The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 45 — Babak Ketiga Konferensi Daffodil (8)



Setelah menyelesaikan makan singkat bersama dan memulihkan energi di gua tersebut, kelompok empat orang dan satu binatang ajaib mulai mencoba mengumpulkan peserta lain yang tersisa sambil mencari liontin giok.


Tentu jika bisa Lian Haocun ingin bertemu kembali dengan laki-laki berambut perak tersebut, meski Lian Haocun tau situasinya akan menjadi di luar kendali dan mungkin berbahaya sehingga mengancam nyawa Lian Haocun sendiri. Lian Haocun adalah tipe orang yang suka mengambil risiko.


Pada akhirnya mereka memulai pencarian sambil memburu binatang-binatang ajaib. Bagaimanapun mereka masih dalam kompetisi. Satu hari berlangsung begitu cepat, namun mereka berlima tidak bisa menemukan satu pun peserta lain hingga bulan mulai muncul kembali bahkan tidak ada satu pun liontin giok lagi yang ditemukan.


Tang Yelu menghela nafas dan mulai mengingat sepanjang hari yang bisa dibilang lebih seperti berburu daripada mencari orang.


‘Benar-benar pencarian yang sia-sia.’ Batin Tang Yelu.


Mereka akhirnya memilih untuk menghabiskan malam di bawah pohon teduh yang ukuran cukup besar.


“Tinggal tersisa lima hari lagi. Ayo kita bagi semua simbol segi lima yang kita dapatkan.” Kata Lian Haocun dengan nada dingin biasanya.


Seketika suasana menjadi hening, jika usulan Lian Haocun dibagikan di tim lain mungkin hasil akhirnya akan ada pertempuran memperebutkan simbol segi lima. Tentu Lian Haocun mengetahui hal tersebut jadi ia menambahkan,


“Semuanya simbol akan dibagi sama rata per orang. Untuk lima hari selanjutnya, kalian bisa menentukan apa ingin memisahkan diri dari tim dan berburu sendiri atau tetap bersama tim dan berburu bersama, dengan syarat pemilik simbol segi lima binatang ajaib yang dibunuh adalah orang terakhir yang menyerangnya.”


Tang Yelu dan Wu Shilin tau bahwa meninggalkan kelompok Lian Haocun dan Lian Huanran sama saja dengan bunuh diri, bukan hanya karena keberadaan laki-laki berambut perak yang tidak diketahui identitasnya namun bahaya di Hutan Drego juga tidak bisa diabaikan.


Maka kesepakatan dengan cepat tercapai, simbol segi lima yang jika ditumpuk bisa menjadi gunung tersebut dibagi sama rata ke empat orang dengan simbol tingkat binatang ajaib yang berbeda yang dibagi sama rata juga untuk setiap masing-masing orang.


Hasilnya masing-masing orang memiliki seratus delapan puluh enam simbol segi lima dengan tingkat binatang ajaib yang bermacam-macam.


Setelah selesai membagikan simbol segi lima, mereka memulihkan energi dan mencapai kesepakatan untuk terus mencari peserta lain beserta liontin giok sambil berburu binatang ajaib hingga hari terakhir untuk babak ketiga.


Jadi selama lima hari yang tersisa berturut-turut, mereka menemukan satu liontin giok baru yang memiliki noda darah dan mendapatkan cukup banyak simbol segi lima baru, namun dalam lima hari tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kehadiran peserta lain.


Hal tersebut membuat bayangan bahwa kelima orang tersebut adalah kelompok terakhir yang berada di dalam hutan Drego.


Setelah mencapai batas waktu yang ditentukan, Chao Bence berpura-pura berpisah dengan Tang Yelu, Wu Shilin, Lian Haocun dan Lian Huanran. Setelah itu ia mengambil bentuk binatang ajaibnya, ular berwarna biru yang indah dan memperkecil ukurannya sehingga Chao Bence bisa diam-diam menumpang di tubuh Lian Haocun tanpa diketahui Tang Yelu dan Wu Shilin.


Dengan Chao Bence menjadi ‘bagian’ tubuh Lian Haocun, secara otomatis, Chao Bence bisa ikut diteleportasikan ke tempat yang sama dengan Lian Haocun saat Lian Haocun diteleportasikan. Lian Haocun dan Lian Huanran mengetahui rencana Chao Bence untuk menyembunyikan dirinya dan merasa bahwa itu bukan hal yang buruk.


Titik kembali teleportasi adalah array teleportasi yang sebelumnya digunakan untuk teleportasi menuju Hutan Drego. Sinar matahari yang terik memasuki pandangan Lian Haocun, Lian Huanran dan sepuluh peserta lainnya dengan pertanda bahwa hari masih siang.


Lalu Lian Haocun, Lian Huanran, Tang Yelu, Wu Shilin dan beberapa peserta lainnya diminta untuk berbaris dan memberikan simbol segi lima yang sudah mereka kumpulkan kepada staf Konferensi Daffodil. Salah satu staf Konferensi Daffodil yang ditugaskan untuk menghitung jumlah peserta mengerutkan keningnya dan segera melaporkan keanehan yang ia temukan kepada kepala staf.


Ekspresi wajah kepala staf langsung berubah di tempat mendengar laporan staf yang bertugas menghitung peserta.


“Apa maksudmu peserta-peserta itu menghilang!?” Ucap kepala staf dengan suara berbisik yang agak memekakkan telinga untuk staf yang bertugas menghitung peserta.


Staf yang melaporkan menganggukkan kepalanya dan berkata dengan agak panik dan cemas, “Ada delapan dari dua puluh enam yang menghilang.”


Kepala staf dengan cepat melihat sekilas peserta-peserta yang berbaris untuk memberikan simbol segi lima kepada staf yang bertugas mengumpulkan simbol. Kepanikan dan kecemasan timbul dari dalam hati kepala staf,


‘Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya...’


Lalu kepala staf segera pergi dan melaporkan kepada petinggi mengenai para peserta yang menghilang entah ke mana.


Sementara Lian Haocun yang sedang berbaris mengamati ekspresi staf-staf Konferensi Daffodil dan membuat kesimpulan mengenai situasi terkini. Lalu giliran Lian Haocun segera tiba, Lian Haocun mengeluarkan simbol segi lima yang menjadi miliknya dan memberikannya kepada staf Konferensi Daffodil, ekspresi staf tersebut tidak berubah di permukaan namun hatinya mendapat gelombang kejutan yang kuat melihat jumlah simbol segi lima milik Lian Haocun yang sangat banyak hingga bisa membuat bukit kecil, bahkan tidak sedikit di antaranya yang simbol untuk binatang ajaib tingkat empat!


Dengan cepat staf menerima simbol segi lima dan membiarkan Lian Haocun bebas. Peserta selanjutnya adalah saudara kembar Lian Haocun, Lian Huanran, simbol segi lima yang dimilikinya lebih sedikit daripada Lian Haocun namun staf tersebut sudah memiliki kesimpulan tersendiri di dalam hatinya,


‘Peserta-peserta tahun ini sangat berbakat.’ Lalu dilanjutkan dengan Wu Shilin, Tang Yelu, Guan Hong, Kong Jun, Du Dishi dan peserta-peserta lainnya.


“Hasilnya akan diumumkan dalam satu jam lagi, kalian pasti lelah bukan? Silakan beristirahat selama satu jam sambil menunggu hasil babak ketiga.” Ucap salah satu staf dengan suara keras dengan bantuan Qi Spiritual.


Lalu dua belas peserta yang berhasil bertahan di Hutan Drego selama empat belas hari di bubarkan dan segera kembali ke tempat sesuai sekte masing-masing. Wu Shilin dengan rasa enggan berpisah dengan Lian Haocun, Lian Huanran dan Tang Yelu.


Lian Haocun, Lian Huanran dan Tang Yelu disambut oleh ketiga penatua yang menunggu mereka. Sementara Chun Ming dan Luo Bowen sudah kembali ke Sekte Langit Biru saat mereka bertahan hidup di Hutan Drego.


Lian Haocun, Lian Huanran dan Tang Yelu memberi hormat kepada dua penatua dan guru mereka masing-masing. Shen Wenhuan menanyakan beberapa pertanyaan singkat mengenai babak ‘bertahan hidup di Hutan Drego selama empat belas hari’ dan Lian Haocun yang jarang berbicara diminta oleh Shen Wenhuan untuk menceritakan secara ringkas mengenai bagaimana mereka bertahan hidup dan lain-lain.


Lian Haocun menceritakan dengan nada tanpa emosi dengan menghilangkan detail-detail mengenai laki-laki berambut perak. Shen Wenhuan, Penatua Hong dan Penatua Rong hanya mendengarkan dan sesekali memberikan beberapa basa-basi atau nasihat.


Lalu setelah menceritakan kisah bertahan hidup di Hutan Drego dengan nada monoton, Lian Haocun mulai menceritakan mengenai laki-laki berambut perak, apa yang laki-laki berambut perak lakukan dan beberapa hal seputarnya. Kemudian Lian Haocun juga mengeluarkan bukti liontin giok.