebar terpampang di wajahnya. Sementara Shen Wenhuan memberikan selamat kepada Lian Haocun yang berhasil meraih rangking kedua dan Lian Huanran yang meraih rangking keenam sebelum mulai menasihati mereka dengan lembut dan halus,
"Lian Haocun, kau sudah sangat bekerja keras. Kau pantas mendapatkan itu. Untuk Lian Huanran, aku sudah menyaksikan kerja keras mu hingga hari ini, kuharap di masa depan kalian akan menjadi lebih baik lagi."
Lian Huanran menatap Shen Wenhuan dengan ekspresi terharu sementara eskpresi Lian Haocun yang sedingin es terasa lebih hangat.
“Ingat ini masih permulaan, tapi, hah..., kalian benar-benar tau cara menjadi mencolok. Kalau ada bahaya yang datang karena ini, aku tidak akan bertanggung jawab loh.” Kata Shen Wenhuan dengan nada bercanda yang elegan.
Lian Huanran menanggapi dengan riang, “Aku yakin Guru pasti akan selalu melindungi kami!”
Shen Wenhuan menghela nafas sambil tersenyum. Lalu Penatua Hong yang menonton adegan mengharukan antara guru dan murid, mulai mengucapkan selamat sambil memberikan pidato singkat. Suasana terasa sangat harmonis dan terasa menyenangkan.