The Journey To Become The Strongest

The Journey To Become The Strongest
Chapter 201 – Tes: Cerberus (5)



‘Mini Lian Haocun' menangis cukup lama di pelukan Lian Haocun, dan karena kelelahan ‘mini Lian Haocun' tertidur setelah menangis. Lian Haocun menghela nafas melihat versi kecil dari dirinya sendiri.


Bagaimanapun Lian Haocun bisa mengingat, dirinya dulu sangat waspada, meski saat tertidur. Jadi, melihat ‘mini Lian Haocun' dengan mudahnya tertidur di pelukannya menandakan kalau kewaspadaan ‘mini Lian Haocun' menurun saat bersamanya, seseorang yang baru saja ia kenal kurang dari tiga hari. Lian Haocun tidak tau harus puas, atau tidak puas dengan perkembangan ini.


Untuk pertama kalinya, Lian Haocun tidak menghabiskan waktunya untuk berkultivasi. Lian Haocun malah menatap anak kecil di pelukannya, yang tampak sangat lelah, dan menderita. Sambil menatap dirinya saat masih kecil, Lian Haocun juga merenungkan hidupnya di kehidupan kedua.


Bisa dikatakan, kehidupannya di kehidupan kedua sangat berbeda jauh dari kehidupan pertama-nya. Karena Lian Huanran, dan Shen Wenhuan, Lian Haocun mengenal kebaikan, dan karena mereka juga, ia mengenal kehangatan dan kasih sayang keluarga. Hal yang tidak pernah Lian Haocun rasakan sebelumnya. Melihat ‘mini Lian Haocun', Lian Haocun merasa lebih menghargai kehidupan keduanya, dan adik kembarnya, Lian Huanran.


‘Ku harus menjaganya, dan membawa Guru kembali.’ Batin Lian Haocun sambil menekan perasaan batinnya yang sedang bergejolak.


Ia tidak mau tenggelam dalam masa lalunya di kehidupan sebelumnya, ataupun berduka cita karena hal itu. Lian Haocun menganggap segalanya sudah berakhir, dan mengubur segala perasaan-perasaan aneh yang asing di dalam hatinya sekarang.


‘Ya, segalanya sudah berakhir, sekarang, semuanya sudah berubah. Kau tidak perlu mengingatnya lagi Haocun...’ Lian Haocun mengulanginya berkali-kali di pikirannya, ia tidak memedulikan ‘belati’ di dalam hatinya yang belum berhenti mengoyak bagian dalam dirinya. Bahkan berpikir untuk membiarkannya di sana. Bagaimanapun, apa ada suatu trauma yang bisa dilupakan semudah itu?


Malam itu berlangsung cepat bagi Lian Haocun yang dalam keadaan linglung, dan sedikit rentan. ‘Mini Lian Haocun' yang tertidur pulas, terbangun pada pagi harinya di pelukan Lian Haocun. Ia mengusap dan membuka matanya dengan aura kemalasan. Lian Haocun segera menyadari sosok kecil di pelukannya terbangun, dan bersuara, “Kau sudah bangun?”


‘Mini Lian Haocun' langsung merespons dengan anggukan kepalanya dan ‘Hm’ singkat.


Kemudian, suasana hening tercipta. ‘Mini Lian Haocun' mengumpulkan kesadarannya, dan mengamati Lian Haocun. Dengan ketelitiannya, ‘mini Lian Haocun' segera menemukan bahwa posisi Lian Haocun tidak berubah sama sekali dari semalam.


“Apa Kakak tidak tidur semalaman?” Suara terdengar dari bibir mungil ‘mini Lian Haocun’.


Lian Haocun menjawab dengan singkat, “Tidak.”


Segera kekhawatiran terbentuk di ekspresi ‘mini Lian Haocun’. Hanya dengan melihat ekspresi ‘mini Lian Haocun’, Lian Haocun sudah menduga apa yang dipikirkan ‘mini Lian Haocun’. Kemudian, Lian Haocun menambahkan, “Ku sudah terbiasa tidak tidur, jadi tidak masalah tidak tidur satu malam.”


Meski Lian Haocun sudah berkata begitu, kekhawatiran di wajah ‘mini Lian Haocun' tidak tampak reda. Sehingga Lian Haocun hanya bisa mengalihkan topik pembicaraan.


“Apa kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Lian Haocun dengan nada berwibawa.


‘Mini Lian Haocun' langsung menjawab, “Iya, terima kasih..., untuk kemarin..”


Suaranya semakin mengecil di akhir kalimatnya, dan pipi mungil ‘mini Lian Haocun' tampak memerah malu. Ya, agaknya Lian Haocun memahami mengapa 'mini Lian Haocun’ merasa malu. Pasalnya, ia tidak pernah menangis di pelukan seseorang semalaman di kehidupan pertama-nya, maupun kehidupan keduanya.


Mendengar jawaban 'mini Lian Haocun', Lian Haocun memastikan keadaannya lebih baik daripada kemarin malam. Lalu, Lian Haocun menyuruh 'mini Lian Haocun' untuk beristirahat lagi, sementara Lian Haocun pergi untuk mengawasi gladiator-gladiator lainnya. Sekaligus mengidentifikasi tingkat bahaya setiap gladiator.


Ketika melihat Lian Haocun keluar dari sel yang sudah memenjarakan mereka untuk waktu yang lama dengan mudahnya, perasaan rumit semua gladiator kembali. Namun, sama seperti sebelumnya, mulut mereka tidak bisa mengeluarkan suara apa pun karena dihalangi oleh Qi Spiritual Lian Haocun. Tentunya, Lian Haocun tidak ingin 'mini Lian Haocun' terbangun dari tidurnya karena kebisingan yang tidak penting.


Lalu Lian Haocun menyeleksi setiap gladiator dalam ingatannya, dan memutuskan untuk pergi ke tempat Gladiator berjulukan ‘Penjaga Neraka, Cerberus’. Berdasarkan ingatan Lian Haocun, Cerberus merupakan gladiator terkuat pada masa ini. Sayangnya, dalam ingatan Lian Haocun, ia meninggal karena kekalahan setelah kemenangan berturut-turutnya yang ke-76.


Situasi itu menguntungkan Lian Haocun pada masa itu, karena saat itu, Lian Haocun masih berumur lima tahun dan merupakan gladiator baru, tentunya, bertarung dengan Cerberus pada masa itu sangat tidak menguntungkan bagi Lian Haocun. Mungkin sebelum Lian Haocun pada masa itu bisa mendekati Cerberus, kepalanya sudah terpenggal.


Lian Haocun pernah menempati tempat ‘gladiator terbaik', sehingga Lian Haocun mengetahui sel tempat ‘gladiator terbaik' akan tinggal. Bukan hanya itu, ia juga sudah menghafal letak-letak sel gladiator. Sehingga perjalanan menuju sel Penjaga Neraka, Cerberus berlangsung singkat.


Setelah sampai, Lian Haocun melihat sosok bertelanjang dada, dengan rambut berwarna kecoklatan yang tampak cukup tebal. Laki-laki itu memiliki mata berwarna hitam yang menunjukkan sinyal bahaya. Lian Haocun secara terang-terangan menatap Cerberus.


Cerberus adalah seorang laki-laki yang tampak berumur dua hingga tiga puluhan, ia berbadan kekar, dan tampak sangat ganas. Persis seperti Cerberus di alam neraka. Namun, meski di tatap begitu ganas oleh sosok yang sangat terkenal di arena gladiator tersebut, Lian Haocun tidak tampak gentar sama sekali.


Jikalau Cerberus bisa menghancurkan 'mini Lian Haocun' seperti menghancurkan kecoak, maka Lian Haocun bisa menghancurkan Cerberus seperti menghancurkan semut. Namun, Lian Haocun tidak berniat membunuh Cerberus, yang ingin dilakukan Lian Haocun malah kebalikannya, ia ingin mengajak Cerberus bekerja sama untuk menghancurkan arena gladiator ini.


Lian Haocun tidak mengetahui, apa yang ia lakukan ini akan mempengaruhi kehidupan pertama-nya atau tidak, tetapi dengan premis kalau kemungkinan besar apa yang ia alami adalah ilusi dan tes yang diberikan para peri di Gua Spartal, Lian Haocun memutuskan untuk menghancurkan tempat ini. Hal yang sama yang ia lakukan di kehidupan pertama-nya.


Di lorong yang sepi, dan minim penerangan, Lian Haocun memecah keheningan, “Apakah kau ingin menghancurkan arena gladiator ini?”


Mata Cerberus membelalak terkejut, ia mengedip-ngedipkan matanya memastikan kalau dirinya tidak salah mendengar. Lalu, Cerberus berkata dengan nada berat dan penuh ejekan, “Apakah kau pikir kau bisa melakukannya?”


Cerberus jelas berpikir, hal itu adalah hal yang mustahil untuk dilakukan. Akan tetapi, sesaat kemudian, Cerberus menyadari, “Bagaimana kau bisa berada di sini!?”


Lian Haocun mengangkat alisnya, lalu berkata dengan nada dingin, “Kau baru menyadarinya sekarang?”


Cerberus terdiam sejenak sebelum berkata, “Siapa kau?”


Melihat sikap Cerberus, Lian Haocun merasakan adanya ruang untuk bernegosiasi, “Orang yang menawarkanmu kerja sama untuk menghancurkan arena gladiator ini.”


Cerberus berteriak dengan nada kesal, “Kau tau bukan itu maksudku kan! Siapa kau!?”


Mata dingin Lian Haocun menatap Cerberus, “Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawabnya. Apa kau ingin bergabung denganku untuk menghancurkan arena gladiator ini?”


Cerberus merinding melihat tatapan Lian Haocun. Di saat bersamaan, ia juga ingin mengeluarkan amarahnya, akan tetapi entah mengapa tekanan berat yang tidak diketahui menimpa punggungnya.


Cerberus kebingungan, lalu menatap Lian Haocun di depannya dengan tatapan tajam. Cerberus tidak mengerti apa yang terjadi, namun ia menduga kalau tekanan yang dirasakannya sekarang disebabkan oleh Lian Haocun. Meski Cerberus agak lambat, ia tidak bodoh.


Lian Haocun bertanya untuk ketiga kalinya, “Jadi, apa keputusanmu?”