
Mereka melangkah mendekati pintu berwarna hitam yang lebar tersebut. Chao Bence dengan iseng, mengetok pintu. Lalu terdengar suara dentuman ketukan balik yang cukup keras, sepertinya pintu tersebut terbuat dari besi yang cukup kuat.
Lian Haocun mengabaikan tingkah Chao Bence dan mendorong pintu tersebut. Anehnya, meski terbuat dari besi, pintu tersebut tidak terlalu berat dan cukup mudah dibuka oleh Lian Haocun. Lian Huanran yang berdiri cukup dekat dengan Lian Haocun, mengintip ke dalam, namun sayangnya ia tidak bisa melihat apa-pun, hanya kegelapan yang memasuki indra penglihatan Lian Huanran.
Lian Huanran berkata dengan nada sok berani, “Sangat gelap.”
Long Yuan bergumam ‘Hm’ menyetujui, sementara Bai, Cheng, Chao Bence, Lian Haocun dan Shui Zuo mencoba mengobservasi sekeliling yang hanya terlihat kegelapan, meski terdapat cahaya matahari yang terang dari luar, itu tidak membantu menerangi sama sekali.
Tidak berhasil mendapatkan apa pun, Lian Haocun melangkah masuk melewati pintu masuk yang baru saja ia buka. Lian Huanran segera mengikuti Lian Haocun, begitu juga dengan Long Yuan, Chao Bence, Shui Zuo, Bai dan Cheng. Lian Haocun mencoba menggunakan elemen apinya guna memberikan sedikit penerangan, sayangnya hal tersebut tidak berguna banyak.
Chao Bence berkomentar, “Bahkan elemen api tidak bisa menghilangkan kegelapan ini... Reruntuhan ini sangat ‘misterius’.”
Lian Haocun memadamkan apinya dan melangkah maju, diikuti oleh Lian Huanran yang merasa ketakutan. Selama perjalanan Lian Huanran berceloteh terus-menerus yang membuat suasana sunyi dan menyeramkan di dalam kegelapan, menjadi sedikit berkurang. Long Yuan juga akan membalas celotehan Lian Huanran, tentu untuk membuat Lian Huanran menjadi lebih tenang.
Suara kaki melangkah terdengar seiring mereka berjalan maju di dalam kegelapan. Lian Huanran berkata, “Kita sudah berjalan cukup lama... Seberapa panjang lorong ini sebenarnya?”
Long Yuan menanggapi, “Tidak tau, tapi lorong ini seharusnya cukup panjang, apalagi kita hanya berjalan lurus dan tidak berbelok sama sekali.”
Tiba-tiba, Lian Haocun berhenti. Lian Huanran langsung bertanya dengan nada agak cemas, “Kenapa Kakak?”
Lalu pandangannya teralih ke hadapan Lian Haocun. Kelap-kelip api menyala berderetan seakan-akan membimbing Lian Haocun dan kelompoknya untuk mengikutinya. Lian Huanran terkejut dengan api yang menyala tiba-tiba. Sementara Chao Bence bereaksi dengan ‘Ah’ tertarik. Bagaimanapun ini sudah cukup lama sejak Chao Bence menjelajahi reruntuhan penuh misteri.
Chao Bence berkata, “Ada yang perlu kita sepakati.”
...****************...
Mereka berlima bersama Bai dan Cheng, menjelajahi setiap sisi di reruntuhan Gorgona. Namun sayangnya, mereka tidak menemukan banyak hal yang berguna, hanya tengkorak-tengkorak dan beberapa hal yang tidak penting, yang diduga merupakan barang peninggalan milik almarhum-almarhum para tengkorak yang dibiarkan begitu saja. Tetapi, tentu, bukan hanya itu saja yang mereka temukan, mereka menemukan banyak binatang-binatang ajaib dengan tingkat satu hingga lima, yang cukup aneh dan mengherankan.
Bagaimanapun reruntuhan yang diduga tertutup selama setidaknya delapan tahun, masih memiliki binatang-binatang ajaib yang tinggal di dalamnya merupakan hal yang sangat aneh dan janggal.
Chao Bence berkomentar setelah melihat Lian Haocun membunuh binatang ajaib di Reruntuhan Gorgona untuk kesekian kalinya, “Mereka benar-benar sangat agresif dan terlihat tidak waras. Apa ini karena mereka terkurung di sini selama delapan tahun? Eh, tidak..., mungkin saja lebih lama, sehingga mereka kehilangan akal?”
Lian Huanran, “Bisa jadi, mereka benar-benar sangat agresif. Bahkan salah satu binatang ajaib hampir berhasil menggigit lengan Kakak... Untungnya, refleks Kakak sangat bagus.”
Lian Haocun mengamati sekelilingnya sebelum menemukan sesuatu yang berbeda dari lorong-lorong dan tempat yang sudah ia jelajahi sebelumnya. Terdapat satu pintu yang berukuran sedang yang jika Lian Haocun tidak memperhatikan sekelilingnya dengan teliti, ia tidak akan bisa menemukannya. Ia segera menghampiri pintu berwarna biru dengan campuran perak yang terlihat mewah dan elegan tersebut.
Lian Huanran segera menyadari Kakaknya menghilang di tempat dan segera mencari Kakaknya. Matanya dengan cepat mengunci Lian Haocun yang sedang berjalan sendirian ke tempat yang agak tertutup. Lalu Lian Huanran, Long Yuan, Shui Zuo dan Chao Bence segera mengikuti Lian Haocun dan menemukan pintu yang sebelumnya Lian Haocun lihat.
Long Yuan mengangguk setuju dan mulai mencermati pintu yang mewah dan elegan tersebut. Sementara Lian Haocun yang berdiri paling dekat dengan pintu tersebut, mencoba membukanya dengan kekuatan fisik. Anehnya, pintu berukuran sedang itu lebih susah dibuka dibandingkan pintu masuk Reruntuhan Gorgona!
Lian Haocun mengerutkan keningnya dan menggunakan lebih banyak kekuatan. Setelah mencoba hampir lima belas menit penuh dengan bantuan tambahan dari Chao Bence dan Shui Zuo, pintu berwarna biru-perak itu akhirnya terbuka. Lian Haocun dan kelompoknya segera mengamati ruangan di balik pintu berwarna biru-perak tersebut.
Interior ruangan tersebut sama dengan lorong-lorong yang sudah mereka lewati sebelumnya, terdapat obor-obor dengan api di kedua sisi tembok di ruangan tersebut. Namun, yang paling mencolok di ruangan tersebut adalah kolam berwarna biru jernih yang sangat indah yang terletak di tengah ruangan. Lian Haocun merasakan firasat buruk dan kejanggalan melihat kolam berwarna biru jernih tersebut. Bagaimanapun siapa yang tidak akan curiga dan merasa aneh ketika mereka menemukan kolam jernih di Reruntuhan yang tertutup selama setidaknya delapan tahun.
Dengan nada heran, Lian Huanran berkata, “Kenapa tiba-tiba ada kolam?”
Itulah pertanyaan di pikiran semua orang di ruangan tersebut. Lalu tanpa diduga, pintu berwarna biru-perak yang tadinya terbuka lebar, tiba-tiba menutup! Karena suaranya yang cukup keras, perhatian Lian Haocun dan kelompoknya segera mengarah ke pintu yang tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Lian Huanran merasakan ketakutan ketika melihat fenomena horror ini.
Chao Bence berniat mengecek, tapi sebuah suara yang bersumber dari kolam berwarna biru jernih tersebut, membuat Chao Bence mengurungkan niatnya untuk mengecek pintu. Sesosok perempuan tiba-tiba muncul dari kolam tersebut! Perempuan itu terlihat cukup muda, rambutnya berwarna perak, namun bukan itu yang menarik perhatian Lian Haocun dan kelompoknya. Terdapat ekor bergradien biru yang tersambung ke tubuh bagian atas perempuan berambut perak tersebut.
Chao Bence cukup terkejut dan berpikir, ‘Bagaimana bisa ada siren di sini?’
Anggota tubuh bagian atas siren tersebut, tidak terbuka, terdapat selendang di antara kedua tangannya dan sebuah baju pelindung yang Lian Haocun duga dari besi. Anehnya seluruh mata siren itu berwarna biru jernih, tidak ada warna putih sedikit pun!
Shui Zuo yang melihatnya juga merasa terkejut. ‘Siren dengan garis keturunan Elder dan kehilangan kewarasannya!?’ Batin Shui Zuo dan Chao Bence bersamaan.
Sebelum Shui Zuo dapat menginformasikan informasi yang baru saja ia dapatkan. Chao Bence sudah berteriak, “Hati-hati! Dia adalah siren yang kehilangan kewarasannya!”
Lian Haocun yang tentu sudah mengetahuinya, tidak terkejut, matanya menatap waspada kepada siren yang tubuhnya mengambang di udara. Tiba-tiba, tanpa diduga siren tersebut melantunkan beberapa nada! Dan berbagai formasi kecil hingga berukuran besar, muncul di atas kepala Lian Haocun dan kelompoknya!
Garis Keturunan Siren:
• Elder
• Royalty
• Guardian
• Custodian
• Ordinary
Note: Semakin jernih warna pupil mata seorang siren, tingkat garis keturunannya semakin tinggi.