The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 192 — Sekte Malam Merah



Namun Lian Haocun tidak memikirkannya lebih lanjut, bagaimanapun ia tidak memiliki terlalu banyak petunjuk mengenai sekte baru itu. Sehingga Lian Haocun meminta Chao Bence untuk mencarikannya informasi lebih lanjut mengenai sekte tersebut, yang harus dikirimkan paling lambat besok pagi.


Chao Bence yang berada di Kota Vekado, “...” Apa master ingin binatang ajaibnya ini tidak istirahat semalaman!?


Namun, tanpa terasa, malam yang dipenuhi kesibukan bagi Chao Bence berlalu dengan cepat. Keesokan paginya, Chao Bence mengirimkan gulungan berisi informasi Sekte Malam Merah ke Lian Haocun. Ia tampak lelah, dan bahkan tubuhnya seperti bunga yang layu.


Sekte Malam Merah adalah sekte tingkat menengah baru yang menggantikan Sekte Langit Biru, yang hilang ditelan bumi. Mereka sudah berdiri selama tiga tahun, dan sangat misterius. Karena, tidak ada satu pun sekte yang mengetahui di mana tepatnya lokasi Sekte Malam Merah berada, namun setiap kali Sekte Malam Merah berpartisipasi dalam Konferensi mau pun Kompetisi antar sekte, setidaknya mereka akan memasuki lima besar!


Maka dari itu, reputasi Sekte Malam Merah melonjak drastis setiap kompetisi ataupun konferensi selesai. Sayangnya, tidak banyak informasi terkait Sekte Malam Merah, meski banyak kultivator mencoba menggali lebih lanjut, mereka tidak menemukan apa-apa. Inilah yang membuat kemisteriusan mereka menjadi semakin terkenal.


Ditambah, anggota Sekte Malam Merah tidak pernah muncul di pertemuan mana pun. Bukan hanya itu, bahkan ketika mereka muncul di kompetisi atau pun di depan umum, tubuh mereka akan ditutupi oleh pakaian hitam dari atas sampai bawah! Hingga mereka tampak seperti pencuri atau orang yang mencurigakan. Akan tetapi di sisi lain, ini semakin menonjolkan kesan misterius mereka.


Setelah membaca seluruh informasi mengenai Sekte Malam Merah, Lian Haocun bersama dengan Qian Wenwu, Yun Shao dan Long Yuan pergi menuju Paviliun Shen Nong untuk menjemput Lian Huanran. Lalu, mereka berlima pergi ke tempat yang ditentukan Sekte Serigala Giok untuk murid-murid yang mendapatkan tempat menuju realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’, berkumpul.


Karena, Yun Shao dan Long Yuan tidak berhasil mendapatkan tempat menuju realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’, mereka pergi setelah mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan beberapa kata pemberkatan. Bagaimanapun mereka tidak akan bertemu selama sebulan, dan tentunya mereka ingin Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu kembali dalam keadaan utuh.


Setelah salam perpisahan yang harmonis dan ‘mengharukan', Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu berkumpul bersama dengan para murid yang sudah berusaha mendapatkan tempat menuju realm, dan murid-murid tetua yang langsung mendapatkan kualifikasi menuju ke realm tersebut.


Lian Haocun melihat sekeliling dan menemukan Guan Hong yang terakhir ia lihat sebulan yang lalu. Seakan-akan menyadari tatapan Lian Haocun, Guan Hong juga menatap balik Lian Haocun, tatapannya menunjukkan rasa kebencian dan kemarahan. Lian Haocun hanya menatapnya sekilas sebelum mengalihkan tatapannya, namun ia masih bisa merasakan kebencian dan kemarahan Guan Hong yang berjarak cukup jauh darinya.


Terdapat sekitar puluhan hingga mungkin seratus murid di halaman tempat Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu diminta untuk berkumpul. Untungnya, halaman yang luas itu bisa menampung puluhan hingga ratusan orang, sehingga Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu tidak perlu berdesak-desakan satu sama lain.


Halaman itu berbentuk persegi panjang, dan dikelilingi oleh beberapa pohon lebat yang membuat keindahan yang sederhana. Di bagian tengah halaman tersebut, terdapat lingkaran sihir yang sepertinya digunakan untuk menteleportasikan banyak orang.


Tidak lama kemudian, terdengarlah suara di telinga kedua saudara kembar Lian, dan Qian Wenwu. Suara itu terdengar di telinga mereka langsung, sehingga membuat Lian Huanran mengira ada seseorang yang berbisik di telinganya, namun tidak ada seorangpun yang berbisik di telinganya.


“Selamat untuk yang berhasil mendapatkan tempat menuju realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’. Perkenalkan saya Ruan, yang akan membimbing kalian menuju tempat realm itu dibuka, atau yang biasa disebut, portal. Realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ akan dibuka dalam beberapa jam lagi di Hutan Daxing.” Ucap suara yang terdengar seperti suara laki-laki itu.


‘Hutan Daxing...? Hutan ini cukup terkenal karena keganasan binatang ajaibnya dan keindahannya.’ Batin Qian Wenwu.


Segera para murid yang sudah antusias dan bersemangat, berbondong-bondong untuk memasuki lingkaran sihir. Seakan-akan takut ditinggalkan. Lian Haocun, Lian Huanran dan Qian Wenwu menunggu para murid yang tergesa-gesa memasuki lingkaran sihir terlebih dahulu, sebelum memasuki lingkaran sihir sehingga mereka tidak perlu berdesak-desakan.


Setelah semua murid berkumpul di dalam lingkaran, lingkaran sihir yang digunakan untuk menteleportasikan banyak orang diaktifkan. Tidak seperti saat diteleportasikan ke Hutan Drego bertahun-tahun yang lalu, Lian Haocun, Lian Huanran, Qian Wenwu beserta dengan banyak orang lainnya tidak terpisah, mereka berada di tempat yang sama seperti sebelum mereka diteleportasikan. Hanya sekeliling mereka yang berubah menjadi hutan.


Ketika orang-orang sedang mengamati sekeliling dan mengenali medan yang berubah dalam sekejap, muncul sesosok bertubuh tinggi dari balik salah satu pohon. Sosok itu bukan hanya tinggi, namun juga memiliki aura bak seorang petinggi di sekitarnya.


“Saya Ruan, yang akan membimbing dan menjaga kalian sepanjang perjalanan menuju portal realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ akan dibuka.” Kata sosok itu dengan suara yang sama persis dengan suara ‘Ruan’ yang sedari tadi terdengar di telinga mereka.


Lian Huanran menatap Ruan dengan mata penasaran yang terlihat sangat jelas di mata Lian Haocun. Pasalnya, Lian Huanran tidak bisa memperkirakan tingkat kultivasi Ruan, yang berarti jelas tingkat kultivasinya lebih tinggi dari dirinya! Dan pastinya setiap kultivator akan menghormati orang yang lebih kuat dari dirinya.


Kemudian, dengan suasana yang sunyi, mereka menelusuri Hutan Daxing untuk mencapai tempat di mana portal dibuka. Bagaimanapun, bisa saja suara obrolan menarik perhatian binatang ajaib di Hutan Daxing, sehingga Ruan tidak mengizinkan siapapun untuk berbicara. Setelah berjalan hampir tiga puluh menit, mereka akhirnya tiba di tempat fluktuasi Qi Spiritual tertinggi, yang berarti itu adalah tempat portal akan dibuka.


“Jangan membuat terlalu banyak kebisingan. Sambil menunggu, kalian bisa mulai bersiap-siap untuk pertarungan.” Kata Ruan memberikan Lian Haocun, Lian Huanran, Qian Wenwu dan murid-murid sekte lainnya sebuah peringatan. Tidak ada yang bereaksi, namun mereka semua mendengarkan dan mematuhi Ruan. Bagaimanapun tidak baik membuat masalah yang bahkan bisa menyinggung Ruan itu sendiri.


Waktu berlalu dengan cepat, dan semakin banyak orang berkumpul di dekat portal. Ada banyak orang dari sekte lain, namun yang paling banyak berasal dari Sekte Tingkat Atas.


Beberapa orang dari sekte lain membuat kebisingan, meski sudah diperingatkan. Untungnya kebisingan itu tidak sampai menarik perhatian binatang ajaib di Hutan Daxing, dan orang itu mendapatkan hukuman yang setimpal.


Fluktuasi Qi Spiritual di udara juga meningkat seiring berjalannya waktu, dan pada suatu waktu mulai membentuk pusaran berwarna biru tua yang gelap! Banyak Qi Spiritual keluar dari pusaran yang tampak tidak berujung itu, yang menandakan Qi Spiritual di realm ‘Kerajaan Kuno Midgard’ sangat melimpah.


Lian Haocun menantikan untuk melihat Sekte Malam Merah, namun sampai pusaran menuju realm 'Kerajaan Kuno Midgard' terbentuk, ia tidak melihat orang-orang dengan lambang Sekte Malam Merah.


'Apa Sekte Malam Merah tidak jadi memasuki realm ini?' Batin Lian Haocun merasa janggal.


Melihat pusaran itu, keantusiasan muncul di wajah Lian Huanran. Bagaimanapun ini pertama kalinya ia memasuki realm, sehingga Lian Huanran merasa antusias membayangkan petualangan yang akan ia arungi di dalam sana, dan tidak dapat dipungkiri juga, Qian Wenwu merasakan hal yang sama. Hanya Lian Haocun yang tampak tidak peduli sama sekali, karena pikirannya sedang terfokus pada hal lain.