The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 17 — Pegunungan Yama (11)



Mereka kembali lagi ke Gua yang sebelumnya mereka tinggali.


“Masih ada waktu sebelum Harimau Kuning Bersayap melahirkan.” Kata Lian Haocun.


Lian Huanran mengangguk mengerti. Kemudian mereka berdua memasuki Gua dan segera menuju ke tempat Harimau Kuning Bersayap berada.


Harimau Kuning Bersayap yang sedang berbaring di bagian paling dalam Gua mendeteksi kedatangan Lian Haocun dan Lian Huanran dan langsung menyapa mereka berdua, kilatan sedih melintas di mata Harimau Kuning Bersayap sebentar sebelum menghilang.


Lian Haocun tidak berbasa-basi sama sekali dan langsung bertanya kepada Harimau Kuning Bersayap, “Kenapa kami harus hadir saat Anda melahirkan?”


Harimau Kuning Bersayap menghela nafas sedih, “Apa kalian bisa merawat anak-anakku?”


Lian Huanran yang sudah mulai membiasakan diri dengan Harimau Kuning Bersayap yang langka, memberanikan diri untuk bertanya sebelum Lian Haocun bisa bertanya,


“Kenapa kau mau memberikannya kepada kami? Apa kau tidak ingin bersama dengan anakmu?”


Harimau Kuning Bersayap menghela nafas lagi, “Aku akan melakukannya. Kalau aku tidak bertemu kalian.”


Lalu Harimau Kuning Bersayap mulai menjelaskan alasannya.


Harimau Kuning Bersayap disebut sebagai Lexie. Dia kabur dari tempat tinggalnya saat sedang hamil dan suaminya dibunuh atas kejahatan pengkhianatan. Lexie ingin membalas dendam terhadap ras-nya yang memerintahkan pembunuhan suaminya.


Lexie juga mencurigai adanya konspirasi dibalik itu semua karena saat itu sedang dalam masa pergantian takhta Kepala Suku Harimau Kuning Bersayap tempat Lexie tinggal.


“Tapi alasan utamanya bukan itu. Karena saat aku sedang dalam perjalanan ke sini, aku bertemu seorang kultivator yang misterius. Dia mengatakan bahwa dia bisa meramal. Dia memintaku untuk memberikan anak kembarku kepada dua orang yang membangkitkan elemennya sebelum berumur 12 tahun.


Lalu dia juga mengatakan, ‘Kau tidak bisa mengikuti kedua anakmu, karena kedua anakmu akan lebih bahagia jika bersama mereka berdua. Ini adalah takdir surga. Kalau kau mengikuti mereka bencana akan terjadi terus-menerus menimpa kedua anakmu.’ Aku awalnya tidak mempercayai-nya, tapi setelah bertemu kau (Lian Haocun), aku mau tidak mau percaya.


Nada sedih dapat dideteksi dalam perkataan Harimau Kuning Bersayap, walaupun Lian Haocun tidak mengetahui dan tidak pernah merasakan perasaan antara ibu dan anak, Lian Haocun merasa simpati untuk pertama kalinya.


Sedangkan mata Lian Huanran sudah memerah merasa terharu walaupun Lian Huanran juga tidak mengenal sosok ibu dalam hidupnya tetapi sekarang dia memiliki gambaran positif tentang ibunya, ‘Mungkin saja Ibu dan Ayah meninggalkan Kakak dan aku karena ada suatu masalah.’


Lian Haocun memecahkan kesedihan Lexie, “Aku tidak percaya takdir. Anda bisa mengikuti kami. Kita juga bisa mencari alasan kenapa suamimu dibunuh bersama-sama.”


Harimau Kuning Bersayap yang sedih, kaget mendengar perkataan berani Lian Haocun padahal kultivator misterius itu sudah mengatakan akibatnya, Lian Haocun melanjutkan,


“Jika itu memang takdir sekalipun. Itu masih bisa diubah. Lalu untuk bencana yang akan menimpa kedua anakmu, aku memang tidak bisa menjamin aku bisa melindungi mereka, tapi seharusnya dengan kita bertiga, tidak, berempat ditambahkan Guru, kita akan bisa melindungi anak-anakmu.”


Suara Lian Haocun terdengar dingin dan acuh tak acuh tetapi ketegasan dan kepercayaan diri dalam kalimatnya membangkitkan harapan Lexie untuk bersama anak-anaknya. Lian Huanran juga menimpali Lian Haocun,


“Benar! Takdir pun masih bisa diubah!”


“Anda juga bisa melindungi kami sambil mengurus anak-anakmu.” Kata Lian Haocun dingin, bagaimanapun dia tidak ingin membiarkan Lexie mengikutinya tanpa mendapatkan keuntungan apa-pun.


Lexie menekan harapan yang tumbuh dalam hatinya dan berkata dengan nada seorang ibu sambil mengelus perutnya dengan lembut, "Aku tidak ingin mengambil risiko untuk mereka."


Lian Haocun sudah mengetahui keputusan apa yang akan diambil Lexie, tapi dia tidak menyerah. Bagaimanapun dia bisa mendapatkan pengawal yang bahkan lebih kuat dari pada Gurunya dan juga bisa menjaga keselamatan Gurunya dan Lian Huanran. Jadi dia memprovokasi Harimau Kuning Bersayap betina itu,


"Apa kau mempercayai perkataan kultivator misterius itu tanpa syarat?"


"Apa kau ingin aku, demi keinginan egoisku, anak-anakku menderita!!??" Teriak Lexie marah. Sedangkan Lian Haocun terkejut di dalam hatinya.