
Tepat beberapa menit setelah Lian Haocun dan kelompoknya serta Yun Shao dan Qian Wenwu sampai di asrama, burung merpati tiba-tiba terbang ke jendela asrama mereka. Karena jendela asrama mereka masih ditutup, burung merpati hanya bisa mematuk jendela transparan tersebut untuk menarik perhatian orang-orang yang berada di dalam kamar asrama.
Lian Huanran yang menyadari keberadaan burung merpati, menghampiri jendela dan membukanya. Burung merpati berbulu putih tersebut, terbang ke hadapan Lian Huanran, dan menunjukkan gulungan yang di bawa-nya dengan cakarnya. Lian Huanran menduga bahwa gulungan tersebut berasal dari Chao Bence dan berisi informasi-informasi tetua di Sekte Serigala Giok. Lian Huanran mengambilnya dan burung merpati itu pun terbang pergi.
‘Dia memang efisien dan bisa diandalkan.’ Batin Lian Haocun puas ketika melihat gulungan yang berada di tangan Lian Huanran.
Yun Shao yang berjarak cukup jauh di belakang Lian Huanran, bertanya dengan rasa penasaran, “Ada apa dengan burung merpati itu?”
Lian Huanran menjawab, “Tidak apa-apa, hanya mengantarkan sebuah gulungan untuk Kakak.”
Yun Shao bergumam ‘Oh’ panjang, lalu berkata, “Kalau begitu, aku dan Wenwu ingin pergi ke arena, apa kalian ingin ikut?”
Long Yuan, “Ku tidak ikut, ku ingin membuat laporan misi.”
Seolah-olah baru mengingat sesuatu, Yun Shao berkata, “Ah, jadi yang tadi di sampaikan petugas itu untuk memberikan laporan ya?” Pasalnya, tadi Yun Shao tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan petugas.
Long Yuan mengangguk dan menjelaskan sedikit, “Iya, katanya, setelah menyelesaikan sebuah misi, diwajibkan untuk memberikan laporan mengenai cara kita menyelesaikannya dan permasalahan dalam misi tersebut. Agak merepotkan sih, tapi katanya wajib dilakukan.”
Yun Shao bertanya, “Apa kau memerlukan bantuan kami?”
Long Yuan menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak.”
Dengan nada ceria, Lian Huanran berkata, “Aku dan Kakak juga tidak akan ikut, kami harus berdiskusi mengenai beberapa hal, sekalian membantu Yuan mengerjakan laporannya!”
Yun Shao mengangguk mengerti dan mengucapkan salam perpisahan. Lalu, ia pun pergi bersama Qian Wenwu menuju arena.
Lian Haocun, Lian Huanran, Long Yuan, Bai dan Cheng yang tersisa di ruangan tersebut, saling bertatapan sejenak. Lalu Lian Haocun membuat pelindung di sekitar mereka, untuk mencegah percakapan mereka terdengar oleh orang lain yang memiliki indra pendengaran yang tajam. Sementara, Long Yuan mengeluarkan gulungan dan pena bulu dari cincin penyimpanannya, ia akan mendengarkan diskusi sambil menyelesaikan laporan misi.
Lian Huanran meletakkan gulungan yang diberikan burung merpati di lantai kamar dan membukanya. Gulungan itu cukup panjang, dan berisi informasi yang sangat banyak. Bagaimanapun, sekte tingkat atas seperti Sekte Serigala Giok pastinya memiliki banyak tetua.
“Wow, dia mengerjakan ini semua hanya dalam waktu lima hari? Menakjubkan!” Puji Lian Huanran ketika membaca sekilas informasi yang tertera di gulungan tersebut.
Lian Haocun bergumam ‘Hm’ singkat sebagai tanggapan, dan mulai membaca semua informasi yang tertera di gulungan tersebut. Bagaimanapun, adik kembarnya, Lian Huanran memerlukan seorang alkemis sebagai mentor dan Lian Haocun sendiri, ingin membentuk koneksi dengan alkemis.
Alkemis sangat langka, sehingga bisa dikatakan seperti legenda di Benua Afer, maka dari itu Lian Haocun tidak ingin melewatkan kesempatan, meski bisa saja orang yang waktu itu ditemukan oleh Lian Huanran bukanlah alkemis.
Lian Haocun dan Lian Huanran membaca semua informasi yang dituliskan Chao Bence, sementara dalam diam, Long Yuan mengerjakan laporan misi. Lian Haocun tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan tetua di Sekte Serigala Giok yang sangat mirip dengan ciri-ciri penampilan orang yang pernah ditemukan oleh Lian Huanran.
Lian Haocun yang duduk di samping Lian Huanran, menunjuk ke suatu paragraf tulisan, dan berkata, “Namanya Shen Nong. Penampilannya sesuai yang kau cirikan waktu itu, berambut hitam panjang dan memiliki kain putih yang menutupi matanya. Posisinya di Sekte Serigala Giok agak spesial, meski posisinya tetua, ia memiliki lebih banyak kekuasaan dari pada tetua lainnya. Ketua Sekte Serigala Giok juga bersikap sangat menghormatinya.”
Lian Huanran membaca paragraf yang ditunjukkan oleh Lian Haocun, lalu menganggukkan kepalanya. Kemudian Lian Huanran berkata, “Tapi..., di sini ditulis katanya tetua Shen Nong sangat susah untuk ditemui, dan kesempatan untuk bertemu dengannya 1 banding 10.000.... Bagaimana kita bisa menemuinya semudah itu?”
Lian Huanran, “...” Ku merasa, seperti penguntit....
Tidak mengetahui apa yang dipikirkan adik kembarnya, Lian Haocun melanjutkan, “Pertama-tama, kita akan mengunjungi paviliun ia tinggal malam ini.”
Sambil tetap mengerjakan laporan misinya, Long Yuan berkata, “Apa ini tidak terlalu cepat? Bagaimanapun belum tentu tetua itu akan menerima Lian Huanran sebagai muridnya, dan belum tentu juga dia merupakan seorang alkemis. Ditambah kita juga tidak mengetahui bagaimana karakternya...”
Lian Huanran menganggukan kepalanya setuju. Ia juga berpikir sama dengan Long Yuan, terlalu cepat untuk langsung ke paviliun tempat Shen Nong tinggal.
Namun, Lian Haocun berpikir berbeda, pasalnya jika memang Shen Nong merupakan alkemis, sikapnya yang menyembunyikan identitasnya, menunjukkan bahwa Shen Nong adalah sosok yang rendah hati, kecuali ia terpaksa menyembunyikan identitasnya karena suatu masalah. Sedangkan untuk menerima Lian Huanran sebagai murid, Lian Haocun sudah merencanakan solusinya. Walaupun tetap saja, belum pasti Shen Nong akan menerima Lian Huanran sebagai muridnya.
Lian Haocun tidak mengatakan semua pertimbangan di pikirannya, ia hanya berkata, “Lebih cepat lebih baik, ditambah belum tentu alkemis itu tinggal di paviliun yang disediakan di Sekte Serigala Giok. Meski begitu dengan mengecek paviliun tempat ia tinggal, mungkin kita bisa saja mendapatkan petunjuk.”
Setelah mempertimbangkan sejenak, Lian Huanran mengangguk dan berkata, “Baiklah.”
Sementara, tentu, Long Yuan akan mengikuti keputusan Lian Huanran.
Setelah diskusi selesai, Lian Huanran membantu Long Yuan membuat laporan misi. Sedangkan, Lian Haocun, tentu seperti biasa, berkultivasi.
Dengan bantuan satu orang, laporan misi selesai dalam waktu yang cukup singkat, walaupun tetap saja saat laporan tersebut sudah selesai, waktu sudah menjelang malam. Dan tepat saat itu juga, Yun Shao dan Qian Wenwu kembali ke asmara.
Ketika mendengar suara pintu terbuka, Lian Huanran refleks langsung menengok ke arah pintu dan menyapa, “Selamat datang kembali! Pas sekali, kami baru saja menyelesaikan laporan misi!”
Yun Shao dengan penampilan acak-acakan disertai luka-luka memar mau pun berdarah, menanggapi Lian Huanran dengan menganggukkan kepalanya. Qian Wenwu yang berada di belakang Yun Shao tampak sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Yun Shao.
Dalam perjalanan, Qian Wenwu berulang kali menawarkan kepada Yun Shao untuk menyembuhkan lukanya dengan mantra penyembuhan miliknya, tetapi sayangnya berulang kali Yun Shao menolak. Meski Qian Wenwu sudah mencoba membujuknya, Yun Shao tetap menolak dengan keras kepala.
Dengan nada khawatir, Lian Huanran bertanya, “Apa yang terjadi?”
...****************...
Halo, kita bertemu lagi! Apa kalian menunggu update dari novel ini? Maaf karena telah membuat kalian menunggu!
Jika kalian memiliki saran, kritik mau pun pendapat, tuliskan di kolom komentar ya! Agar karya ini bisa lebih baik lagi!
Ditunggu juga ya, update dua chapternya! Sampai jumpa! Jangan lupa, stay healthy and stay safe! God Bless You!
-Zona, 2 Oktober 2021