
Lexie tersenyum miris karena perkataan Lian Haocun, ‘Kenangan-kenangan kah....’.
“Kalau begitu yang berwarna putih salju akan kunamakan Bai dan yang berwarna jingga, Cheng.” Kata Lexie agak lambat namun lembut, perhatian dan penuh kasih sayang sambil menatap kedua harimau kuning bersayap kecil.
Lian Huanran segera memuji nama-nama yang diberikan Lexie tanpa kecanggungan maupun ketakutan yang dirasakannya dulu ketika berhadapan dengan Harimau Kuning Bersayap,
“Bai dan Cheng itu nama yang bagus!”
Lian Haocun menanggapi perkataan Lian Huanran dengan ‘Hm’ singkat seperti biasanya.
Lexie tersenyum mendengar pujian Lian Huanran, tetapi Lian Haocun mengetahui bahwa di balik senyuman Harimau Kuning Bersayap betina itu ada kesedihan karena akan ada perpisahan dengan binatang ajaib kembar yang baru saja dilahirkannya.
Lian Haocun berkata dengan nada dingin, tetapi Lexie merasa sangat senang mendengarnya hingga matanya sedikit berbinar seperti anak kecil yang diberikan sesuatu yang disukainya, “Kau bisa bersama dan mengurus anak-anakmu. Kami akan fokus berlatih dan berkultivasi selama 2 bulan lebih.”
Lian Huanran mengangguk menyetujui Lian Haocun tetapi dia menambahkan dengan nada ceria, “Tapi tentu kalau sempat kita akan datang melihat Bai dan Cheng.”
Lian Haocun menjawab dalam hati, ‘Meski sepertinya tidak akan sempat.’
Lexie mengangguk menyetujui pengaturan Lian Haocun dan Lian Huanran masih sambil melihat anak kembarnya dan mengelusnya dengan kepalanya, seolah-olah mencoba mengukir mereka ke dalam ingatannya.
“Kalau begitu apa ada sesuatu yang boleh kutanyakan?”
Perkataan Lian Haocun yang terdengar serius membuat Lexie mengalihkan tatapannya dari anak-anaknya ke Lian Haocun,
“Ada apa?”
Lian Huanran menyadari situasi sedikit serius dan tidak tepat untuk menyela diam mendengarkan percakapan yang akan dimulai. Lian Haocun langsung bertanya tanpa berbasa-basi sedikit pun,
“Apa ras manusia memiliki lebih dari satu elemen yang bisa dibangkitkan?”
Lexie mengetahui bahwa ini adalah hal yang serius segera menjawab,
“Tidak. Yang kuketahui ras manusia hanya memiliki satu elemen. Tidak ada sejarah mengenai seseorang dari ras manusia yang membangkitkan lebih dari satu elemen. Kalau tidak ras manusia akan diburu dan dimusnahkan oleh keenam ras lainnya.”
Lian Haocun tetap tidak berekspresi maupun bereaksi terhadap jawaban Lexie bertanya untuk kedua kalinya,
“Kalau begitu apa pintu elemen biasanya memiliki simbol elemen?”
Lexie segera menggelengkan kepalanya,
“Tidak. Tidak pernah ada pintu elemen manusia yang memiliki simbol elemen. Bahkan ras lain pun tidak memiliki simbol di pintu elemennya meski elemennya sudah bisa dipastikan.”
Lian Haocun agak tidak menduganya dan merasa terkejut di dalam hatinya, tetapi ekspresinya di permukaan tidak berubah sedikit pun sementara Lian Huanran hanya bisa mengerti beberapa hal dari percakapan Lexie dan Lian Haocun.
Lian Haocun menanyakan pertanyaan lagi,
“Apa seseorang dengan elemen yang berbeda bisa menyerap energi elemen yang berbeda?”
“Tidak bisa. Akan selalu ada kontradiksi antara elemen meski mereka tidak bertentangan. Jadi untuk menyerap energi elemen yang lain sangat tidak disarankan karena bisa memicu pertentangan di dalam tubuh dan sangat jarang seseorang bisa menyerap energi elemen orang lain.”
Lian Haocun memastikan, “Apa informasi yang kau berikan dapat dipercaya?”
Lexie menjawab tanpa ragu-ragu, “Iya. Bagaimanapun aku bahkan sudah hidup lebih lama dari padamu. Informasi ini merupakan pengetahuan yang cukup umum di ras lainnya bahkan di binatang ajaib, walaupun sepertinya bagi ras manusia agak berbeda.”
Lian Haocun berterima kasih tanpa perasaan syukur yang bisa dideteksi yang seharusnya ada dalam ‘terima kasih’ itu tetapi ketulusannya bisa dirasakan. Lexie memaklumi terima kasih tanpa rasa syukur Lian Haocun, bersama dengan Lian Haocun beberapa hari, Lexie mengetahui bahwa Lian Haocun merupakan orang yang tidak pandai mengekspresikan emosinya yang sangat berkebalikan dengan Lian Huanran, tetapi dia merupakan seseorang yang bisa dipercaya, diandalkan dan sangat tulus.
Lalu Lian Haocun melanjutkan dengan jeda singkat dan menjanjikan, “Aku akan menjaga anak-anakmu dengan baik.”
Lexie tersenyum menanggapi. Sedangkan Lian Huanran segera mengulangi kata-kata Lian Haocun dengan senyuman lebar di wajahnya,
"Aku juga akan menjaga Bai dan Cheng dengan baik!"
Lexie menanggapi dengan terima kasih yang tulus.
Lexie tidak terlalu suka mencampuri urusan seseorang, jadi dia hanya bereaksi sedikit dengan pertanyaan Lian Haocun,
“Aku tidak tau apa yang kau temukan, tetapi kuharap itu bukan hal yang buruk.”
Lian Haocun menangguk dan diam-diam menyukai sikap Lexie yang tidak terlalu ingin tau.
Lian Haocun melirik Lian Huanran dan bergegas keluar Gua. Lian Huanran mengetahui bahwa niat Lian Haocun jadi dia segera berkata dengan rasa terima kasih yang dipenuhi rasa syukur dan tulus,
“Terima kasih sudah mau membiarkan kami merawat anak-anakmu yang berharga, kami masih harus kembali dulu. Sampai jumpa, eeee-mmm....”
Lexie menyela dengan lembut Lian Huanran yang terlihat gugup, “Panggil saja Lexie.”
Lian Huanran segera mengulangi kalimat terakhirnya dengan pengecilan volume di kata terakhir,
“Sampai jumpa, Lexie.”
Meski begitu Lexie yang memiliki indra yang tajam masih bisa mendengarnya, ia tertawa kecil. Lian Huanran yang agak malu dan gugup tidak melihat Lexie tertawa dan segera mengikuti Lian Haocun yang sudah pergi terlebih dahulu. Lexie kembali melihat kedua anak yang baru saja dilahirkannya, hatinya dipenuhi kelembutan dan ia berjanji dalam hatinya akan menghargai waktu yang diberikan Lian Haocun untuk bersama anak-anaknya.
Lian Haocun dan Lian Huanran membuat kesepakatan untuk segera kembali ke tempat yang dipenuhi oleh Qi Spiritual agar tidak menunda latihan. Bagaimanapun sekarang mereka memliki tanggung jawab untuk melindungi binatang-binatang ajaib kecil.
Dalam perjalanan kembali, Lian Haocun dan Lian Huanran berkali-kali diserang oleh binatang ajaib yang aktif dan agresif di malam hari. Hal tersebut membuat pengalaman bertarung kembar Keluarga Lian bertambah dan meningkat sedikit. Tidak lupa juga, Lian Haocun menyimpan beberapa daging binatang ajaib itu untuk dimakan di cincin penyimpanannya.
Ketika mereka kembali, waktu sudah mencapai dini hari.
“Apa yang akan Kakak lakukan?” Tanya Lian Huanran dengan sedikit kelesuan dan kelelahan sehabis bertarung dengan binatang ajaib yang lumayan kuat.
“Berkultivasi.” Jawab Lian Haocun singkat, tetapi Lian Huanran yang sudah terbiasa dengannya, tidak keberatan.