The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 153 — Hari Perjanjian



Waktu perjanjian temu sama seperti saat Lian Haocun dan kelompoknya mengunjungi paviliun sederhana dan minimalis Shen Nong, pada malam hari. Lian Huanran dan Long Yuan yang sudah cukup lelah karena latihan fisik yang berat, menyeret tubuh mereka untuk mengikuti Lian Haocun. Tentunya, Bai dan Cheng lagi-lagi dititipkan kepada Qian Wenwu dan Yun Shao.


Lian Haocun yang masih mengingat jalan menuju paviliun Shen Nong, menuntun Lian Huanran dan Long Yuan ke paviliun Shen Nong dengan rute tercepat. Setelah dua puluh menit perjalanan yang dipenuhi dengan ketegangan karena takut ketahuan, akhirnya mereka sampai ke paviliun Shen Nong yang sederhana dan minimalis.


Lian Huanran sangat menyukai suasana tenteram dan tenang di paviliun Shen Nong. Apalagi, pemandangan malam paviliun itu, benar-benar tidak main-main, sangat indah, yang membuat Lian Huanran semakin menyukai paviliun tersebut.


Shen Nong yang sudah menunggu di halaman paviliun tersebut, menyambut mereka dengan senyuman, “Halo, kalian sudah datang.”


Seketika, Lian Huanran yang sudah berbicara sepanjang jalan, diam, begitu pula dengan Long Yuan. Lian Haocun membalas, “Hm, apa kau sudah menunggu lama?”


‘Kakak bisa berbasa-basi!’ Batin Lian Haocun terkejut. Pasalnya, ia mengetahui dengan jelas, kalau jika Kakaknya berbicara, ia akan langsung menyampaikan intinya.


Shen Nong cukup terkejut mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Lian Haocun, pasalnya dari interaksi beberapa hari yang lalu, Lian Haocun jelas tidak akan memedulikan hal seperti ini.


Dengan nada ramah dan rendah hati, Shen Nong menjawab, “Tidak terlalu lama.”


Lian Haocun mengangguk, lalu Shen Nong mengajak mereka untuk berbicara di dalam paviliun. Selama perjalanan, Shen Nong menanyakan beberapa pertanyaan kepada Lian Huanran, calon murid pertamanya itu.


Awal-awal, Lian Huanran tampak agak canggung menjawab pertanyaan Shen Nong, tetapi sifatnya yang ceria dan suka berinteraksi dengan orang-orang, membuat Lian Huanran cepat beradaptasi dan dapat menjawab pertanyaan Shen Nong dengan baik.


Bahkan sesekali, Lian Huanran mengajukan pertanyaan balik ke Shen Nong. Sehingga, suasana perjalanan yang seharusnya hening, menjadi agak ramai karena percakapan Shen Nong dan Lian Huanran.


Mereka dibawa ke ruangan yang sama dengan ruangan saat mereka membuat penawaran tiga hari yang lalu. Lian Haocun, Lian Huanran dan Long Yuan duduk beriringan bertiga, sementara Shen Nong duduk berhadapan di depan mereka bertiga.


Lian Huanran menganggukan kepalanya dan berkata dengan penuh semangat, “Ya, aku akan mencobanya!”


Mendengar jawaban Lian Huanran, senyum Shen Nong semakin lebar. Lalu Shen Nong berkata, “Kalau begitu, mari kita mulai tesnya..”


Senyum Lian Huanran membeku, dengan nada heran dan agak cemas, Lian Huanran berkata, “Sekarang!?”


“Ya.” Jawab Shen Nong tenang, yang sangat kontras dengan ekspresi terkejut Lian Huanran.


Shen Nong, “Untuk tes pertama, silakan letakkan tanganmu di atas bola ini.”


Setelah mengatakan itu, Shen Nong memunculkan bola entah dari mana. Bola itu adalah bola yang sama dengan bola yang berada di ujian lolos seleksi. Bola mengkilap yang berada di genggaman telapak tangan Shen Nong, memiliki warna hitam abu-abu yang indah. Lian Huanran mengikuti instruksi Shen Nong, dan meletakkan tangannya di atas bola hitam tersebut.


Seketika, bola bersinar terang, dan seperti dibagi dua, terdapat dua warna yang berbeda di bola tersebut. Di sisi bagian kiri, terdapat warna merah disertai dengan angka '7’, sedangkan di sisi bagian kanan, terdapat warna hijau muda dengan angka '7’ yang sama. Kedua warna itu pertanda, kalau Lian Huanran memiliki elemen kayu dan api, dengan tingkat mana 7.


Shen Nong cukup terkejut kala mengetahui tingkat mana Lian Huanran.


‘Tujuh, ini melebihi harapanku, padahal kalau tiga mau pun empat saja sudah sangat bagus...’ Batin Shen Nong terkejut.


Kemudian Shen Nong berkata, “Kalau begitu, selanjutnya, tes kedua!”