
Chao Bence menanggapi dengan jawaban yang membuat Lian Huanran semakin penasaran, “Kita akan membahasnya nanti dulu. Tadi pagi aku sudah menerima jawaban dari bisnis pariwisata mengenai perihal merekomendasikan penginapan kita sebagai rekomendasi akomodasi untuk turis. Hah..., mereka menolak kita mentah-mentah.”
Lian Haocun, “Sudah kuduga.”
Chao Bence, “...” Terus kenapa master meminta ku untuk menghubungi mereka!?
Sebelum Chao Bence dapat mengeluh di dalam pikirannya, Lian Haocun melanjutkan, “Apakah mereka menawarkan sesuatu?”
Chao Bence berkata dengan nada sedikit bersemangat, “Tentu ada! Itu semua berkat kerja kerasku! Mereka menawarkan jika dalam waktu tiga bulan ke depan, bisnis ‘HaoRan’ bisa berkembang hingga memenuhi kualifikasi mereka, tawaran rekomendasi akomodasi tersebut akan dipertimbangkan kembali.”
Lian Haocun, “Iya, itu merupakan tujuan asliku. Industri pariwisata di Kota Vekado tidak seperti kota-kota kecil lainnya, ditambah bukankah sangat disayangkan jika keunikan Kota Vekado tidak dimanfaatkan? Dan kita sudah berhasil menciptakan kesan kepada industri pariwisata ini.”
Implikasinya, industri pariwisata di Kota Vekado benar-benar 'pintar' dalam berbisnis. Dengan tawaran ini, industri pariwisata memberikan peluang kepada bisnis 'HaoRan', tetapi juga tidak memberikan janji untuk menjadikan bisnis 'HaoRan' sebagai rekomendasi akomodasi untuk para turis.
‘Meski aku tidak tau, kesannya merupakan kesan baik atau kesan buruk.’ Lanjut Lian Haocun di dalam pikirannya.
Chao Bence, “...” Kenapa master tidak mengatakannya sedari awal? Kalau tidak, aku tidak akan bersusah payah bernegosiasi dengan manusia semacam itu!
Lian Huanran yang sedari tadi menahan rasa penasaran di hatinya, berkata, “Sudah selesai kan? Kalau begitu jawab pertanyaanku sebelumnya!”
Chao Bence tertawa misterius dan berkata dengan nada sok misterius, “Tentu ada hubungannya. Dari para ‘informan’ kita, diketahui bahwa terjadi kasus menghilang terus-menerus di desa tersebut. Informasi ini diketahui dengan peluang 1 banding 100, binatang-binatang ajaib kecil itu tidak sengaja mendengar mengenai ini dari percakapan orang-orang mabuk yang tinggal di sekitar desa tersebut.”
Long Yuan yang mendengar jawaban dari Chao Bence, merasa sedikit penasaran dan mengajukan pertanyaan, “Apa nama desa itu?”
Chao Bence, “Desa Thano.”
Long Yuan, “Tidak pernah mendengarnya...”
Lalu Long Yuan mengalihkan pandangannya ke Lian Huanran, Lian Huanran juga menggelengkan kepalanya dan berkata singkat, “Tidak tau.”
Shui Zuo yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan mereka berkata, “Aku juga tidak pernah mendengar mengenai desa ini? Bagaimana bisa ada kasus menghilang terus-menerus di desa ini? Apakah kalian yakin ini benar-benar berkaitan dengan ras iblis?”
Chao Bence tersenyum dan menjawab, “Bukankah itu yang akan kita selidiki?”
Lalu Chao Bence bertanya dengan nada jahil, “Jenderal Shui benar-benar tidak tau? Ini adalah desa terpencil yang berada di bagian Tenggara Benua Afer.”
Shui Zuo yang tidak tau bahwa dirinya diejek dengan ejekan yang tidak eksplisit, hanya menggelengkan kepala dengan polos.
Chao Bence, “...” Apa orang ini benar-benar Jenderal Iblis? Bahkan dia tidak mengerti maksudku yang sebenarnya! Huh!
Lian Huanran, "Zuo, maksud sebenarnya Bence adalah kau berpengetahuan sempit. Sebagai Jenderal ras iblis yang berniat menginvasi Benua Afer setidaknya kau harus mengenali semua tempat di Benua Afer bukan?"
Shui Zuo bergumam kecil, "Oh, begitu."
Lian Haocun menyela mereka dan berkata, “Besok kita akan pergi berangkat ke Desa Thano dan menyelidiki hal tersebut. Chao Bence dan Shui Zuo akan memberitahu industri pariwisata bahwa kita menerima tawaran mereka. Lalu, tolong siapkan beberapa permainan kecil di bar, seperti papan dart guna menambah hiburan bagi para pengunjung.”
Chao Bence yang menerima tugas baru lagi, berkata dengan nada pasrah, “Master, kau memintaku untuk menyelesaikannya dalam kurang dari setengah hari?” Pasalnya saat itu sudah siang hari.
Chao Bence dan Shui Zuo, “...”
Chao Bence menjawab, “Tidak, master... Saya akan menyelesaikannya dengan baik.”
Lian Haocun menanggapi dengan menganggukan kepalanya.
Lian Huanran yang sedari tadi bicara berbisik dengan Long Yuan, berkata kepada Kakaknya, “Kakak! Aku dan Long Yuan ingin mengecek situasi di restoran, penginapan, bar dan pusat informasi ‘HaoRan’ terlebih dahulu, lalu menjelajahi Kota Vekado untuk terakhir kalinya. Kakak mau ikut?”
Tanpa ragu-ragu, Lian Haocun menjawab, “Tidak.”
Kemudian Lian Huanran dan Long Yuan diikuti oleh Bai dan Cheng pergi ke bisnis ‘HaoRan’ dan mengelilingi Kota Vekado untuk terakhir kalinya. Sedangkan Lian Haocun seperti biasa, menghabiskan waktunya untuk berkultivasi. Sementara nasib Chao Bence dan Shui Zuo yang paling mengenaskan, mereka harus mengunjungi anggota perwakilan industri pariwisata dan mulai mencari tempat di Kota Vekado yang menjual papan dart yang berkualitas. Segera satu hari berlalu secepat angin.
Mereka tidak menggunakan jimat teleportasi dan menggunakan alat transportasi sihir. Bagaimanapun mereka tidak terlalu terburu-buru untuk ke Desa Thano. Waktu perjalanan ke Desa Thano adalah satu bulan dua puluh tujuh hari, karena jarak antara Kota Vekado dan Desa Thano cukup dekat.
Dalam perjalanan, hampir setiap harinya Lian Huanran, Long Yuan, Chao Bence dan Shui Zuo menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol bersama. Lian Huanran juga menanyakan pertanyaan yang selama ini ia simpan di hatinya mengenai Chao Bence, sayangnya Chao Bence hanya menanggapi dengan senyuman khasnya dan tidak menjawab sepatah kata pun.
Terkadang mereka juga akan bermain game yang tidak memerlukan alat apa pun, dan mengajak Lian Haocun yang sedang berkultivasi untuk ikut dengan mereka, tidak, lebih tepatnya memaksa. Jadi Lian Haocun yang setiap hari ekspresinya tidak pernah berubah itu, dipaksa untuk bermain permainan yang tidak ia mengerti sama sekali, sehingga tentu, ia menjadi orang yang kalah di setiap pertandingan. Sejak kekalahan beruntun, Lian Haocun yang kompetitif pun, mulai memainkan permainan tersebut dengan sangat serius. Sampai-sampai Lian Huanran tidak bisa mengejek Kakaknya lagi karena kekalahan beruntun tersebut digantikan kemenangan beruntun.
Tanpa mereka sadari, waktu satu bulan dua puluh tujuh hari berakhir dengan sangat cepat. Mereka turun di sekitar Desa Thano yang ternyata merupakan padang rumput yang terlihat segar dan mampu membuat orang rileks, ketika melihat hamparan rumput yang bergoyang tersebut.
Lian Huanran berseru, “Woah. Segarnya.”
Sementara Lian Huanran mengekspresikan pikirannya dengan kata-kata, Long Yuan mengekspresikannya dengan tindakan, ia menghirup udara segar itu dan menatap pemandangan rumput bergoyang yang menenangkan.
Lian Haocun menyela kegiatan mereka dan berkata, “Ayo kita cari petunjuk mengenai desa itu.”
Mereka berlima diikuti oleh Bai dan Cheng yang berjalan di antara mereka, pergi menuju desa-desa lain untuk mendapatkan petunjuk. Bagaimanapun tempat mereka berada sekarang merupakan pedalaman, jadi wajar jika tidak terdapat kota kecil dan hanya pedesaan.
Setelah mencari hampir ke-enam desa, akhirnya mereka bisa memperkirakan lokasi Desa Thano, karena jawaban-jawaban dari warga-warga desa tersebut tidak terlalu lengkap. Tentu selain bertanya mengenai lokasi Desa Thano, mereka juga menanyakan mengenai kasus menghilang terus-menerus di desa tersebut, tetapi sayangnya hal tersebut sangat jarang diketahui oleh orang-orang, jadi mereka tidak mendapatkan informasi yang berguna, namun mereka mendapatkan satu hal, bahwa terdapat berbagai rumor-rumor aneh yang beredar mengenai Desa Thano.
Lian Haocun dan kelompoknya segera menuju ke tempat perkiraan lokasi Desa Thano. Hasilnya yang mereka lihat hanyalah batu besar yang menghalangi.
Lian Huanran terlihat bingung, “Ini aneh.... Bukankah seharusnya Desa Thano itu di sini? Kenapa tidak ada desa dan malah ada batu besar.”
Lian Huanran berniat untuk mengutarakan beberapa pertanyaan dari pikirannya, tetapi tanpa diduga Lian Haocun berjalan mengelilingi batu besar itu dan meminta Lian Huanran, Long Yuan, Chao Bence, Shui Zuo, Bai dan Cheng untuk berjalan ke tempatnya berdiri.
Lian Huanran, “Woah! Jadi ini Desa Thano! Aneh ya tempatnya, di dalam gua.”
Di balik batu besar tersebut, terdapat lubang yang sangat besar dan tangga untuk menuju ke bawah. Desa Thano terletak di bawah tangga tersebut. Desa Thano terlihat tidak terlalu ramai dan besar serta memiliki keharmonisan yang agak mencekam.
Long Yuan yang bisa merasakan keanehan tersebut, berkata, “Entah kenapa suasana di desa itu terasa aneh sekali. Harmonis, tapi....”
Long Yuan tidak melanjutkan kata-katanya, pasalnya ia tidak tau kata yang tepat untuk mendeskripsikan Desa Thano. Sementara Lian Haocun mengangguk menyetujui dan berkata dengan suara datar, “Inilah Desa yang ingin kita selidiki, Desa Thano.”