
Perjalanan menuju perbatasan Pegunungan Yama berlangsung dengan lancar, dan emosi yang tidak dikenal di hati Lian Haocun perlahan menghilang. Mereka yang awalnya beranggotakan dua orang saat memasuki Pegunungan Yama memiliki tambahan dua anggota baru yang merupakan binatang ajaib kembar.
Shen Wenhuan melihat kelompok yang beranggotakan empat orang itu dan berkata dengan ciri khasnya, lembut, sedikit acuh tak acuh dan juga elegan,
“Selamat telah kembali dengan selamat.”
Lian Haocun memberi hormat dengan membungkuk sehingga membentuk sudut 90° dan menangkupkan tangannya di depan dadanya kepada Shen Wenhuan, “Guru.”
Sementara Lian Huanran yang masih mengendong Bai dan Cheng di kedua tangannya hanya bisa mengatakan, “Huanran memberi hormat kepada Guru.”
Shen Wenhuan melambaikan tangannya dengan elegan yang pertanda bahwa Lian Haocun sudah bisa berdiri kembali.
“Sepertinya keberuntungan kalian cukup baik.”
Kata Shen Wenhuan penuh makna sambil melirik Bai dan Cheng sekilas lalu melanjutkan perkataannya setelah jeda yang singkat,
“Bukan hanya tidak bertemu ras lain, tetapi juga menemukan dua binatang ajaib kecil berketurunan langka yang lucu.”
Lian Haocun mengetahui Shen Wenhuan seharusnya mengawasi mereka selama tiga bulan penuh, jadi ia pasti mengetahui beberapa kejadian-kejadian yang terjadi di Pegunungan Yama. Benar saja, setelah itu Shen Wenhuan berkata,
“Maaf, yang Singa waktu itu merupakan kecelakaan, tetapi tidak disangka hal tersebut malah membawa berkah.”
Shen Wenhuan tersenyum tipis, membuatnya terlihat sangat lembut dan mudah didekati ditambah parasnya yang seperti keindahan seorang peri.
Lian Huanran segera mengerti dan berpikir, ‘Kupikir itu karena keberuntungan kita baik di awal-awal tidak bertemu binatang ajaib dengan tingkat yang tinggi. Ternyata itu campur tangan Guru. Pantas dia tidak khawatir sama sekali.'
Lian Haocun mengangguk mengerti dan berkata dengan dingin, “Tapi Guru. Mereka pasti akan berulah lagi setelah mengetahui aku naik tingkat lagi.”
Shen Wenhuan tersenyum misterius penuh makna, “Ah... Tidak perlu dipedulikan, aku akan mengurusnya.”
Shen Wenhuan lalu mengalihkan perhatiannya ke Lian Huanran yang sedang fokus untuk berdiri diam karena Bai dan Cheng yang tertidur karena lelah menangis,
“Kau benar-benar akrab dengan binatang ajaib. Pemahamanmu mengenai teknik pertama gulungan yang kuberikan cukup bagus. Tingkatkan lagi.”
Lian Huanran mengecilkan suaranya karena takut mengganggu tidur Bai dan Cheng meski Shen Wenhuan masih bisa mendengarnya, “Baik, Guru.”
Lalu Shen Wenhuan mengeluarkan alat sihir transportasi berbentuk perahu yang digunakan bersama beberapa bulan yang lalu.
Saat berada di perahu, Lian Huanran menggunakan mantra untuk menghalangi angin di sekitarnya serta Bai dan Cheng yang masih tertidur. Lian Huanran yang sering berceloteh diam karena takut membangunkan Bai dan Cheng sehingga suasana terasa sangat sunyi di perahu, tidak seperti biasanya.
Lian Haocun seperti biasa tidak mengendurkan kultivasinya sedikit pun meskipun ia baru-baru ini maju sehingga ia berkultivasi tidak lama sejak naik ke perahu.
Sedangkan Lian Huanran melihat Bai dan Cheng dan merasa tertekan di dalam hatinya untuk mereka ketika memikirkan kejadian yang terjadi sebelumnya.
Sementara Shen Wenhuan mulai memberikan informasi dengan suara yang rendah yang masih bisa didengar Lian Haocun dan Lian Huanran, agar tidak membangunkan dua binatang ajaib kecil.
“Satu bulan lagi akan diadakan kompetisi antar sekte, Konferensi Daffodil. Kalian pasti mengetahuinya, kompetisi ini diadakan setiap 50 tahun sekali. Setiap ras yang tergabung dalam sekte yang berpartisipasi bisa ikut serta, meski ras lain yang bergabung dengan sekte ras manusia agak jarang.
Hadiah untuk peringkat pertama hingga sepuluh masih belum diumumkan, tetapi pasti itu merupakan hadiah yang bagus karena konferensi Daffodil cukup terkenal dan merupakan kesempatan untuk murid-murid yang kurang pengalaman bertarung. Apa kalian ingin berpartisipasi?”