
Baru setelah itu Chao Bence menyadari bahwa mereka tidak memiliki alat transportasi sihir mau pun jimat teleportasi. Chao Bence mengingatkan Lian Haocun,
“Kita tidak memiliki alat transportasi sihir.”
Lian Haocun mengangguk dan berniat mengatakan sesuatu, sebelum tiba-tiba Chao Bence berbicara lagi,
“Tunggu... Tadi Gurumu memberikan aku cincin penyimpanan. Mungkin di dalamnya ada alat transportasi sihir atau jimat teleportasi.”
Lian Haocun merasa dadanya sedikit sesak dan emosi rumit yang sudah ia tekan menyeruak kembali. Lian Haocun kecil berumur sepuluh tahun menatap wajah Lian Huanran yang terlihat agak buruk, matanya merah karena menangis dan ia terlihat sangat lelah. Namun melihat Lian Huanran, Lian Haocun perlahan-lahan berhasil mengontrol emosinya.
‘Benar... Di kehidupan ini aku memiliki keluarga dan tanggung jawab untuk melindunginya.’ Batin Lian Haocun dan tekadnya untuk menjadi lebih kuat meningkat lagi.
Chao Bence dengan cepat mencari-cari di seisi ruang cincin penyimpanan dan menemukan bahwa ada banyak hal terdapat di cincin penyimpanan tersebut sampai-sampai ruang cincin penyimpanan yang sangat luas menjadi penuh sesak. Ada beberapa barang yang Chao Bence kenali dan familier dengan kegunaannya, tetapi ada juga beberapa barang yang tidak. Tidak lama kemudian Chao Bence menemukan total dua puluh jimat teleportasi. Lalu ia mengeluarkan satu jimat teleportasi dari cincin penyimpanan.
Karena Lian Haocun menggendong Lian Huanran, otomatis Lian Huanran juga akan ikut ter-teleportasi saat jimat teleportasi digunakan. Jadi mereka hanya membutuhkan satu jimat teleportasi. Chao Bence merubah bentuk manusianya menjadi binatang ajaib kecil dan memasuki keliman jubah luar Lian Haocun. Kemudian Lian Haocun menggunakan jimat teleportasi menuju Sekte Langit Biru.
Lian Haocun, Lian Huanran yang masih pingsan dan Chao Bence segera sampai di suatu tempat di Sekte Langit Biru. Tempat itu memiliki keindahan alam, namun tidak ada orang-orang di sekitar tempat tersebut. Sehingga tempat tersebut sangat sunyi dan menenangkan. Chao Bence mengganti bentuknya menjadi bentuk manusia kembali. Lalu Lian Haocun menyerahkan Lian Huanran ke gendongan Chao Bence dengan sangat hati-hati.
Lian Haocun, “Kau kembali ke Paviliun dulu. Jangan sampai dilihat orang. Aku akan ke tempat Ketua Sekte.”
Chao Bence mengangguk dan mengendong Lian Huanran cukup erat untuk memastikannya tidak akan terjatuh. Lalu ia melompat ke atap-atap rumah di Sekte Langit Biru dengan mudahnya seperti berjalan di tanah.
Lian Haocun mengawasi Chao Bence hingga ia menghilang dari pandangan, lalu berjalan ke Aula Sekte Langit Biru, tempat Bao Fen biasanya berada. Dua penjaga yang ditempatkan untuk menjaga Aula Sekte Langit Biru yang sebelumnya mengambil cuti untuk beberapa saat, bertugas kembali. Penjaga segera mengenali Lian Haocun dan mempersilahkannya masuk meski di dalam pikiran penjaga, ia memiliki ribuan pertanyaan. Apalagi dengan tidak adanya keberadaan Shen Wenhuan yang biasanya mendampingi murid-muridnya.
‘Apa Penatua Shen terluka?’ Pikir salah satu penjaga yang memegang tombak.
Lian Haocun memasuki aula Sekte Langit Biru. Bao Fen terlihat agak terkejut dengan tamu yang tidak diduganya, namun ekspresi wajahnya tidak banyak berubah. Lian Haocun berjalan menuju Bao Fen, lalu ia membungkukkan punggungnya sambil meletakkan tangannya di atas tinjunya yang terkepal.
“Murid Lian Haocun memberi hormat kepada Pemimpin Sekte.” Kata Lian Haocun tanpa emosi sambil menatap karpet.
Bao Fen menganggukkan kepalanya dan berjalan turun dari kursi singgasananya. Lalu ia menepuk bahu Lian Haocun pelan. Lian Haocun meluruskan punggungnya yang terlihat sangat pendek dibandingkan Bao Fen yang sudah agak berumur. Kemudian Bao Fen menuntun Lian Haocun ke meja dan menyuruh Lian Haocun untuk duduk.
Bao Fen tidak berbasa-basi dan bertanya, “Apa yang terjadi?”
Lian Haocun menjawab tanpa emosi sambil menekan perasaan yang lagi-lagi mulai berkecamuk di hatinya, “Guru diambil, keadaan dan keberadaannya tidak diketahui.”
Bao Fen sudah sedikit menebak saat melihat Lian Haocun datang sendirian. Namun mendengarnya langsung masih mengagetkan. Bao Fen mengusap keningnya yang mulai mengerut. Bao Fen menekan rasa tidak percaya dan emosi rumit di hatinya dan mulai bertanya mengenai kronologis kejadiannya kepada Lian Haocun.
Memasuki bagian akhir dari penjelasan, Bao Fen menggebrak meja untuk menunjukkan rasa keterkejutan yang sangat kuat.
Tanpa sadar Bao Fen menaikkan volume suaranya, “Apa katamu?!”
Lian Haocun mengulangi perkataan terakhirnya, “Orang yang mengambil Guru adalah Jenderal Iblis Baran Yangzuo, Jenderal Iblis Zodiak Aries.”
Ekspresi Bao Fen yang tenang runtuh dalam sekejap. Ia mencoba untuk tenang namun jari-jarinya yang agak gemetaran menunjukkan kepanikan yang sangat kuat. Lian Haocun tanpa simpati dan empati menambahkan pukulan ke Bao Fen.
“Saya ingin keluar dari Sekte Langit Biru.”
Bao Fen mencoba menekan kepanikan di dalm hatinya karena ras iblis dan berkata, “Kau yakin?”
Bagaimanapun Lian Haocun adalah generasi muda yang sangat berbakat. Merupakan suatu kebanggaan besar bagi Sekte Langit Biru untuk memiliki anggota dengan bakat setingkat ‘monster’. Bao Fen merasa tidak rela Lian Haocun keluar dari Sekte Langit Biru. Sehingga Bao Fen mengesampingkan masalah ras iblis yang mulai menginvasi kembali sejenak dan menggunakan berbagai cara untuk membujuk Lian Haocun untuk tetap tinggal.
Lian Haocun tidak mengubah keputusannya di bawah bujukan terus-menerus dari Bao Fen. Bao Fen hanya bisa menghela nafas berat dan panjang, lalu mencoba merelakan Lian Haocun. Bagaimanapun Bao Fen tidak bisa memaksa Lian Haocun.
Bao Fen menanyakan pertanyaan yang paling ingin ditanyakannya, “Apa Lian Huanran juga akan keluar?”
Bao Fen hanya bertanya dengan harapan bahwa Lian Huanran akan tetap tinggal. Meskipun ia sudah merasa sangat pesimis dengan jawabannya. Namun tanpa Bao Fen duga, Lian Haocun menggelengkan kepalanya.
“Tidak tau. Saya akan menanyakannya nanti.”
Harapan di hati Bao Fen bangkit namun ia menekan kesenangannya dengan berdehem pelan dan mengganti topik pembicaraan menjadi Jenderal Iblis. Kemudian setelah mendapatkan semua informasi, Lian Haocun diizinkan untuk pergi.
...****************...
Sementara di Paviliun Langit Jingga, Lian Huanran yang sudah sadar dari pingsannya, menundukkan kepalanya mendengarkan cerita dari Chao Bence. Tidak diketahui emosi seperti apa yang terdapat di mata dan hatinya.
Chao Bence, “Jadi... Kau tau bukan... Kakakmu tidak bermaksud seperti itu.”
Lian Huanran ingin menyangkal namun kata-katanya tersangkut di tenggorokannya. Lian Huanran yang rasional mengetahui bahwa memang Kakaknya pasti akan bertindak seperti itu. Namun hatinya sedang kacau karena Gurunya yang sudah menemani dan membimbingnya selama sepuluh tahun, dibawa oleh Jenderal Iblis, sehingga ia pikirannya tidak rasional.
Chao Bence mengamati reaksi Lian Huanran dan menghela nafas di dalam hati.
‘Aku tidak sangka, bocah yang sangat periang itu, sangat keras kepala.’ Batin Chao Bence.