
Gua itu lembab dengan suhu yang cukup rendah dan gelap.
“Gelap sekali.”
Keluh Lian Huanran meskipun dengan matanya saat ini, Lian Huanran masih bisa melihat dengan jelas. Setelah berjalan menjelajahi Gua selama beberapa menit, Lian Haocun tiba-tiba berkata dengan volume yang masih bisa didengar Lian Huanran,
“Hati-hati.”
Lian Huanran dengan gesit melesat mundur dari tempatnya berdiri sebelumnya. Beruang hitam tiba-tiba muncul di tempat Lian Huanran sebelumnya.
Lian Haocun berkata dengan suara dingin kepada Lian Huanran,
“Ini hanya tingkat-3. Seharusnya kau bisa mengatasinya. Dan Beruang tidak memiliki banyak keuntungan dengan medan di dalam gua.”
Setelah berkata seperti itu, seketika Lian Haocun berdiri di sisi lain Gua yang tidak diperhatikan oleh Beruang hitam. Beruang hitam meraung kepada Lian Huanran, sepertinya Beruang hitam sedang kelaparan.
Lian Huanran yang dipaksa untuk menghadapi binatang ajaib dengan Tingkat-3 yang setara dengan Foundation Building stage 5 merasa cemas dan gelisah sesaat. Bagaimanapun binatang ajaib itu setara 4 stage diatasnya, tetapi memikirkan Lian Haocun yang menang melawan Singa yang setara dengan Core Formation stage membuat hati cemas dan gelisah Lian Huanran lebih tenang dan muncul kepercayaan diri dan keinginan untuk menang.
Lian Huanran segera menjaga jarak dari Beruang Hitam yang mulai ingin menyerang Lian Huanran. Lian Huanran melepaskan anak panah biasa tanpa teknik dari titik buta Beruang Hitam untuk mengetes seberapa tinggi pertahanan Beruang Hitam.
Berkat naluri binatang ajaibnya, Beruang Hitam merasakan bahaya dan bergegas menghindar dari anak panah namun panah itu tetap mengenai kaki kiri Beruang Hitam. Lukanya tidak dalam, namun tetap mengeluarkan darah.
Lian Huanran merasa bersyukur di hatinya, ‘Untunglah pertahanannya masih bisa ditembus panah biasa.’
Tidak membiarkan Beruang Hitam beristirahat, Lian Huanran segera melepaskan tiga anak panah secara bersamaan yang masing-masing mengenai Beruang Hitam yang mencoba menyerang Lian Huanran lagi dari depan, meski anak panah tersebut tidak tertusuk di titik vital Beruang Hitam, itu masih sangat mengganggu bagi Beruang Hitam membuatnya meraung kesal berkali-kali kepada Lian Huanran yang terlihat cukup santai dan tenang sekarang.
Bukan hanya gagal menyerang karena Lian Huanran sudah membuat jarak lagi, Beruang Hitam juga terkena beberapa serangan anak panah.
Beruang Hitam menerjang lagi ke arah Lian Huanran, Lian Huanran dengan fleksibel menghindar dari terjangan Beruang Hitam jantan yang memiliki berat puluhan hingga ratusan kilogram.
Meskipun kecepatan Beruang Hitam bisa dianggap cukup tinggi, kecepatan itu masih kalah dengan Lian Huanran yang sejak kecil sudah berlatih kecepatan secara intens. Meskipun latihannya tidak mudah, hasilnya terlihat dengan jelas saat pertarungan kecepatan.
Lian Huanran memanfaatkan kesempatan saat Beruang Hitam mendarat di tempat kosong untuk menggunakan Teknik yang dia pelajari dari Gulungan Anak Panah Api Neraka, Panah Api Merah. Seketika di anak panah yang siap untuk melesat menyerang lawan ada api berwarna merah.
Suhu di lingkungan meningkat, tetapi belum mencapai panas seperti saat elemen Lian Haocun dibangkitkan. Api yang berkobar di anak panah seakan berniat membakar lawan hingga menjadi abu. Panah yang berlapis api mengenai salah satu titik vital Beruang Hitam yang pertahanannya terbuka.
Lian Huanran segera merilekskan otot-otot tegangnya dan menurunkan kewaspadaannya, menganggap bahwa Beruang Hitam sudah mati, tetapi tanpa diduga Beruang Hitam yang memiliki lebih dari satu panah di tubuhnya melompat menerjang ke arah Lian Huanran, berniat untuk meremukkan tubuh Lian Huanran yang masih berusia 10 tahun dengan berat badannya.
Udara di sekitar Lian Huanran terasa seperti angin yang menyejukkan dan menyenangkan serta membawa aroma kayu dan tumbuhan.
Sebelum Beruang Hitam sempat menimpa Lian Huanran, tiba-tiba muncullah tumbuhan yang tipis dan dengan fleksibel mengikat Beruang Hitam yang melompat. Lian Huanran jatuh terduduk, kakinya terasa lemas karena rasa takut, panik dan cemas. Seakan merasakan perasaan Lian Huanran, tumbuhan itu mengikat Beruang Hitam semakin erat.
Lian Haocun yang sudah memosisikan untuk menyerang Beruang Hitam sebelum sempat menimpa Lian Huanran kembali lagi ke tempat untuk menonton.
Setelah tenang, Lian Huanran menyadari bahwa dia tidak terluka maupun diremukkan sedikit pun. Lian Huanran agak linglung melihat Beruang Hitam di udara mengaum berkali-kali kepadanya. Lalu Lian Huanran melihat tangannya yang memiliki tumbuhan yang terikat ke tumbuhan yang mengikat Beruang Hitam.
Seketika rasa senang, bersemangat dan berbagai emosi positif lainnya muncul menimpa emosi panik, cemas dan takut. Lian Huanran yang kegirangan berteriak ke arah Kakaknya yang masih di sisi lain Gua,
“Kakak! Aku berhasil membangkitkan Elemen!”
Lian Haocun tidak menanggapi tetapi mengarahkan matanya kepada Beruang Hitam yang masih mengaum kepada Lian Huanran.
Lian Huanran segera kembali waspada dan membunuh Beruang Hitam dengan Teknik Panah Api Merah. Dibutuhkan tiga anak panah dengan teknik Panah Api Merah untuk membunuh Beruang Hitam. Setelah memastikan bahwa Beruang Hitam sudah mati, Lian Huanran segera bergegas ke sisi Lian Haocun berniat meminta pujian.
“Kakak, bagaimana aku tadi!?”
Lian Haocun menjawab singkat, “Hm, cukup bagus tapi kau terlalu kurang waspada.”
Lian Huanran merasa sangat senang dan secara otomatis mengabaikan kalimat terakhir Lian Haocun. Lian Haocun merasa hatinya sedikit melembut dihadapkan dengan Lian Huanran yang ceria.
“Ayo kembali.”
Lian Huanran terlihat bingung dengan perkataan Lian Haocun, “Tapi Kakak ini bukan bagian Gua yang paling dalam. Masih ada jalan lagi.”
Lian Haocun menjawab, “Tidak ada apa-pun di dalam.”
Dan segera kembali ke luar Gua mengikuti ingatannya. Lian Huanran mengikuti Kakaknya yang dingin,
'Aku pasti akan menjadi sekuat Kakak agar aku juga bisa melindunginya!'
Begitulah Lian Huanran memiliki motivasi baru untuk berkultivasi dan berlatih.