
Keesokan paginya, kelompok tiga orang yang terdiri dari Shen Wenhuan dan keluarga kembar Lian, Lian Haocun dan Lian Huanran berangkat ke Pegunungan Yama. Karena menggunakan alat sihir transportasi, waktu perjalanan yang diperlukan hanya sekitar 10 menit.
Seperti masalah kemarin tidak pernah terjadi, perjalanan dipenuhi suasana riang, harmonis dan hangat kecuali Lian Haocun yang tetap memiliki aura dingin, acuh tak acuh, dan ketidakpedulian di sekitarnya, namun di dalam hati terdalam Lian Haocun, dia juga menikmati suasana yang langka baginya.
Terlihat dari atas, pegunungan yang diwarnai dengan warna hijau karena daun pepohonan yang tumbuh lebat, ada sungai yang mengalir di sekitar pegunungan. Berjejer beberapa gunung yang terlihat dipenuhi pepohonan yang tumbuh dengan lebat di pegunungan.
Ditambah mentari yang menyinari pegunungan Yama. Pemandangan itu terlihat sangat indah dan cantik, yang akan membuat orang lengah jika mereka tidak mengetahui bahayanya.
Mereka bertiga turun dari perahu tepat di perbatasan Pegunungan Yama. Sejauh mata memandang hanya pepohonan hijau yang terlihat dan beberapa binatang-binatang ajaib di dalam hutan yang tidak bersembunyi. Setelah turun dari perahu pun, Lian Huanran masih belum berhenti memuji keindahan Pegunungan Yama. Hingga Shen Wenhuan berkomentar,
“Lihat apa kau masih bisa memujinya indah, kalau kau mengalami bahaya di dalamnya.”
Kata-kata Shen Wenhuan langsung membuat Lian Huanran diam. Lian Haocun melirik Lian Huanran yang sudah berhenti berbicara dengan acuh tak acuh, seberkas kehangatan terlihat dalam matanya sesaat sebelum disembunyikan lagi, tetapi tentu itu tidak luput dari mata Shen Wenhuan. Shen Wenhuan sudah terbiasa dengan Lian Haocun yang bisa dibilang ‘kuudere’.
“Pegunungan Yama memang tempat yang indah, tetapi berbahaya bagi Kultivator di bawah Tahap Nascent Soul stage. Namun karena itu juga tempat ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk mencari pengalaman bagi Kultivator di bawah Nascent Soul stage.
Bahaya yang paling besar di Pegunungan Yama adalah binatang ajaib-nya. Kalian akan mencari pengalaman di sini selama tiga bulan sambil berkultivasi. Aku tidak akan turun tangan, kecuali nyawa kalian dalam bahaya. Kalian harus mengatasi kekurangan kalian sendiri. Dan ini,”
Shen Wenhuan mengeluarkan dua gulungan dari penyimpanannya dan memberikan masing-masing satu kepada Lian Haocun dan Lian Huanran. Lian Haocun dan Lian Huanran langsung menyimpannya dalam cincin penyimpanan masing-masing.
“Kalian setidaknya harus bisa mahir satu gerakan di gulungan yang kuberikan dalam waktu 3 bulan. Aku tidak akan mengikuti kalian, kalian harus bertahan hidup sendirian.”
Setelah memberikan pesan, Shen Wenhuan menghilang secepat angin berembus.
“Kukira Guru akan bersama kita. Kakak, bagaimana ini? Di Pegunungan juga ada Binatang Ajaib yang levelnya lebih tinggi dari kita!”
Lian Haocun tidak menanggapi Lian Huanran dan langsung memasuki Pegunungan Yama. Lian Huanran langsung mengikuti Lian Haocun karena takut ditinggalkan.
Saat memasuki hutan, pepohonan terlihat dimana-mana. Sinar mentari menyusup masuk melalui pepohonan. Pegunungan Yama terlihat sangat indah baik dari atas maupun dari dalam.
Berjalan sekitar 5 menit di Pegunungan, Lian Haocun dan Lian Huanran bertemu beberapa binatang ajaib yang tidak menyerang mereka. Sehingga mereka melewatinya begitu saja.
“Kita akan mencari tempat untuk bermalam terlebih dahulu.” Kata Lian Haocun setelah tidak berbicara sejak memasuki Pegunungan Yama.
Lian Huanran mengecilkan suaranya takut mengganggu dan menarik binatang ajaib di dalam Pegunungan, “Baik, Kakak.”
Mereka segera mencari gua yang bisa ditinggali untuk bermalam.
Dalam perjalanan mencari gua, Lian Haocun dan Lian Huanran bertemu beberapa binatang ajaib yang agresif tetapi tingkatannya tidak terlalu tinggi. Hanya tingkat 1 dan 2 yang bisa diatasi dengan cukup mudah oleh Lian Haocun dan Lian Huanran.
“Kakak! Bagaimana!? Bagaimana!? Aku membunuh binatang ajaib! Aku hebat kan!” Kata Lian Huanran kegirangan meminta pujian sambil memegang busur panah di tangannya.
“Iya. Bagus.” Puji Lian Haocun singkat, tetapi membuat Lian Huanran dalam mood yang sangat baik.
“Kita sudah semakin dalam, tetapi belum menemukan gua satu pun dan kita juga harus mempelajari gulungan yang diberikan Guru. Walaupun kita juga cukup beruntung belum bertemu satu pun binatang ajaib tingkat 3.”
Lian Haocun mengangguk menyetujui Lian Huanran. Merasa senang ditanggapi lagi oleh Kakaknya yang jarang berbicara, Lian Huanran mulai mengoceh di sepanjang perjalanan mencari gua.
“Akhirnya ada gua!” Teriak Lian Huanran girang.
Mereka sudah berjalan cukup lama dan hanya bisa menemukan pepohonan dan binatang ajaib sedari awal masuk ke pegunungan Yama.
“Jangan berisik.” Lian Haocun memperingatkan.
Lian Huanran segera membuat gerakan tutup mulut dan menganggukkan kepalanya mengerti. Suara yang keras atau bau darah dapat menarik binatang ajaib di Pegunungan. Akan sangat buruk jika mereka berdua dikelilingi oleh binatang ajaib dan lebih buruk lagi jika tingkatan binatang ajaib itu lebih tinggi dibandingkan mereka.
Mereka segera sampa gua tersebut karena jaraknya tidak terlalu jauh,
“Woah.”
“Ayo jelajahi terlebih dahulu. Hati-hati dan tetap waspada.”
Lian Huanran mengangguk dan mengikuti Lian Haocun yang memasuki gua lebih dalam. Gua itu kosong, tidak ada apa-pun di sana bahkan binatang ajaib tidak ada.
“Kakak. Bukannya biasanya binatang ajaib tinggal di gua. Kenapa tidak ada apa pun di Gua ini?” Lian Haocun menggelengkan kepalanya pertanda Lian Haocun juga tidak tau jawabannya.
“Ayo mulai istirahat dan mempelajari isi gulungan.” Kata Lian Haocun datar sambil mengeluarkan gulungan yang diberikan Shen Wenhuan dan mulai membukanya.
Lian Huanran mengikuti apa yang Lian Haocun lakukan.
Nama gulungan Lian Haocun adalah Gerakan Teratai Biru. Gulungan yang diberikan Shen Wenhuan adalah tingkat Hijau yang lumayan tinggi diantara tingkat gulungan. Gerakan Teratai Biru adalah gerakan pedang. Teratai Biru terdiri dari 13 gerakan yang memiliki fungsi masing-masing. Ada gerakan yang mematikan, ada gerakan yang melumpuhkan lawan dan gerakan-gerakan lain yang memiliki fungsi yang berbeda.
Sedangkan nama gulungan yang dimiliki Lian Huanran adalah Anak Panah Api Neraka. Gulungan Anak Panah Api Neraka adalah gulungan untuk pemanah. Tingkatnya sama seperti gulungan Lian Haocun, tingkat Hijau. Gulungan Anak Panah Api Neraka memiliki 10 teknik.
Mereka berdua mempelajari gulungan yang diberikan Shen Wenhuan dengan fokus. Tanpa sadar waktu berlalu sangat cepat. Malam hampir tiba.
“Kakak ini sudah mau malam. Kita harus membuat api unggun.” Kata Lian Huanran.
Kata-kata Lian Huanran membuyarkan fokus Lian Haocun yang sedang memahami isi gulungan Gerakan Teratai Biru.
“Baiklah, mari cari kayu.”
Lian Haocun bergegas keluar gua bersama Lian Huanran dan mulai mencari kayu untuk membuat api unggun. Setelah selesai mengumpulkan kayu untuk api unggun dan membasmi beberapa binatang ajaib tingkat 1-2 yang menyerang mereka, mereka kembali ke gua saat bulan sudah menggantikan mentari.
“Untunglah, kita belum bertemu binatang ajaib tingkat 3-5. Kalau tidak, mungkin kita tidak akan bisa melarikan diri.”
Syukur Lian Huanran akan keberuntungan mereka. Sedangkan Lian Haocun berpikir Shen Wenhuan adalah penyebab kenapa mereka belum bertemu binatang ajaib yang tingkatannya lebih tinggi dari mereka. Bagaimanapun mereka belum bisa menandingi binatang ajaib tingkat 3-5.
Setelah membuat api unggun di dalam gua, Lian Huanran mulai mengoceh lagi. Sedangkan Lian Haocun mulai berkultivasi dan tidak memperhatikan ocehan Lian Huanran. Lian Huanran yang diabaikan mulai berhenti mengoceh dan mulai mencari sesuatu untuk dilakukan. Lian Huanran tidak begitu mood berkultivasi jadi ia mulai mempelajari dan memahami gulungan Anak Panah Api Neraka.
Setelah sekitar 2 hingga 3 jam setelah mereka menghabiskan waktu dengan cara masing-masing. Mereka mendengar raungan binatang ajaib yang benar-benar terdengar kuat dari dalam Gua yang mereka tinggali.
“Kakak!” Teriak Lian Huanran menyadarkan Lian Haocun yang sedang fokus berkultivasi.
Walaupun Lian Haocun fokus berkultivasi, Lian Haocun juga selalu waspada jadi raungan itu langsung mengganggu Lian Haocun,
“Sepertinya raungan ini yang dimaksud rumor tersebut.”
Lian Huanran mengangguk cemas, menyetujui perkataan Lian Haocun, “Apa yang akan kita lakukan, Kakak?”
Padahal sebelumnya Lian Huanran mengejek Kakaknya mengenai hal tersebut, di dalam hati Lian Huanran merasa sedikit malu karena sikap Lian Haocun yang ternayata tidak takut sama sekali.
“Mari kita cek.”
Tingkat Gulungan
• Tingkat Merah \= Tingkat Tertinggi
• Tingkat Jingga
• Tingkat Kuning
• Tingkat Hijau
• Tingkat Biru
• Tingkat Ungu \= Tingkat Terendah