
Tidak butuh waktu lama bagi Lian Haocun untuk sampai ke tempat yang akan ia tinggali sementara waktu. Prajurit memasukkan Lian Haocun ke sel penjaranya dengan kasar, lalu melenggang pergi begitu saja.
Lian Haocun yang tidak ingin membuang waktu memikirkan sikap kasar prajurit itu, mulai mengamati sel tempatnya akan tinggal sementara. Sel tersebut tidak bisa dikatakan sebagai tempat yang bersih, terdapat beberapa tikus mati di dalamnya, disertai bau yang tidak mengenakkan. Untungnya, Lian Haocun yang sudah pernah tinggal di tempat yang lebih buruk, mampu menoleransinya.
Di dalam sel tersebut, terdapat dua orang selain Lian Haocun, seorang laki-laki tua yang tampak sangat lemah, dan seorang pria yang sedang tidur menghadap tembok.
Menyadari ada anggota baru, laki-laki tua itu hanya membuang muka, dan tidak menyuarakan sepatah kata pun. Bagaimanapun, bisa dikatakan mereka adalah kompetitor, tidak ada gunanya bersikap baik pada lawan yang bisa saja membunuhmu untuk bertahan hidup di masa depan.
Lian Haocun juga tidak berniat mengatakan apa-pun. Bagaimanapun, di kehidupannya sebelumnya, hampir semua orang yang ia temui di sel bersikap seperti laki-laki tua tersebut, sehingga Lian Haocun sendiri menganggap sikap semacam itu wajar.
Tidak berniat memikirkannya lagi, Lian Haocun mulai mengamati sel penjara lain yang berada di sekelilingnya untuk memiliki pemahaman lebih mengenai situasinya saat ini.
Kemudian Lian Haocun menemukan beberapa orang yang masih tidak menerima nasib mereka, dan mencoba menarik perhatian penjaga dengan berteriak keras. Sayangnya, orang tersebut tidak mengetahui, bukan pertolongan yang akan ia dapatkan, namun siksaan dan pukulan yang menyakitkan.
Lian Haocun sudah mengetahui akhir yang menunggu orang tersebut, sehingga Lian Haocun memalingkan muka dan mulai berkultivasi. Ia sama sekali tidak memikirkan untuk menyelamatkan orang tersebut. Sementara laki-laki tua di belakang Lian Haocun, hanya mengeluarkan tatapan seperti menatap orang bodoh. Tidak ada belas kasihan sedikitpun di matanya.
Lian Haocun duduk bersila, lalu diam tidak bersuara selama beberapa jam. Hal tersebut membuat laki-laki tua, serta pria yang sudah terbangun dari tidurnya mengira kalau Lian Haocun sudah meninggal dalam keadaan duduk bersila, ya, kalau mereka tidak mendengar suara nafasnya yang hampir tidak terdengar.
Waktu berlalu cepat, dan tanpa sadar waktu untuk makan malam di antarkan juga sudah tiba. Beberapa penjaga membawa nampan yang berisi makanan basi, dan memberikannya ke orang-orang di dalam sel.
Dilihat dari reaksi mayoritas orang, sepertinya mereka sudah terbiasa memakan makanan tidak layak semacam itu. Bahkan kalau saja mereka tidak mengingat kehidupan sebelum memasuki ‘penjara’ ini, mereka akan menganggap kalau inilah rasa makanan seharusnya.
Lian Haocun tidak menyentuh makanan basi itu sama sekali, dan tetap melanjutkan kultivasinya. Laki-laki tua, serta pria yang satu sel dengan Lian Haocun, menggelengkan kepalanya, pasalnya bagi mereka, tindakan Lian Haocun yang tidak makan hanya akan merugikan dirinya sendiri di nada depan.
'Inilah alasan mengapa kau harus menyingkirkan kesombongan dirimu sejak memasuki koloseum ini....' Batin laki-laki tua tersebut, namun ia tidak berkata apapun kepada Lian Haocun.
Pada malam harinya, sesuatu yang tidak terduga terjadi! Seseorang anak kecil, berumur lima tahun, dengan darah di seluruh tubuh dan pakaiannya, dilempar dengan kasar ke sel tempat Lian Haocun tinggal.
Lian Haocun membuka matanya untuk melihat sosok anak kecil yang sedang ketakutan dan meringis kesakitan. Mata Lian Haocun membulat terkejut, ya, ia terkejut.
Dengan mata tajam Lian Haocun, sosok anak kecil itu, terlihat sangat jelas meski di malam hari. Rambutnya berwarna pirang, namun, berbeda dengan rambut pirang Lian Haocun yang panjang, rambut pirangnya pendek.
Mata birunya yang seperti permata yang indah, memerah habis menangis. Ia tampak cukup mirip dengan Lian Haocun. Bedanya, sosok anak kecil itu belum bertumbuh, dan tidak setajam Lian Haocun yang sudah dewasa.
Lian Haocun terkejut, ia benar-benar tidak menyangka akan menemukan dirinya di kehidupan sebelumnya. Melihat penampilan menyedihkan ‘mini Lian Haocun’, Lian Haocun mengkonfirmasi di waktu mana ia berada saat ini. Ya, seharusnya ini adalah saat ‘mini Lian Haocun' memasuki koloseum.
Namun, ingatan Lian Haocun di kehidupan sebelumnya, mengatakan kalau ia belum pernah bertemu ‘diri’-nya di kehidupan kedua. Ditambah, seharusnya ‘mini Lian Haocun' tidak berada di sel ini.
Lian Haocun memutuskan untuk mengesampingkannya terlebih dahulu, dan mengurus ‘mini Lian Haocun' di hadapannya. Serta meminta ‘mini Lian Haocun' mengganti pakaiannya dengan pakaian kebesaran di cincin penyimpanan Lian Haocun. Tentunya, Lian Haocun menyesuaikan ukuran pakaian tersebut dengan tubuh ‘mini Lian Haocun'.
Sementara Lian Haocun merawat luka ‘mini Lian Haocun' dan memintanya berganti pakaian, laki-laki tua yang melihat Lian Haocun melakukannya, mendengus kesal. Ia mengutuk Lian Haocun di dalam hatinya karena menjadi orang baik, yang merupakan orang ter-‘bodoh’ di koloseum.
‘Mini Lian Haocun’ menatap Lian Haocun yang sedang merawat luka-nya dengan saksama. Mungkin dalam hidupnya yang baru saja berlangsung sebentar itu, ‘mini Lian Haocun' tidak pernah dipedulikan seperti ini.
Setelah selesai membalut luka ‘mini Lian Haocun' dengan robekan pakaiannya sendiri, Lian Haocun berkata dengan nada dingin dan acuh tak acuh nya yang seperti biasa, “Beristirahatlah, ini sudah malam.”
Sayangnya, ‘mini Lian Haocun' tidak mengetahui kalau Lian Haocun memang terbiasa berbicara dengan nada seperti itu, sehingga ‘mini Lian Haocun’ yang baru saja senang memiliki sosok yang peduli padanya, mengira Lian Haocun tidak menyukainya. Perihal Lian Haocun yang merawatnya, mungkin karena Lian Haocun tidak mau sel tempat ia tinggal memiliki aroma darah.
Seketika, hati ‘mini Lian Haocun' yang sebelumnya sedikit menghangat, kembali mendingin. Meski begitu, ‘mini Lian Haocun' tetap berkata dengan suara kecilnya, “Terima kasih, Kakak.”
Lian Haocun tidak mengetahui dirinya di kehidupan sebelumnya, sangat overthingking, sehingga kesalahpahaman itu terus berlanjut sampai keesokan harinya. Untungnya, tanpa Lian Haocun menjelaskan apapun, kesalahpahaman itu selesai dengan sendirinya.
Meski lingkungannya cukup tidak nyaman, ‘mini Lian Haocun' tidak mengeluh, bahkan tidurnya pada malam itu, bisa dikatakan cukup nyaman. Namun sayangnya, ‘mini Lian Haocun' tidak menyadari, akibat lukanya yang terinfeksi, ‘mini Lian Haocun' mengalami demam yang tinggi.
Lian Haocun yang mengetahuinya tepat pada keesokan harinya, langsung memberikan ‘mini Lian Haocun' pil obat yang bisa menyembuhkan penyakit ringan. Setelah mengonsumsinya, terlihat dengan mata telanjang kalau kondisi ‘mini Lian Haocun' membaik.
Laki-laki tua serta pria yang berbagi sel dengan Lian Haocun cukup bingung dengan keberadaan tiba-tiba pil obat tersebut, namun mereka tidak terlalu mempedulikannya, mereka hanya berspekulasi kalau Lian Haocun menyimpannya di celah pakaiannya.
Menghadapi sikap perhatian, dan peduli Lian Haocun, ‘mini Lian Haocun' menarik kembali pemikirannya mengenai Lian Haocun di malam sebelumnya. Pasalnya, setelah beberapa kali berkomunikasi dengan Lian Haocun, ‘mini Lian Haocun' memahami kalau Lian Haocun sepertinya terbiasa berbicara seperti itu dengan orang-orang.
Sangat jarang suasana di sel ‘penjara’ terasa hangat, sehingga perasaan laki-laki tua di dalam sel tersebut, ikut terpengaruh. Sayangnya, hal tersebut tidak bertahan lama, Lian Haocun dipanggil untuk bertarung dengan gladiator.
(Note: Semenjak Lian Haocun berhasil memenangkan pertandingan pertama-nya, ia sudah menjadi seorang gladiator. Jadi, gladiator merupakan petarung di koloseum.)
...****************...
Lian Haocun menginjakkan kakinya di arena tempat ia bertarung sebelumnya. Akan tetapi lawannya kali ini bukan seekor singa, namun manusia.
Lian Haocun perlu membunuh lawannya supaya bisa bertahan di koloseum ini. Hasil akhirnya, tentu saja, Lian Haocun menang dengan mudah! Bahkan tanpa Qi Spiritual dan elemennya, fisik dan pengalaman bertarung Lian Haocun sendiri sudah sangat menakjubkan.
Namun, yang ia tidak duga adalah, ‘mini Lian Haocun' yang baru saja sembuh dari demamnya, dipaksa bertarung kembali dengan kondisi tubuh penuh luka, yang belum sepenuhnya sembuh. Dan, bahkan, lawannya kali ini adalah seorang pria dewasa!