The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 18 — Pegunungan Yama (12)



Simpati dan memahami emosi adalah hal yang berbeda. Lian Haocun tidak memahami mengapa hanya demi anak-anaknya agar tidak menderita, Lexie memberikan anak-anaknya kepada seseorang yang baru saja ia kenal kurang dari sebulan daripada mengasuhnya sendiri yang jelas menurut Lian Haocun lebih aman.


Lian Huanran ketakutan terhadap Lexie yang marah, ia bersembunyi di belakang punggung Kakaknya yang tidak mengerti dan kebingungan terhadap emosi Lexie.


Lexie berkata, “Meskipun aku ingin menghabiskan waktuku bersama mereka, melatih mereka agar menjadi kuat, hidup dengan mereka. Aku tidak bisa melakukannya..... Aku tidak bisa menjadi orang yang egois.”


“Apalagi jika mereka harus dalam bahaya karena aku. Maafkan aku, anak muda aku tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk ikut denganmu, tapi kumohon jagalah anak-anakku dengan baik.”


Lanjut Lexie, mata Lexie memerah saat mengatakan kalimat demi kalimat perlahan-lahan meskipun tidak terlalu terlihat.


Lian Haocun mengetahui bahwa tidak mungkin untuk mengubah keputusan Lexie, jadi dia menghilangkan segala perasaan dan pertanyaan kebingungan di dalam hatinya karena emosi Harimau Kuning Bersayap dan berkata dengan nada dingin, namun tegas,


“Aku akan melakukannya sebaik mungkin.”


Lexie tersenyum sebagai tanggapan, senyum itu layaknya senyum seorang ibu yang penuh kasih sayang, memancarkan rasa hangat yang menghangatkan hati orang-orang.


“Terima kasih.” Ucap Lexie penuh rasa syukur dan kepercayaan kepada Lian Haocun dan Lian Huanran.


Lian Haocun tertegun sesaat, ‘Kenapa begitu bahagia? Bukankah mungkin saja mereka tidak akan pernah bertemu lagi? Aku tidak mengerti.’ Batin Lian Haocun sedangkan mata Lian Huanran kembali memerah karena terharu,


“Ya, kami akan mencoba menjaganya sebaik mungkin.” Kata Lian Huanran penuh kelembutan, keceriaan dan semangat.


Lian Haocun menanggapi perkataan Lian Huanran dengan ‘Hm’ singkat pertanda bahwa ia menyetujuinya.


Canda Lexie meskipun matanya masih memiliki kesedihan karena akan berpisah dengan anak-anaknya. Suasana di Gua yang sebelumnya berat langsung kembali hangat dan harmonis.


“Sudah hampir waktunya.” Kata Lexie.


“Aku akan membantu dengan menyalurkan Qi Spiritual.” Lian Huanran menimpali perkataan Lexie. Lexie mengangguk menyetujui.


Segera malam tiba, Lexie terlihat sangat kesakitan saat berusaha melahirkan anak kembarnya, tetapi dengan Qi Spiritual dari Lian Haocun dan Lian Huanran keadaan Lexie lebih baik dari yang seharusnya saat Harimau Kuning Bersayap betina melahirkan.


Setelah sekitar beberapa menit, terlihat dua binatang kecil berbentuk harimau dengan sayap yang belum tumbuh.


“Lucunya.” Komentar Lian Huanran melihat binatang ajaib kembar itu yang tidak bisa mengaum atau melakukan apa-pun sehingga mereka hanya bisa terbaring di tempatnya.


Salah satunya berwarna putih dengan corak hitam, binatang kecil itu terlihat lucu karena masih kecil sementara yang satunya lagi berwarna jingga dengan corak hitam yang mirip dengan Lexie. Mereka berdua belum memiliki bulu setebal Lexie. Mata mereka berdua tertutup, tetapi mereka tetap terlihat sangat lucu.


Lexie yang masih agak lemah mendekati kedua harimau kecil itu dan mengelusnya dengan kepalanya lalu bertanya kepada Lian Haocun dan Lian Huanran, “Apa kalian ingin menamai mereka?”


Lian Haocun menjawab singkat, "Tidak perlu."


Lian Huanran segera menimpali Kakaknya dengan semangat, "Iya, kau bisa menamai mereka sesuka hatimu. Anggap saja sebagai kenangan-kenangan untuk anak-anakmu nanti."